whose side are you on

whose side are you on

Wednesday, January 16, 2013

Books of Indonesia's Judicative - How stupid can you go?

Seorang Hakim yang mulia, Seorang Kepala Pengadilan Tinggi, calon Hakim Agung, seorang Honourable Judge.. Daming Sanusi, di hadapan anggota terhormat Dewan Perwakilan Rakyat, di sebuah acara "Sangat Resmi dan penting", Fit and Proper Test pemilihan anggota Hakim Agung Indonesia, Daming Sanusi, si calon Hakim Agung yang mulia itu, memberikan pernyataan YANG SANGAT KONYOL...

Ditanya apa pendapatnya mengenai hukuman mati bagi pemerkosa, calon Hakim Agung ini memeberikan jawaban: "Mengenai hukuman mati bagi terpidana pemerkosa, sebaiknya perlu dipikirkan dulu, KARENA PELAKU DAN KORBANNYA SAMA-SAMA MENIKMATI".

WHHAAATTT??? WHAAATTT?? HEEYY,...WHAATT??? AM I STUPID OR AM I MISSING SOMETHING HERE????
Seorang KEPALA PENGADILAN TINGGI??? CALON HAKIM AGUNG??? Mampu mengeluarkan banyolan tak senonoh dan konyol semacam itu???? Berapa banyak hakim-hakim di Indonesia yang punya visi dan pikiran sejalan dengan Honourable Judge seperti Daming Sanusi ini???

Bohong bila dia katakan dia "tak sengaja" keceplosan mengeluarkan pernyataan itu.
Pencetusan kata-kata yang diucapkan "tanpa pikir", biasanya justru menggambarkan visi dan persepsi "paling dalam" dari si oknum. Apapun yang dijadikannya alasan pembelaan, ucapan itu merupakan pandangan keadilannya bagi kasus perkosaan.
Dan yang paling membingungkan adalah, anggota Dewan Terhormat itu, tertawa menanggapi "joke tak lucu" seperti ini. Weeyyy...serrreeemmm gak seeee....

Bagaimana kalau Menteri Pertahanan Indonesia bercanda: "Membela Indonesia itu gak penting, karena Indonesia negara penuh koruptor".

Bagaimana kalau Presiden berkata: "Saya tidak bangga jadi bangsa Indonesia, karena Indonesia itu gak penting"

Terus mereka bilang, mereka cuma bercanda. Apakah anda bisa terima canda'an super konyol seperti itu keluar dari seseorang yang seharusnya menyatakan sebaliknya???

Bila Indonesia ingin benar-benar maju, Lembaga Executive, Legeslative dan Judicative memang harus terus menerus diperbaiki. Dan terus terang Lembaga Judicative Indonesia adalah lembaga yang PALING LAMBAT perubahannya.
Lembaga peradilan Indonesia, memang perlu segera "direvolusi". Diperlukan pemikiran baru dan visi baru bagi lembaga yang sangat penting ini. Sudah sangat mendesak bagi para petinggi lembaga peradilan ini untuk memiliki Visi dan Pandangan baru kepada perubahan Indonesia ke masa depan.
Jangan tetap punya visi: Pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama menikmati. Atau Korupsi itu bukan kejahatan besar, jadi tak perlu dihukum berat.

Hedeeehh... Kalo masalah korupsi tidak pernah dihukum berat oleh para hakim, lihat aja tuh kasus terbaru Angelina Sondakh, sudah jelas alasannya, sudah jadi rahasia umum, karena para hakim yang dimuliakan itu, BANYAK yang jadi koruptor juga. Jadi merasa senasib dengan terpidana koruptor. Jadi tau sama tau deh, sesama koruptor jangan saling menjelekkan. Itu namanya maling teriak maling. jadi terpidana koruptor, yaaaa asal dihukum aja deh, yg penting masyarakat gak protes aja. Pura-pura keliatan lembaga peradilan masih perduli korupsi di Indonesia. Iya gak brok?

Tapi kalo masalah perkosaan dianggap enteng, jangan-jangan sama saja, ternyata banyak para hakim yang mulia itu doyan memperkosa juga, jadi merasa senasib dan MENGERTI, kalo dia memperkosa, yang diperkosa juga menikmatinya...
Logikanya kan begitu ya brok? Hehehehehe...
Kalo para hakim koruptor itu menggunakan dalil yg sama dalam menghukum terpidana koruptor, loginyakan bisa dipake juga buat masalah perkosaan kan brok? Hehehehehe...
Jadi gitu brok, jangan-jangan para hakim yang mulia itu juga banyak yang pemerkosa... kwakwkkakwkakkwka....

Daming Sanusi memang minta ma'af pada seluruh khalayak Indonesia, TAPI dia tak pernah mengatakan penyesalannya dengan menyatakan MENGUNDURKAN DIRI dari calon Hakim Agung, karena menyesal. Teteup ngotot pengen jadi Hakim Agung.... Muke dimane yeeeee... di baskom ato ember kali yaa brookk.... kekekekeke
Inilah potret para petinggi di Indonesia. Sebodoh apa pun perbuatannya, tabu untuk mengundurkan diri. Urat malu sudah putus.
Woalaahhh, bego luu yeeeee..............

Friday, January 11, 2013

Books of Altering Society Opinion = Cinta Tapi Beda (The story behind the scene)

Kemaren, seorang adik kita yg baru saja selesai nonton film-nya mas Hanung Bramantyo "Cinta Tapi Beda" (CTB), menulis banyolan di blog ini bahwa selesai bikin film CTB ini, mas Hanung bakal bikin film dengan judul "Cinta Tapi Sama (Jenis Kelamin)".
Gw cuma bisa senyum-senyum aja baca banyolan itu. Tapi karena dianggap banyolan itu "sedikit" berbau "SARA", vampire-vampire minta agar banyolan itu dihapus, beserta beberapa komen yg dianggap ga penting lainnya. Karena tanpa penjelasan apa-apa, nanti kita dikira melecehkan satu golongan/kelompok masyarakat.

Terus gw dikasih tugas deh menjelaskan duduk perkaranya. Kronologis sejarah peristiwanya (caiillee... bahasanya brookk...), kenapa banyolan itu bisa muncul.

Gw punya seorang teman yg ngaku pekerjaannya "cuma budayawan dan pengkeritik seni". Orangnya kita anggap "agak nyentrik" dan urakan. Namun harus diakui wawasan seninya sangat luas. Dan terus terang sangat "jujur". Kalo jelek dia bilang jelek, bagus dia bilang bagus. Mungkin karena terlalu "jujur" dan tidak mau ikut "arus" bikin cerita-cerita penuh pesan sponsor, jadi dia tenggelam dalam hingar bingar "marketing politik dunia seni". Ga laku. Ga kepake. Dan susahnya orang-orang idealis seperti itu emang sulit berkompromi. Jadi susah meroket namanya, seperti Mas Hanung contohnya.

Dia pernah bilang gini ke kita-kita, "Di Amerika, kalo ingin pasti menang di ajang Academy Awards (AA/Oscar), Golden Globes Awards (GG), Emmy Awards (EA), buatlah film berthema penderitaan atau kebaikan hati orang Jahudi. Hampir dipastikan 99% akan menang. Atau buat film berthema Gay, dijamin akan menang 99% juga. Paling tidak pasti dapat penghargaan.
Kalau ingin kalah, buatlah film berthema agama, atau film tentang kejelekan Jahudi, hampir 100% film kamu pasti kalah". Katanya dengan sedikit guyon.
"Makanya gw malas bikin pelem" Katanya, "soalnya sekarang sudah terlalu banyak disisipin titipan sponsor dari produser, tak ada lagi yg murni seni"

Walau guyon, gw coba menanggapi kritikannya itu dengan serius. Gw coba-coba googling riwayat Academy Awards, dan to my surprise, "guyonan" teman gw itu sangat benar.
Coba deh kamu-kamu yg pengen tau, googling sendiri, dan liat film-film yang jadi jawara di ajang penghargaan film Amerika itu.

Dan yang paling mengejutkan adalah, perubahan itu terjadi hanya dalam tempo sangat singkat, hanya sekitar 10 tahunan. Dan dalam masa yang sangat singkat itu, opini publik dan masyarkat Amerika sudah bergeser dengan cepat.

Baru saja rasanya di era tahun 50-an hingga 70-an, film-film kolosal berthema agama "merajalela" diajang AA (Dulu namanya Oscar). Kamu yang suka koleksi film klasik, pasti tau judul-judul film semacam "BENHUR", "THE TEN COMMANDMENTS", "YESUS OF NAZARETH", "SODOM AND GOMORA", "SOLOMON AND BETSHEBA", "DAVID AND GOLIATH", "SAMSON & DELILAH", dan masih panjang lagi...
Film-film bertema agama semacam itu, selalu merajai ajang AA beberapa puluh tahun yang lalu.

Tapi sekarang?? Well, seperti kata teman gw di atas, film-film agama tak laku lagi di AA, digantikan oleh film-film semacam, "DRIVING MISS DAISY", "LINCOLN", "THE PIANIST", "PHILADELPHIA", "SCHINDLER'S LIST", "SOPHIE'S CHOICE", "BROKEBACK MOUNTAIN", "BEGINNERS", "MILK".... dan lain-lainnya. Yang semuanya berkisah kalau tidak tentang Jahudi yaaa tentang kehidupan LGBT atau campuran antara keduanya.

Well, seperti kamu semua tau, lobby politik kalangan Jahudi di Amerika memang teramat sangat kuat. Jangan pernah berharap bisa jadi Presiden atau pejabat publik apapun, bila ditentang oleh kelompok lobbyist Jahudi, semacam AIPAC (American Israel Public Affairs Commitee) atau Confrence of Presidents of Major American Jewish Organizations (CPMAJO).
Sehebat apapun seorang Presiden Amerika, pasti jadi kerdil tak berdaya dihadapan para lobbyist ini. Sampai bisa dibuat malu negara sekecil Israel, kalau presiden Amerikanya mau coba macem-macem ke Israel. Itu sudah jadi rahasia umum lah.

Sementara lobbyist kalangan GLBT (Gay Lesbian Bisexual and Transgender), juga sudah semakin gencar mendera pemerintahan Amerika. Terutama melalui Partai Demokrat. Partai Republik yang dulunya masih agak jengah dengan "kelompok marginal" ini, sekarang mau tak mau harus menerimanya. Karena suara mereka mulai sangat menentukan.

Dengan banyaknya pekerja seni di dunia hiburan di Amerika yang memiliki orientasi sexual LGBT, dan gencarnya penggambaran kebaikan kehidupan harmoni LGBT ini, salah satunya adalah melalui ajang kompetisi AA itu tadi, opini publik di Amerika pun mulai bergeser. LGBT tidaklagi dianggap tabu. Bahkan opini itu mulai berbalik, orang-orang yang tadinya dianggap "pahlawan" penolak LGBT, sekarang dicaci maki oleh masyarakat sebagai "manusia fanatik dangkal berpikiran tertutup" atau dicap "munafik dan bodoh".

Salah satu contoh adalah dalam ajang pemilihan "Miss USA 2009", ketika Miss California, Carrie Prejean, yang sudah sangat diunggulkan memenangkan pemilihan, pada pertanyaan final, ditanya oleh salah seorang juri, Perez Hilton, seorang gay blogger yg merupakan seorang activist hak-hak LGBT, apa pendapat Carrie mengenai perkawinan sesama jenis dan apakah seluruh negara bagian Amerika wajib melegalkannya.

Carrie Prejean, menjawab "....I think that a marriage should be between a man and a woman..."
Dan jawabannya segera mendapat "wwwooooohhh" dari para penonton.
Carrie Prejean, gagal memenangkan mahkota Miss USA, hanya menjadi pemenang kedua.
Tidak cukup hanya dicemooh diajang ratu kecantikan itu, bahkan hingga berminggu-minggu sesudahnya, dia "dihajar" habis-habisan oleh media massa dan activist LGBT, dikatakan cupat dan fanatik. Tidak menerima keterbukaan. Yayasan Miss America yg dimiliki Donald Trump, ditekan habis-habisan untuk melengserkannya dari Miss America.
Akhirnya dengan alasan "menyalahi kontrak" dengan yayasan Miss America, Carrie mengundurkan diri dari gelarnya sebagai Miss California dan Runner Up Miss America. Tapi semua orang tau, pengunduran dirinya akibat tekanan kelompok LGBT yang memang semakin kuat di Amerika.

Jadi Amerika yang katanya negara bebas itu, bisa bebas menyuarakan pendapat, ternyata "bohong besar".
Sebagai negara yg mengaku sangat liberal dan demokratis, pendapat Carrie Prejean yang harusnya dihargai siapapun, termasuk oleh golongan LGBT, nyatanya tidak bisa diterima LGBT Amerika. Dan Carrie harus kalah dengan lobbyist LGBT Amerika, dan harus merelakan melepas gelarnya.
Jadi kebebasan berpendapat itu cuma "bohong" besar. Opini publik itu lebih penting menentukan siapa benar siapa salah.

Hal itu juga dialami oleh mantan Presiden Jimmy Carter, yang dianggap Israel dan kelompok Jahudi Amerika terlalu "lembek" menghadapi Iran, ketika revolusi Iran berlangsung tahun 1979. JImmy Carter harus menerima dipermalukan didepan seluruh publik Amerika, ketika dikatakan kalah berdebat dengan Ronald Reagan, saat acara debat calon presiden berlangsung.
Jelas aja ta? Seluruh jaringan media massa di Amerika dikuasai hampir seluruhnya oleh kelompok Jahudi, jadi pertandingan debat memang sudah tak imbang. Jimmy Carter bahkan sudah "dikalahkan" duluan jauh sebelum debat itu sendiri berlangsung.

Itu cerita sedikit mengenai situasi di Amerika, mengenai betapa pentingnya menggiring opini publik, baik melalui media massa maupun melalui ruang hiburan semacam film dan sinetron.

Nah balik mengenai film mas Hanung tadi, Cinta Tapi Beda, dan melihat perkembangan film-film bertema agama besutannya, dari mulai "Ketika Cinta Bertasbih" hingga "Cinta Tapi Beda" ini, kelihatannya memang ada "perbaikan" besar dalam mutunya. Semakin jelas kelihatan arahnya mau kemana.
Dan ketika film CTB ini mengundang kontroversi dan di kritik oleh banyak orang Islam dan orang Minang, mas hanung berkelit dan menjawab, dia tidak sedang menceritakan kawin antar agama, dia hanya berkata bahwa dia mengangkat kisah kehidupan sehari-hari mengenai keberagaman dan pluralitas.

Iya mas, kita percaya kok.
Mas Hanung kita percaya ketulusan hatinya, tak punya agenda apa-apa.
Mas Hanung orang baik berhati putih dan suci.
Dan setelah melihat film itu, saya percaya mas Hanung tidak dititipin pesan sponsor kok.
Mas hanung adalah muslim sejati yang penuh dedikasi. Kita sangat percaya itu...
Jadi cuekin aja para pengkritik besar mulut itu mas. Jalankan terus dedikasi sucimu demi ummat Islam khususnya dan Negara Indonesia umumnya.

Nah karena kita percaya itu, makanya kita mau nanya, kapan dong mas Hanung mau buat filem mengenai perkawinan sesama jenis? Agar kelihatan dedikasi mas Hanung pada seni perfileman di Indonesia. Seperti jejak Hollywood, yang mempropagandakan kehidupan LGBT, jadi biar mas Hanung bisa go International. Siapa tau nanti dengan film thema LGBT mas Hanung bisa masuk ajang AA atau Cannes Film Festival.
Soalya film2 bertema Gay sangat laku dijual di ajang festival film International begituan. Dijamin pasti menang mas. Lihat aja tuh film-film berthema LGBT dari Thailand, Filipina, Korea, Jepang, dll, yg selalu dapat penghargaan di ajang festival film International begitu. Apalagi produksi dari negara dengan penduduk Islam terbanyak di dunia seperti Indonesia mas. Kejutan kan tuh?
Karena kita tau mas Hanung berkarya benar-benar tanpa agenda apapun. Tulus dari hati seorang seniman Islam yang baik. Kita percaya itu.

Jadi sebagai penggemar berat mas Hanung, ekke tu ya cwyn...pengen yeiy buat pelem LGBT geto dweh....
Ighhh...yeiy rumpik deh mas Hanung... Ighh gak asiikk.
Masak bikin pelem agama mulu cwwyynn... Plis de agh, Jangan donk cwyynn...
Kan ekke juga mawar asik dikit.... jadi kapan dong yeiy buat film tentang kisah kehidupan percintaan LGBT maaassss.... capcuss ahhh cwwyynn, biar asik geto lhow bok....
Cepetannn ya cwwyynn bikin pelemnya... kalo perlu ada adegan2 seruk-seruknya getoo cwyin, cium-cium, em-el, antara sesama jeniss...ighh seruukk....
Jangan pelem agama muluk. Basik! Gak asik...
Pelem agama dikritik mulu... bagusan bikin pelem percintaan LGBT, gak pusing cwyyyiinn!!!

Kita tunggu yaaa cwwyynn pelemnya.... salam buat mbak Zaskia ya masss... Muacchh...

Eh, mumpung ingat, kemaren itu kan Jaringan Islam Liberal ngundang tokoh penting LGBT/lesbian activist Rishad Manji tu mas, mungkin dia bisa sekalian dijadikan Cameo gitu mas, dipilemnya nanti. Biar ada suasana internasionalnya gitu. Biar laku dijual di luar Indonesia. Biar agak intelek gitu. Tidak seperti pelem2 keluaran banyak sineas kampung itu yang agak-agak norak gitu mas. Boleh dipikirkan tu mas.

Yaudah, kita tunggu pelem percintaan LGBT nya ya mas... sepertinya sih mas Hanung ingin ngikuti jalurnya hollywood seperti yg saya ceritakan diatas, masuk keagama dulu, baru deh buka topeng yang sebenarnya.... Iyakan mas? Top deh pokonya mas. Bravo...!!!

Thursday, January 10, 2013

BOOKS OF INDONESIA BRIBERY... OHMEGOOODD....

Angelina Sondakh di vonnis 4.5 thn, dan denda 250 juta rupiah...
Kwawkakwkakwkakwka.... ngakak pwwoollll....

Pak hakim, hebat dweehh.... Ga tau mau ngomong apalagi... Speechless!!!
Otak gw rasanya buntu, logika gw jadi jutek mendengar berita itu.. kekekeke....

Bermimpilah Indonesia akan pernah terbebas dari korupsi. Bermimpi ya brok.. kalo Indonesia bakal bebas korupsi...
Jangan berdo'a, bermimpi ajah, lebih enak...

Para pejabat pemerintah, anggota dewan yang terhormat, para eksekutif partai politik, anda semua bodoh kalau tidak korupsi. SANGAT BODOH!!
Mumpung masih menjabat, dan mumpung hakim-hakim Indonesia masih bingung ngebedain mana adil mana masabodo.. korupsilah. Anda bodoh kalo gak korupsi.

Buat para hakim-hakim Indonesia, gaji kecil mungil, korupsi adalah jalan terbaik ya bookkk...

dan semoga kamu semua bisa tidur lelap, dan mati dengan lapang...

kwekwkekekwkekewke..... Hidup Indonesiaa, jayalah korupsi.....

Kuncen tergalak sekampung hantu-hantu, wkwkwkw

PIISSS BOOZZZ... CANDA...#indonesiatanpajil
teteeuupphh.....

numpang

klo mo numpang ngakak, bole ga oom kuncen? dianggap ga penting juga ga?
kakakakakakaka..... #emang_enak_jadi_kuncen#

**CURCOL**

Derita seorang baru jadi kuncen 8 hari, digaji kagak, pagi-pagi bangun tidur sudah dikasih peringatan ngurusin posting2 gak penting, silet-silet sebaskom...
Kapan ya tahun 2014, serah terima kuncen baru?? Kakakakaka....
Yang kasih komen pelecehan silet gak penting, akses ke channel bakal ditutup seminggu...
Peraturan baru, kuncen yang bikin. Mau protes? Jedotin tu kepala ke dinding.
Capek tauk, ngapusin posting gak mutu....

Monday, January 7, 2013

Ojo nesu nddookk, wong gendeng diladeni, yoo ikutan gendeng kuwih iku....

kakakakakkk... panass yaaa brrookk... kakakakaka...

GUWE dihadapan Allah? Kutu busuk...
SBY dihadapan Allah? Telur cacing...
Bill Gates dihadapan Allah? Muntahan sapi...
Barack Obama, dihadapan Allah? Burlesque reject...

Nah elo? Siapa elo?
Mahasiswa kere, dekil, butek, gak mandi seminggu, gak sikat gigi sebulan, jelek minta ampun, gak laku sekecamatan... mau sok-sok dihadapan Allah??? Dengan pluralisme dan universalisme busuk loe itu???
Kesiaaannn deehhh..... kakakakakakakakakaaaaa........

AGAIN, BOOKS OF PLURALITY - SHUT THE F**CK UP YOU B**CHY DAWGG!!!

Orang-orang sok pintar itu bilang, penafsiran Alquran itu harusnya tidak dimonopoli suatu lembaga, apalagi oleh MUI, yang katanya anti demokrasi itu...kwkwkwkw...tapi boleh dilakukan siapa saja. Ditafsirkan seenak jidat ya brookk... Suka-suka jidat, suka-suka hati...
Sampe-sampe harus menerima semua agama itu sama benarnya... wkwkwkwkkw....
Jadi maksutnya yang boleh menafsirkan Alquran itu, harusnya Islam Liberal ya brok? kwkwkwkwkw

Ehh, bung, gw gak pernah maksa untuk menafsirkan Taurat loe, Zabur Loe, atau Injil loe kan?
Loe tafsirkan aja sendiri seenak jidat loe. Gw toleran kok... tidak mau ikut campur...

Tapi loe juga harus toleran dong, kalo gw gak minta loe tafsirkan Alquran gw seenak jidat loe!!!
Biar juga loe ngaku2 Islam, emang ilmu loe apa mau buat tafsir sendiri? Urus aja kitab-kitab suci loe itu.
Simpan aja hati busuk loe yang katanya plural itu buat pluralitas model ilmu loe dan kitab2 suci loe sendiri...
Jangan ajak-ajak orang...

Buat kita, dalam agama, Pluralitas itu adalah One and Only One Islam... Titik!
Loe ngajak perang namanya kalo loe maksain gw ikut pluralitas model loe...

Ikutan istilah Cak Nur, jaman dulu,
TOLERANSI BERAGAMA YES!!! PLURALITAS & UNIVERSALISM?? KELAOT AJAH!!!!



Saturday, January 5, 2013

Books of Liberalism : Syncretism, Eclectisism, and Universalism... WHY ISLAM???

Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia KECUALI UNTUK BERIBADAH KEPADAKU (Alquran Suci, 51-Adz Dzariyat:56)



Sewaktu gua masih kuliah duluuuu bangettt, di salah satu PT Negeri ternama di Bandung, gua dan teman-teman gua menyebutnya jaman era "kegelapan", jaman pencarian jati diri dan "kebenaran" (the true virtue of mankind), gua dan teman-teman dekat gua sangat-sangat mengagumi Almarhum Om Nurcholis Majid (NM) dan mas Goenawan Moehammad (GM). Gua ingat jaman-jaman itu, teman-teman gua di Jakarta akan ngasih tau gua bila ada acara "penting" yg diisi om NM atau mas GM. Dan gua akan bela-belain balik ke Jakarta biar bisa ikut "acara penting" itu. Mendengarkan "ceramah" mereka.
Terus terang bokap-nyokap gua kenal kedua tokoh tersebut. Mereka juga kenal gua. Namun kala itu hubungan cuma sebatas karena "gua anak si anu". Semua teman-teman gua pun begitu. Tidak terlalu akrab, karena mungkin beda generasi, dan sikap mereka yang menurut gua memang "sengaja menjaga jarak" kepada gerombolan "anak-anak si anu dan si anu". Jadi kalau pun ketemuan di acara-acara tertentu, paling cuma sekedar saling sapa dan tanya kabar. Tidak lebih. beda kalau ketemu sama bokap-nyokap gua, yang bisa ngobrol banyak dan ketawa-ketiwi. Tapi hal itu tidak mengurangi "kekaguman" gua kepada dua tokoh tersebut.

Buku-buku dan kolom-kolom mereka selalu menjadi santapan wajib gua dan teman-teman gua. Dan terus terang, banyak sekali bernas-bernas yang mereka sampaikan pernah membawa pengaruh pada pemikiran gua yang masih labil dalam pencarian dan pencerahan mengenai "kebenaran" (the true virtue).

Namun seiring perjalanan waktu, pertambahan usia, pertambahan ilmu, perambahan gua ke manca negara, baik dalam rangka melanjutkan kuliah, maupun hanya sekedar jalan-jalan, semakin gua menyadari banyak bernas-bernas yang dulu gua anggap baik itu, ternyata cuma sekedar pepesan kosong yang dibungkus dalam bahasa intelektual "tingkat tinggi", yang saat gua masih remaja, mampu "menyihir" gua sedemikian rupa.
Namun setelah mengalami sendiri apa-apa yang mereka ceritakan dalam bernas-bernas "ilmiah" itu, baru gua menyadari betapa bodohnya gua dulu.

Kalau dipahami sambil lalu, memang bernas-bernas yang mereka sampaikan, terasa sangat universal, sangat menyentuh hati dan pikiran ilmiah orang-orang yang memang selalu mengedepankan logika dalam mencari the true virtue itu. Namun bila diselisik lebih dalam lagi, dalam hal ini sebagai penganut agama Islam, gua sekarang malah melihat bernas-bernas itu banyak yang "menyesatkan".

Kenapa Islam? Karena saat ini, pencarian gua dan teman-teman gua akan kebenaran yang hakiki, memang sudah mencapai tahap akhir. Sudah Final. Gua dan teman-teman gua sudah sangat diyakinkan, bahwa Islam itulah kebenaran yang paling hakiki. Sementara bernas-bernas yang Om NM dan mas GM sampaikan itu, banyak sekali meliputi pembahasan Islam itu sendiri. Mereka menamakannya Islam Liberal. Dan perlahan tapi pasti, kekaguman gua kepada kedua tokoh tersebut berangsur sirna. Walau gua masih menaruh sedkit hormat akan pikiran-pikiran mereka dulu.

Jaman "kegelapan" dulu, saat gua masih remaja bau kencur, "Kebebasan" adalah segala-galanya. Gua sangat percaya dan kagum akan Liberalisme.
Indonesia harus ikut paham itu. "Kebebasan Individu" harus diutamakan dari apapun, karena "kebebasan" itu adalah hak setiap orang. Liberalisme adalah kuda tunggangan paling hebat untuk "kebebasan individu" itu. Seperti di negara-negara Barat yang menjadi panutan gua kala itu, yang gua kagumi habis-habisan, karena bisa sedemikian majunya. Amerika terutama, yang menjadi negara kampium Liberalisme.

Sebenarnya apa sih kebenaran hakiki (the absolute true) dari "kebebasan individu" itu? Kebebasan yang sangat diagung-agungkan oleh Liberalisme itu? Kebebasan untuk berekspressi, kebebasan untuk menyatakan pendapat, kebebasan untuk hidup, dan segala jenis kebebasan-kebebasan lainnya.
Apa sih definisi kebebasan itu? Dan seorang dosen gua di USA dulu memberikan "pencerahan" yang mengejutkan gua sendiri, karena dosen bule ini sangat percaya akan Liberalisme, namun dia berkata, "bebas" itu tak bisa didefinisikan. Karena begitu kita "definisikan, postulatkan, dalilkan" artinya kita sudah memberikan "batasan" pada kata "bebas" itu. Artinya, sesuatu yang sudah diberikan "batasan" sudah "tak bebas" lagi. Sudah terpenjara oleh "definisi, postulat, dalil" yang kita berikan. Jadi maksudnya? Maksudnya "kebebasan mutlak" itu cuma omong kosong, cuma pepesan kosong. Jadi kalau lu sebagai manusia ingin mencari "kebebasan mutlak" di dunia yg sempit ini, bermimpilah bakal menemukannya. "Pencerahan" si Professor bule itu, hanya berhenti sampai di situ. Tentu karena dia tak percaya agama. Namun karena gua percaya agama, gua penuhkan kesimpulannya. "Kebebasan Mutlak" itu, hanya milik TUHAN semata.

Dari sejak saat itu, bernas-bernas "Islam Liberal" yang nyangkut dikepala gua, mulai embrodoti satu persatu. Tidak memerlukan waktu lama bagi gua, untuk sampai pada kesimpulan "Islam Liberal" itu cuma omong kosong. "Pembodohan" yang membungkus "Islam" dalam kata-kata penuh tipu daya. Islam yang dipolitisir sedemikian rupa, untuk menampilkan "Liberalisme" dalam wujud bidadari. Tapi kenapa mesti Islam Mas Gun? Cak Nur? Kenapa mesti Islam????

Seorang sahabat gua, seorang pengusaha sukses dan eksekutif puncak di beberapa perusahaan, untuk beberapa lama, pernah menjadi Dosen Tamu di salah satu UIN di Indonesia. Saat acara kumpul-kumpul, dia bercerita, di salah satu acara di kampus UIN itu, seorang mahasiswa muda dengan lantang berorasi,... Islam bukanlah satu-satunya sumber kebenaran. Kebenaran itu bisa kita peroleh dari mana saja...." Sinkretisme? Atau Eklektisisme? Gak taulah haayy....
Cuma yang menjadi pertanyaan gua, kalo lu percaya Islam itu bukan "sumber kebenaran paling hakiki" bagi elu, ngapain elu bawa-bawa kata "Islam" dalam philosophy kebenaran lu itu? Aneh tidak haayy..??

Bukannya sebaiknya "philosophy kebenaran" lu itu, lu buat aja judulnya "Kebenaran Liberalisme". "Syncretism Liberalism" atau "Eklektisisme Liberal".
Aneh tidak hay? Elu sendiri tidak percaya Islam sebagai sumber "Kebenaran Mutlak", tapi lu tetap ngotot bawa-bawa kata "Islam" dalam philosophy pencerahan lu itu... Kontradiktif tidak hayy...??? Belajar dulu yang banyak ya dik mahasiswa, jalan dulu keliling dunia, jadi pengusaha sukses dulu, naik Ferrari, Mercy atau Jaguar dulu, baru deh lu ngomong soal Syncretism, Eclectism, dan Liberalism.
Jangan masih jadi orang bodoh dan kere, sudah meracau kemana-mana. I've been there too. Gua juga pernah jadi dirimu. Percaya kata-kata gua, lihat beberapa tahun ke depan, ketika pengalaman dan pencerahan lu makin mantap. Lu akan malu membayangkan kembali kebodohan lu itu.

Kenapa mesti Islam bapak-bapak yang pintar-pintar?
Gua sengaja petikkan Ayat 56 dari Surah Adz Dzariyat di atas. Dengan satu ayat itu saja, sebenarnya kata-kata "Islam Liberal" itu sudah rontok sampai ke bernasnya yang paling dasar. Yaitu kebebasan individu itu.
Liberalisme dan Islam itu tak akan bisa campur. Bagaikan air dan minyak. Jadi kata-kata "Islam Liberal" itu adalah kata-kata penuh pembodohan yang membungkus "liberalisme" dalam "Kebesaran" Islam. Dan menjadikan kata-kata liberalisme itu terlihat seperti "Miss Universe" yang cantik molek.

Dalam Islam, dan kalau lu mengaku Islam, sama seperti "pencerahan" yang diberikan oleh dosen bule liberal gua di atas, mau tidak mau, suka tidak suka, lu harus percaya bahwa "KEBEBASAN MUTLAK" itu hanya milik Allah semata. Dan "kebebasan individu" yang lu miliki, hanya "sebatas" yang DIIZINKAN dan DIRIDHAI oleh ALLAH. Sebab Allah tidak menciptakan lu untuk "bebas berbuat sekehendak hati asalkan tidak merugikan orang lain", tapi Allah menciptakan lu UNTUK BERIBADAH KEPADANYA. BERIBADAH. Asal katanya ABDUHU. ABDI. HAMBA. Jadi lu itu hanya HAMBA bagi Allah. HAMBA, itu tak punya hak apa-apa dihadapan Tuannya. CATAT: LU ITU CUMA HAMBA YANG TAK PUNYA APA-APA DI HADAPAN ALLAH. Kalau Allah mau, DIA tarik kebebasan lu yang lu agung-agungkan itu, dan lu cuma tinggal seorang monyet pake baju. ITU KALAU LU MENGAKU ISLAM!!!! LU HARUS PERCAYA ITU. Surat Adz Zuriat itu landasannya.
Lain hal kalau lu mengaku bukan Islam, lain lagi ceritanya. Jadi, kenapa lu masih ngotot mencantumkan kata-kata Islam itu pada philosophy kebenaran lu, jika lu masih merasa punya hak kebebasan di hadapan Allah?? Bukankah sebaiknya lu hilangkan kata-kata Islam itu? Pakai saja Agama Liberalis baru kek, Nona Ratna Liberal kek, Katak Liberal kek. Jangan Islam Liberal. Lha wong lu percaya lu punya hak selain yg diberikan Allah.

Liberalisme itu plhilosopy yang SANGAT MENGAGUNGKAN KEBEBASAN INDIVIDU. Kasarnya, selama tidak merugikan orang lain, lu bebas melakukan apa saja.
Sementara Islam? Hell naaaahh... Lu itu tak punya hak apapun dihadapan Allah. Lu itu cuma hamba cacing keremi, pasir comberan, kotoran sepatu  dihadapan SANG MAHA RAJA DIRAJA. Lu cuma bisa mengerjakan apa yang diperintahkan MAHA RAJA DIRAJA lu itu. Jadi bagaimana bisa Liberalisme itu bersatu dengan Islam?? Pembodohan yang sangat brilliant. Pembodohan yang sangat cerdas. Namun sangat mengerikan, apalagi bagi kalangan remaja yang lagi mencari jati diri seperti gua dulu. Sampai kapanpun Islam dan Liberalisme itu tidak akan nyambung. Pakai otak adik-adik mahasiswa. PAKAI OTAK!!!

Kenapa mesti Islam Mas Gun? Cak Nur? Kenapa mesti Islam yang dibuat jadi bahan politik?

Apakah karena negara-negara berpenduduk Islam itu masih bodoh-bodoh dan ketinggalan kereta teknologi, sehingga kita perlu mencontoh negara-negara maju itu, dan membungkus Islam dalam "bidadari" Liberalisme? Mengorbankan Islam itu sendiri demi Liberalisme? Liberalisme yang omong kosong itu?

Gua ikutan di sebuah forum tentang pencarian kebenaran. Disatu thread, seorang muslim dari Malaysia mengomentari tulisan yang dibuat oleh seorang non Muslim. Trus seorang non muslim lain menjawab dengan sangat kasar, lu Malaysia jangan ikut-ikutan, urusi aja kampung lu, lu bisa maju juga karena Inggris, dan Ingris itu bukan negara Islam. Katanya.

Yang menjadi pertanyaan gua, apa Inggris bisa menjadi seperti sekarang ini kalau tidak menjajah India, Malaysia, dan negara-negara persemakmuran lainnya beratus tahun?
Apa Belanda bisa menjadi seperti sekarang ini kalau tidak menjajah Indonesia ratusan tahun?
Apa Portugis bisa menjadi sekarang ini kalau tidak menjajah Brazil dan negara-negara lainnya selama ratusan tahun?
Penjajahan yang direstui oleh gereja?
Penjajahan yang menjadikan bangsa Indonesia begitu minder hingga sedemikian terpukau akan segala yang berasal dari "bangsa bekas penjajah" itu sehingga mengorbankan agama dan budaya sendiri?


Islam itu dari sejak jaman penjajahan Belanda, sudah terkenal sebagai inlander pemberontak. Golongan paling pemberontak kaum terjajah.
Dan sebagai bangsa Indonesia, setidak toleran apapun kelihatannya, sesakit apapun untuk dibicarakan dan didiskusikan, sepedih apapun dan sepahit apapun untuk dibahas, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, budayanya pun menjadi sangat terkait erat dengan budaya Islam. Lihat budaya Aceh, Melayu, Padang, Palembang, Sunda, bahkan Jawa. Sangat-sangat berbau Islam.
Dan terus terang, karena Penjajah Belanda lah yang membawa agama Kristen ke Indonesia, maka ulah beberapa oknum dan segelintir orang Kristen jugalah yang berusaha menjauhkan budaya-budaya asli Indonesia yang berbau-bau Islam itu dari bumi Indonesia. Karena "sentimen keagamaan" lebih penting dari budaya bangsa yang berbau Islam itu. Lantas siapa yang intolerant? Kenapa tetap Islam yang dipojokkan?

Musik melayu yang dikatakan kampungan oleh Om Remisilado, dari majalah Aktuil era 70-an. Itu bagian dari pengrusakan "perang agama" secara diam-diam itu.
Sampai sekarang musik melayu yang hampir meliputi budaya dari Aceh hingga Palembang, hanya diterima sebagai musik kampung kelas kambing. Dan budaya Barat itu lah yang terhebat. Siapa dalang penghancuran budaya berbau "islam" itu dari Indonesia? Siapa yang intolerant? Kenapa Islam terus yang dipojokkan??

Dan ketika budaya-budaya kampungan itu diclaim oleh saudara sekandung kita Malaysia, siapa juga dalang "yang menggosok-gosok" agar Islam Indonesia berperang dengan Islam Malaysia? Siapa bapak-bapak yang mengaku Islam Liberal? Siapa yang intolerant? Kenapa mesti Islam yang tetap dipojokkan?
Hanya gara-gara Islam harus disingkirkan... Dan Media Massa adalah alat paling effektif untuk itu.
Dan coba lihat siapa penguasa media terbesar di Indonesia...Coba lihat siapa partner dibelakang mas Harry Tanusudibyo dengan MNC groupnya.
Dan Islam tetap yang disalahkan. Seberapa parah pun perusakan kebudayaan negeri yang "berbau-bau" Islam itu. Yang dikatakan norak dan kampungan itu. Islam tetap yang dipojokkan.

Lantas kenapa Islam Liberal mas Gun? Cak Nur? Kenapa? Kenapa mesti Islam? Kenapa Islam terus yang dipojokkan seakan-akan Islam tak punya toleransi?
Siapa yang memulai "peperangan dan pembodohan" ini?

Islam itu memang si tukang berontak dan terorist.
Dimasa penjajahan Belanda, gua ingin tanya, dimana agama lain ketika Perang Padri berkobar mengusir penjajah. Dimana agama lain ketika Perang Diponegoro dan Pattimura bergelora. Dimana agama lain ketika Perang Fatahillah membara? Dimana??? Islam memang berjiwa pemberontak kata mereka penjajah Belanda.

Agama Islam itu memang terorist kata penjajah Belanda. Tukang bikin onar. Maunya berperang saja, kata Belanda.
Bekas-bekas pencintraan sebagai kaum pemberontak yang dicitrakan oleh Belanda itu, perang perjuangan para muslimin terhadap para penjajah itu masih tersirat hingga sekarang. Para Muslimin yang dilukiskan sebagai terorist inlander keras kepala yang suka memberontak kepada penguasa Hindia Belanda. Sementara kaum pedagang keturunan Cina yang ada di Indonesia,  sebagai pedagang, lebih suka keadaan yang aman, tidak ada perang. Lebih suka mendekat pada pemerintahan, siapapun pemerintahnya, tak ingin ribut politik perang, tak perduli pemerintahan penjajah atau bangsa inlander, gua yang penting dagang. Kaum Islam itu bikin rusuh minta merdeka dan bikin perang saja. Ribut. Terorist. Gua jadi tak bisa dagang. Kata mereka.
Dan Jadilah pencitraan itu melekat erat hingga kini. Penduduk Cina keturunan, tetap menganggap agama Islam itu agama tukang bikin onar. Tak perduli keonaran itu disebabkan keinginan untuk bebas dari penjajah.

Ustadz Antonio Safi'i saja, Ustadz Mualaf dari Cina keturunan itu mengakuinya dengan terus terang. Bagi penduduk Cina keturunan di Indonesia. Islam itu adalah agama terakhir yang patut dipegang. Boleh agama apa saja, asal jangan Islam. Itulah hasil pencitraan penjajah Belanda ratusan tahun. Islam itu agama terorist pemberontak.
Tapi bapak ibu semua, dimana agama lain saat pemberontakan penjajahan itu terjadi? Saat Islam dituduh sebagai pembuat onar dan tukang bikin gaduh? Dimana agama lain? Kenapa Islam yang dikatakan intolerant?

Ketika the founding father bangsa ini akan mendirikan Negara Indonesia, dengan legowo pemimpin-pemimpin Islam yang dikatakan inlander keras kepala terorist tukang berontak itu, menerima Piagam Jakarta dirubah, dan digantikan menjadi pembukaan UUD 45. Menerima keberagaman Indonesia. Kurang tolerant apa Islam itu? Tapi kenapa tetap harus dipojokkan?
Dan sedihnya yang memojokkan itu adalah orang-orang cerdas yang mengaku Islam, memakai nama-nama Islam pula. Kenapa mesti Islam bapak-bapak??


Wajah Islam itu selalu disamakan dengan wajah FPI. Padahal sangat banyak Islam yang juga menyesalkan sikap-sikap semacam FPI itu. Namun FPI yang selalu dijadikan contoh kasus.
Dan mengenai FPI ini, bukan untuk membela, gua juga ingin tanya, ketika organisasi Islam ini melakukan hal-hal yang sangat baik, kenapa tidak pernah diberitakan? Kenapa yang diobok-obok hanya ketika FPI "dianggap mbalelo"? Kenapa ketika mereka bertungkus lumus di Aceh, di Sumatra Barat, di Jakarta membantu korban-korban bencana alam tak pernah diberitakan? Apakah karena Media Massa memang didominasi oleh orang-orang yang tak suka Islam? Itu mungkin jawaban terbaik.
Dan kalau sudah tau begitu, kenapa ditambah lagi dengan "perang" Liberalisme Islam yang penuh pembodohan ini? Kenapa?

Islam itu agama yang SANGAT toleran. Tapi toleransi beragama itu juga ada batasannya.
Jangan gara-gara ingin dikatakan liberal, universal, dan syncretisme yang dianut oleh Islam Liberal, yang mengatakan semua agama itu sama benarnya, gua sebagai penganut Islam, dipaksa harus mengakui Isa itu adalah Anak Tuhan. Toleransi beragama seperti apa itu?
Gua juga sebagai Islam tidak menuntut penganut Kristen untuk menerima Muhammad sebagai rasul mereka Toh? Toleransi beragama seperti apa itu?
Jangan hanya karena mengatas namakan liberalisme, gua sebagai penganut Islam harus menerima pembenaran bahwa Tri Murti Agama Hindu itu adalah Allah. Toleransi beragama seperti apa itu?
Atas nama liberalisme, Budha harus gua terima sebagai jalan ke Nirvana, dan gua harus menyalakan dupa menghormatinya, dan memintakan rezeki kepada sang Budha. Bukan kepada Allah yang sebagai Islam, gua yakini sebagai pemilik "The True and Absolute Virtue"? Toleransi beragama semacam apa itu yang ingin diliberalkan? Diuniversalkan?
Pembodohan seperti apa lagi yang ingin dibuat oleh leberalisme Islam itu bapak-bapak?

Buat adik-adik mahasiswa yang sedang terbius oleh segala keindahan "bidadari" liberalisme Islam yang dijajakan oleh para "cendikiawan Muslim" itu, sudahkah kamu pernah "buka mata", jalan-jalan ke San Fransisco, California melihat "FOLSOM STREET FAIR" disana?
Sudahkah kamu punya cukup duit berjalan-jalan ke Brazil melihat "Carnaval Del Rio"?
Sudah bisa beli pesawat terbang pribadi untuk jalan-jalan ke New Orleans, Miami melihat pesta tahunan "Mardi Grass"?
Cobalah nanti kalau sudah jadi pengusaha sukses dan punya duit banyak, lihat ke acara "pesta-pesta" yang gua sebutkan itu. Dan BELAJARLAH. BUKA MATA DAN HATI, kalau kamu memang mengaku Islam.
Seburuk apapun itu, pasi ada pelajaran yang bisa diambil darinya. LEARN!!! BELAJAR!!! Jangan cuma jadi turis kampung di negara sendiri.

Kalau hanya atas dasar kemajuan dan liberalisme, Indonesia harus menjadi seperti FOLSOM STREET, CARNAVAL DEL RIO, ATAU MARDI GRASS... menurut gua, lebih baik tidak. Masih banyak cara untuk menjadi maju. Tidak harus mengorbankan akar budaya dan agama mu. Perjalanan masih belum henti. Perjuangan masih panjang. tidak berhenti pada liberalisme. Dulu Fir'aun di Mesir pun rasanya menjadi Adidaya tak mungkin terkalahkan toh?
Jadi? BELAJAR!! BUKA MATA DAN PIKIRAN!! JANGAN JADI KATAK DIBAWAH TEMPURUNG MERASA HEBAT DAN PINTAR DENGAN KATA-KATA HEBAT LIBERALISME.

Melihat keadaan teman-teman dekat gua, keluarga mereka, orang-orang dekat mereka, gua yakin SANGAT BANYAK, kaum Islam golongan menengah atas yang masih lebih memilih diam, daripada mengomentari pembusukan oleh Islam Liberal ini. Tapi percaya deh... bila Islam terus menerus dipojokkan, gua, dan orang-orang seperti gua, pasti akan ikutan asah golok berbaris bersama FPI memberangus pembodohan liberalisme itu. Dan ketika itu terjadi, jangan pernah menyalahkan FPI.


Cerita gak penting:

What goes around, comes around - Kata-katamu adalah do'a. Dan jangan pernah menyesal bila Tuhan mengabulkannya.

Semasa Cak Nur (Alm. Om NM) masih hidup, satu waktu gua sekeluarga pernah menghadiri acara pernikahan anak mantan menteri agama di era Soeharto dulu. Mantan menteri ini memang sangat terkenal dekat dengan Cak Nur (NM). Dan dulu, saat gua masih terkagum-kagum akan pikiran-pikiran "pembaharuan Islam" Cak Nur, seringkali sepasang sohib kental ini bersama-sama jadi key note speaker diacara-acara diskusi Islam. Saat tokoh ini masih menjabat sebagai Menteri Agama tentunya.

Nah, saat acara pernikahan ini berlangsung, issue tentang pernikahan Putri Cak Nur (Mbak Nadya) dengan seorang Pria Jahudi, lagi hangat-hangatnya. Dan dari dulu, gua sudah tau, Nyokap gua memang "agak" tidak suka dengan "pikiran-pikiran" Cak Nur, yang menurut Ibu gua "agak-agak" sesat. Dan gua sering kali berdebat mengenai itu, saat gua masih mahasiswa seperti yang gua ceritakan diatas. Bahkan pernah sampai gua dilempari mangkok gara-gara debat soal pemahaman Islam Liberal ini.

Saat kita mau pulang, lagi menunggu mobil dari "car call", kebenaran Cak Nur baru sampai, dia agak telat karena ada acara penting lainnya. Jadi rombongan keluarga gua ketemu di pintu Lobby Hotel bintang lima tempat acara resepsi pernikahan itu berlangsung.
Berbasa-basilah nyokap-bokap gua dengan beliau di depan pintu Lobby hotel. Gua dan adik-adik gua cuma mendengarkan.
Dan seperti sudah gua duga, dengan gaya "ibu-ibu nyinyir tajir super kepo rumpi sasak tinggi" (yang memang disengaja oleh ibu gua) ibu gua bertanya mengenai pernikahan mbak Nadya, anak Cak Nur itu.
"Gimana kabar mbak Nadya mas? Eh benar tah nikahnya pakai adat Jahudi?" weellleeehhh.... kikikikiki......Biar mammpuusss... melihat gaya norak sok tau ibu gua.
Langsung muka Cak Nur yang terkenal sangat murah senyum dan sangat terkontrol emosinya itu berubah. Gua langsung memperhatikannya.
Untuk 5 menit, almarhum Cak Nur "berpidato" mengenai "pernikahan Islam" anaknya. Terasa sangat devensive. Gertakan ibu gua memang berhasil.
Ketika mobil datang, terpaksa nunggu karena "Pidato Nikah Islam putrinya" Cak Nur belum selesai.
Sampai akhirnya bokap gua memotong... "Sudah lah, mau Islam mau Jahudi sama saja kan Pak? Semua agama sama benarnya toh?" Dan kita semua tertawa.
Almarhum cak Nur tersenyum. Senyum paling kecut yang pernah gua lihat. Kilatan matanya hilang.

Jadi? Apakah universlisme yang dipercaya Islam Liberal itu cuma pepesan kosong? Alat untuk menangguk hati Negara pendonor dari Barat untuk memberikan bantuan Jutaan Dollar? Dan untuk bantuan Jutaan Dollar itu, Islam jadi tumbalnya?
Gak penting banget ya brookkk.... PAKE OTAK WOOYY...!!!

Wednesday, December 26, 2012

RENUNGAN AKHIR TAHUN: Books Of Fatalistic = Moslems...Stupidity amongst corrupt power

Beberapa bulan yang lalu, gue menerima satu file dari teman gue di inbox mail gue. File yg konon kabarnya adalah file "top secret" kaum syiah di Iran, yg bocor ke kalangan Sun'ni di dunia Arab. File yg konon kabarnya "top secret" itu, berisi tentang rencana panjang 50 tahun Syi'ah (yang dalam hal ini Syi'ah di Iran) ke depan.
Seperti biasanya, file "top-secret" Syi'ah yg jatuh ke tangan Sun'ni, isinya penuh dengan intrik mensyi'ah-kan seluruh dunia, intrik mengimbaskan Revolusi Islam di dunia Arab, dan penuh kalimat2 prejudice tentang Sun'ni yang dianggap "Islam Murtad" oleh Syi'ah.
Membaca dokumen itu, gue hampir terpingkal-pingkal, terbahak-bahak, memikirkan betapa bodohnya pemimpin-pemimpin Syi'ah di Iran sana, kalau benar2 dokumen itu ada dan exist seperti yang diclaim oleh pelansir file tersebut. Dokumen yang sangat prejudice dan penuh pembodohan. Dan hebatnya lagi dokumen seperti itu ikut dilansir oleh media Islam berpengaruh seperti www.islam.or.id. Pasti tujuannya untuk menjelekkan mahzab Syi'ah. Iya nggak masbrok?? Untuk menggambarkan betapa "culas dan pendengkinya"nya Mahzab Syi'ah itu.

Tak lama setelah itu, gue menerima satu file lagi, di inbox gue. Kalo yang ini sebuah file yg konon khabarnya "top secret" Sun'ni Arab Saudi yg jatuh ke tangan Mahzab Syi'ah. File "top secret" ini bercerita tentang rencana pemerintahan Arab Saudi untuk "mengikis habis sisa2 peninggalan Syi'ah" di dunia Arab. Salah satunya adalah menghilangkan kuburan Khadijah, yang lokasinya akan digantikan untuk pembangunan sebuah Hotel dan Mall super mewah. Juga "membuka" aib pengurus kota Madinah al-Munawwarah yg mulai "malas" menerima kunjungan jama'ah Haji dari seluruh dunia, dan menginginkan pengurangan pengunjung haji/umrah ke kota ini. Karena sebenarnya kunjungan ke Madinah itu hanya sunnah, tidak wajib, urusan Haji hanya untuk kota Makkah, jadi sebaiknya kunjungan ke Madinah dibatasi. Pengurus kota Madinah konon kabarnya sudah capek dan pusing dibuat pengunjung yang datang ke sini.
Sekali lagi gw sampai terpingkal-pingkal membaca file ini. Hampir sakit perut.
Sama seperti file yg satu di atas, tujuan file ini sudah jelas, ingin mendeskreditkan Mahzab Sun'ni, terutama di Arab Saudi.

Kamu juga pernah menerima file2 bodoh semacam itu? Well? What do you think?

Kalau kita lihat peta perpolitikan di Timur Tengah sana, sudah dari dulu Arab Saudi dan Iran (dua negara paling besar di sana) saling berebut pengaruh. Perebutan pengaruh ini, tidak terlalu mencolok ketika Iran masih dibawah kekuasaan Kekaisaran Reza Pahlevi. Apalagi keduanya merupakan sekutu2 dekat Amerika di Timur Tengah. Dan terus terang saat itu, Arab Saudi juga "tidak terlalu berani" macam-macam dengan Iran, yang memang paling kuat pertahanan keamanannya di Timur Tengah kala itu. Yang konon kabarnya menjadi negara nomor 8 paling kuat pertahanan keamanannya di dunia.

Perlu dicatat, Iran itu sebenarnya bukan Timur Tengah, dan bukan Arab. Orang2 dunia Arab lebih menekankan perbedaan ras Iran yang Persia, daripada menerima persamaan dalam dunia Islam. Apalagi mayoritas Islam di Iran adalah Syi'ah. Semakin "jauh" lah hubungan keakraban Islam Arab (yg mayoritas Sun'ni) dengan Iran (yg mayoritas Syi'ah dan ras Persia).

Perebutan pengaruh antara dua negara besar ini, semakin meruncing ketika Reza Pahlevi digulingkan oleh Revolusi Islam tahun 1979. Apalagi Iran terang-terangan ingin menjadikan "Demokrasi Islam Iran" sebagai contoh bagi seluruh dunia Islam.

Dan dunia Arab yang masih sangat didominasi oleh pemerintahan Monarchi Absolut, Raja berkuasa penuh, dan kepala pemerintahan diteruskan secara turun temurun, menjadi blingsatan akan perubahan di Iran ini. Peta perpolitikan di "Timur Tengah" memang menjadi "lebih panas" setelah Iran menjadi republik, dan berbalik dari sekutu "Amerika paling loyal", menjadi "musuh bebuyutan Amerika paling sengit".

Perlu juga menjadi catatan, Monarchi Absolut ini, hanya tinggal bertahan di dunia Arab (Islam). Sementara HAMPIR SELURUH NEGARA di belahan dunia lain telah meninggalkan system pemerintahan semacam ini, bahkan negara2 Afrika, berubah menjadi pemerintahan Republik, atau Monarchi Parlementer. Hanya dunia Arab yang masih tetap bertahan dengan system pemerintahan Kerajaan (Monarchi Absout) ini, yang sesungguhnya tidak dikenal di dalam ajaran Islam.

Revousi Islam Iran yang sempat mengguncangkan dunia Arab itu, menjadikan para Raja-Raja yang berkuasa di Arab menjadi khawatir. Revolusi seperti di Iran, jelas-jelas menjadi contoh tak baik bagi "kelanggengan" kekuasaan mereka. Dan para Raja-Raja yang berkuasa ini lebih merapatkan diri ke Amerika. "Memohon perlindungan tersamar" pada negara adidaya itu, agar tidak "diganggu" oleh Revolusi Iran. Seperti kata pepatah, "musuh dari musuhmu adalah temanmu". Maka sehebat apapun lobby kelompok Jahudi pada pemerintahan Amerika, sehebat apapun Imam2 besar di Arab sana berkoar-koar mengutuk Jahudi dan zionisnya, tetap saja pemerintahannya menjadi sekutu Amerika paling loyal dan paling baik di dunia Arab. Munafik enggak sih brok??

Apalagi setelah kejadian penggulingan beberapa pemerintahan totaliter di dunia Arab tahun lalu. Penggulingan Hosni Mubarak, Khadafi, dan raja Tunisia Ben Ali, yang sudah berkuasa puluhan tahun. Semakin saja bertambah kekhawatiran para Raja ini.

Gue tidak ingin membahas berpanjang-panjang masalah Politik Timur Tengah ini. Yang menjadi concern gue adalah Perkembangan Islam itu sendiri.
Membaca dua file yang gue ceritakan diatas, mau tak mau gue harus berkisah sedikit tentang percaturan politik Timur Tengah ini dan imbasnya terutama kepada perkembangan Islam di Indonesia.

Imbas "perseteruan" dua negara besar Islam ini, Arab Saudi dan Iran, jelas-jelas membawa pengaruh bagi dunia Islam.
Imbas dari perseteruan ini, dapat dirasakan pada penyebaran dua file diatas.
Politik memang kejam, dan sama sekali tak mengenal agama. Selama kepentingan politikmu dapat terpenuhi, urusan agama akan menjadi prioritas paling buncit. Sentimen Agama memang paling gampang diusung untuk "menyokong" sentimen politik. Tak perduli perseteruan politik itu akan semakin memperdalam jurang pemisah dalam Islam. Bagi para Penguasa itu, kepentingan Politik jauh lebih penting daripada Agama.

Tidak dapat dibantah, Islam Indonesia mayoritas "mengaku" mahzab Sun'ni. Dan sebagai negara dengan populasi Islam terbesar di dunia, kedua negara Islam yang bertikai itu, mau tak mau harus menganggap Indonesia penting untuk mendapatkan dukungan. Rebutan pengaruh itu juga terjadi di sini, di Indonesia. Dan seperti biasa dalam dunia Politik di Indonesia, "Money Talks", Uang Berbicara.

Dan jutaan dollar bantuan baik dari dunia Arab maupun Iran, Terutama Arab Saudi, mengalir ke berbagai Institusi keagamaan di Indonesia. Dari sekolah-sekolah Islam, Institut pengembagan Islam, sampai Pesantren2. Duit mengalir dengan deras.
"Nothing is such a free lunch". Tak ada bantuan yang gratis. Bersama bantuan itu, terselip "pesan sponsor".
Dan hasilnya adalah dua file di atas. Semakin besar bantuan yang diberikan, semakin semangat institusi bersangkutan menghina dan mencaci maki Mahzab yang lain. Dan perseteruan politik Arab dan Iran, merubah perseteruan Mahzab Islam Sun'ni dan Syi'ah semakin tidak terjembatani.
Betapa kasihannya Islam.

Dan yang semakin menambah sedih adalah, tingkat pendidikan rata2 ummat Islam di dunia yang masih sangat jauh dibawah rata2, menjadikan perpecahan itu semakin parah. File-file pembodohan semacam dua file di atas sangat cepat meresap dan ditanggapi. Cepat sekali dipercaya. Arab dan Persia yang saling tak mau mengalah, berebut pengaruh, Islam yang porak-poranda.

Pertikaian politik antara dunia Arab dan Iran (Persia), kini semakin menghangat lagi disebabkan program nuklir Iran. Sangat jelas alasannya. Jika program Nuklir Iran sampai berhasil, sudah jelas peta perpolitikan di Timur Tengah akan jungkir balik. Tak akan ada satupun negara Arab yang dapat menandingi Iran. Iran akan menjelma menjadi super power di Timur Tengah. Menjadi pesaing Israel.

Dan sebagai ummat Islam, tanpa membedakan kamu Sun'ni atau Syi'ah, apa pendapat kamu tentang program nuklir Iran? Setujukah kamu atau tidak?
Gue cuma pengen menanyakan sikap Amerika dan sekutu2nya, yang berusaha keras menghadang program Nuklir Iran ini. Tapi kenapa Israel dibolehkan memilikinya? Lantas dimana letak Keadilannya?

Dan program nuklir Iran ini, menambah satu lagi agenda yang memperkeruh perseteruan politik negara2 Islam yg memang sudah keruh. Dan ujung2nya, memperlebar jurang pemisah Sun'ni dan Syi'ah. Memecah Islam semakin parah.

Ketika ribut2 "Wikileaks" beberapa waktu lalu, dimana dokumen2 rahasia dari berbagai negara dibocorkan oleh satu website yg memakai nama "Wikileaks", salah satunya adalah dokumen rahasia Raja Abdullah dari Arab Saudi. Diplomatic cable yang dikirimkan ke Presiden Amerika, yang meminta agar Amerika segera saja menghancurkan semua fasilitas Nukir yang ada di Iran. Entah dokumen ini benar atau tidak, atau memang sengaja dibocorkan untuk memecah Islam agar Iran dan Arab semakin sengit bertikai, yang jelas, pertikaian politik Iran di satu sisi, dan Amerika dan sekutu2nya di dunia Arab, memang sudah tak bisa ditutup-tutupi lagi.
Politik itu memang kejam. Agama cuma tameng omong kosong bagi para penguasa. Ketika Perang teluk berkecamuk antara Iraq dan Iran, yang notabene kedua-duanya adalah Syi'ah, Arab Saudi menyokong habis2an Iraq. Dibantu berjuta-juta dollar. Padahal Iraq itu Syi'ah juga. Musuh dari musuh kamu adalah teman kamu katanya. Iya kan brok? Kenapa Iraq yg dibantu? Soalnya Iraq tidak punya agenda menggulirkan revolusi Islam. Bukan ancaman bagi penguasa Arab. Jadi Politik itu tidak ada hubungannya dengan Sun'ni dan Syi'ah. Iya kan masbrok?

Dan ketika Iraq menginfasi Kuwait, secepat itu pula haluan dunia Arab berubah. Iraq ternyata juga bisa menjadi musuh. Dasar Syi'ah keparat. Dan sentimen Sun'ni dan Syi'ah kembali digalakkan. Arab terbirit-birit menyembah Amerika untuk membantu mengusir Iraq dari Kuwait. Tidak ada hubungannya dengan Sun'ni dan syi'ah. Yang jelas: Musuh dari musuh kamu adalah teman kamu. Agama cuma ilusi idealis orang2 bodoh.

Politik memang kejam. Kekuasaan terkadang memang membutakan. Agama cuma sekedar alat mendapatkan dukungan. Dan yang lebih menyedihkan, ulama2 yang pintar2 itu, yang dicekoki bantuan jutaan dollar, tanpa mendengarkan hati nurani, ikut2an membakar ummat, membelah perpecahan Islam semakin dalam, hanya gara2 biar tetap dapat fulus dari sponsor. Entah itu Sun'ni maupun Syi'ah.

Kenapa Indonesia mau saja terperangkap pada pertarungan politik ini? Jika kamu memang ingin tetap mendapatkan bantuan dari "sponsor" kenapa kamu tidak memakai hati kamu untuk tidak menjadikan perpecahan Islam menjadi issue? Kalau kamu ingin membela Arab, atau membela Iran, bela saja pandangan politik mereka, kamu toh tetap akan mendapat "fulus'? jangan menjadikan sentimen agama untuk jadi alat mempercepat agenda pembodohan kamu. Jangan menjelek2kan Sun'ni atau Syi'ah, tapi seranglah kebijakan poitik negara yang menjadi musuh si pemberi "fulus" kepada kamu. Jangan mempertajam jurang perpisahan Islam ini. Pakai hati nurani kamu.

Dan teman gue nyeletuk, di Indonesia? Pake hati nurani? Dia ketawa terpingkal-pingkal.
Departemen agama itu salah satu departemen terkorup brok. Katanya.
Proyek pengadaan Alquran pun di mark-up. Pemimpin Islam mau pake hati nurani? Mimpi kali lu brok. Katanya.

Dan sulitnya, ummat Islam itu masih banyak yang bodoh. Tidak usah pake marah mengakui itu. Tingkat pendidikan rata2 di dunia Islam masih sangat rendah. Dan kadang-kadang gue merasa, ada kesan pembodohan seperti itu memang disengaja oleh penguasa2 negara bersangkutan. Agar penduduknya tetap bodoh, agar tak bersikap aneh-aneh pada penguasa. Agar kekuasaan tetap langgeng. Dan kebodohan seperti ini, sangat cepat untuk dibakar sentimen agama. Untuk menjadi fatalistic. Membenci segala yang berseberangan dengan keyakinan sendiri, dan sangat cepat menghakimi orang lain sesat.

Dibutuhkan kecerdasan yang cukup untuk menyaring informasi-informasi menyesatkan. Jangan mentang-mentang dia bersorban dan fasih berbahasa Arab, lantas semua yang disampaikannya adalah "sabda Tuhan dan Rasul". Pake otak, jangan begitu saja menerima informasi. Sekali lagi... PAKE OTAK!!!

Pendidikan itu penting! Sangat penting!!
Negara2 Islam Arab dan Iran (Persia) yang berseteru itu, gue tidak ingin membela salah satu negara, karena gue tak punya kepentingan apapun disitu. Kepentingan gue ada pada Islam di Indonesia.
Tapi secara kasat mata, gue hanya ingin mengomentari pendidikan di sana.
Kenapa Iran bisa sampai punya banyak Doktor akhli Nuklir?? Jawabannya, pendidikan mereka mulai maju.

Sementara Arab? Bagaimana pendidikannya brok? Ramadhan libur sebulan.... Idul Fitrie libur 2 minggu.... Musim Haji Libur Sebulaaannn.... Ulang tahun Raja, liburrrr... Hari peringatan pentabalan Raja, liburrrr.... liburrr... liburrrrr broookk....
Diitung-itung belajarnya setahun cuma 8 bulan... coba? Gimana mau pinteeerrr????

Gue tidak ingin ikut campur urusan politik Timteng yang amburadul itu. Sekali lagi kepentingan gue, Islam di Indonesia. Berhentilah saling menjelekkan, Sun'ni dan Syi'ah.
Jika lu pengen tetap dapat bantuan "sponsor", pake hati nurani, jangan mempertajam jurang perpecahan itu, menjadikan sentimen agama menjadi tameng pembodohan.

Jika lu memang punya hati nurani, pelajari Sun'ni dan Syi'ah itu dari sumbernya yang kompeten. Jangan cuma baca dari dokumen2 yang ditulis oleh mahzab lu sendiri. Memang susah, dan membutuhkan dana. Tapi kalau lu memang punya hati nurani, lu seharusnya melakukan itu. Jangan mendengar Info tentang Syi'ah dari sekolah2 di Arab, sudah jelas2 Arab itu berseteru dengan Persia.
Dan jangan mendengar apa Sun'ni itu dari Iran/Iraq, sudah jelas2 mereka berseteru dengan Arab.

Tapi dengarkan Syi'ah itu apa, dari sekolah bermutu di Iran, dari Imam yg memiliki integrias, dan dengarkan apa Sun'ni itu dari sekolah bermutu di Arab, dari Imam yg juga memiliki integrias. Jangan dibalik. Lu pengen tau Syi'ah nanyanya ke Arab, pengen tau Sun'ni nanya ke Iran, yeee sarua jeung bohong eta mahhh bossss..... Mahal? Sulit? Apa gunanya lu jadi pemimpin Islam, kalo bisanya cuma jadi manusia dodol dicekokin fulus jutaan dollar untuk bercerita pembodohan Islam... Mending minggir jadi kyai pak boss... Sekali lagi, bagi gw, Islam itu SATU.... TAK ADA SUN'NI TAK ADA SYI'AH... ONE AND ONLY, ISLAM!!!

Sunday, December 9, 2012

Books Of The Ivory Fractures = Strengths, Weaknesses, and Wisdom

Tak ada gading yang tak retak.
Namun keretakan gading itulah justru yang memperindah citranya.
Bagaikan sidik jari, retak gading tak satupun yang sama.
Menjadikannya ciri tersendiri bagi setiap gading.

Sebagai manusia, seperti gading retak, pasti memiliki kekurangan dan kelemahan.
Dan untuk dapat tumbuh dan berubah menjadi manusia yang bijaksana, dibutuhkan ketetapan hati, untuk dapat menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri, dan juga untuk dapat menerima "retak-gading" setiap orang yang pernah mewarnai hidupmu....
Terutama orang-orang yang kau cintai...
Jadikan "retak-gading" mereka menjadi penguat hidupmu....
I love you babe.... let's grow old together, through  bad n good times.....


Ever Change In Times (Taken from Aretha Franklin's Album, "What You See Is What You Sweat")

These are ever changing times...

I see the clock upon the wall
But it don't bother me at all
These are ever changing times...

And we, ever changing times,
Everything is going so much faster
It seems like I'm Watching my life, and everything I do
WONDERING IF THE DREAMS THAT I BELIEVED IN CAN STILL COME TRUE

Caught in between, it comes back to you and me running out of time,
I'VE GOTTA FIND ME A BETTER UNDERSTANDING...
Everyday keeps forgetting whats mine,
I'VE GOTTA FIND ME A WAY LESS-DEMANDING...
And we're holding on so tight, together, all of our lives.

And I, I had some big idea...
SO MUCH OF MY LIFE , STILL NOT COMPLETED,
Hopes and fears, watching them change, into something new
WONDERING IF I'M GONNA FIND THE ANSWER, LOVING YOU....

All of my life, it comes back to you and me running out of time,
I'VE GOTTA FIND ME A BETTER UNDERSTANDING...
Everyday keep forgetting whats mine,
I'VE GOTTA FIND ME A WAY LESS-DEMANDING...
And we're holding on so tight, together, all of our lives.

I see the clock upon the wall, but it dont bother me at all
These are ever changing times

And we're holding on so tight, together
AND WE'RE GONNA BE ALRIGHT, TOGETHER, ALL OF OUR LIVES...

I see the clock upon the wall, but it dont bother me at all
These are ever changing times...

Saturday, December 1, 2012

BOOKS OF RECONCILIATION - INDONESIA, LET'S STRIVE FOR ONE ISLAM!!

Tidak semua pemeluk Islam adalah orang-orang terdidik dan cerdas, yang memahami apa sebenarnya Mahzab Syi'ah itu, kenapa Islam pecah menjadi Sun'ni dan Syi'ah, bagaimana sejarahnya. Tidak semua pemeluk Islam mengerti dan mempelajarinya. Karena banyak sekali pemeluk Islam yang tak tahu menahu tentang sejarah kekhalifahan dalam Islam. Kita harus mengakui itu.

Banyak yang mengasosiasikan Mahzab Syi'ah sebagai aliran sesat semata, yang justru diawali dari ketidak tahuan akan sejarah panjang Islam.
Memang, tidak bisa dipungkiri ada banyak sekali aliran sesat dalam Mahzab Syi'ah, namun kalau mau dihitung, mungkin akan sama banyak atau malah lebih banyak lagi aliran sesat dalam Mahzab Sun'ni. Jadi kepada orang-orang Islam Indonesia yang merasa pintar dan cerdas, atau pemimpin-pemimpin agama Islam yang pandai-pandai itu, cobalah jangan membakar dan menyulut kemarahan pada ummat, memberikan pembodohan, bahwa semua Syi'ah itu sesat.
Setidaknya, dalam sepengetahuan gw, Tiga Aliran utama, paling dominan dan paling besar dalam Syi'ah itu bukanlah aliran sesat, melihat dasar ajaran dan pedoman yang mereka punya.
Gw tidak ingin membahas masalah agama, fikih, syariah, akidah dan sebagainya. bagi gw itu urusan para pak Ustadz dan pak Kyai deh.
Tapi selama pijakannya adalah Satu Allah, Rasul Muhammad, dan Kitab Suci Alquran, bagi gw itulah aqidah utama. Masalah Imam dan Hadist itu Khilafiyah. Bahkan sesama Sun'ni sekalipun pertentangan dalam Hadist dan Imam banyak terjadi. Jadi jangan itu dijadikan Alasan Mengharamkan Syi'ah.

Dan jangan juga orang-orang sok pintar itu, yang sebenarnya tak tahu sama sekali Syi'ah itu apa, menyulut massa dengan mengatakan semua Syi'ah itu sesat. Syi'ah yang mana dulu om? Aliran Sun'ni juga banyak yang sesat.

Gw dan teman-teman gw bukan Syi'ah, tapi kita juga tak mau mengaku kita Sun'ni, karena bagi kita Islam itu satu. SATU. Sebab Rasul hanya mengajarkan SATU Islam. Tidak ada Sun'ni dan tidak ada Syi'ah pada pengajaran Rasul.

Gw dan semua teman-teman gw, selalu bermimpi, alangkah indahnya, jika pertikaian sejarah antara Sun'ni dan Syi'ah itu bisa dihapus, atau setidaknya dijembatani. Dan Islam itu kembali menjadi SATU, seperti di jaman Rasulullah. BETAPA INDAHNYA.

Bisakah Indonesia yang memulainya? Menjadi contoh bagi seluruh dunia Islam, bahwa Sun'ni dan Syi'ah itu bisa bersatu padu dalam kesatuan yang solid? Sesolid Islam dijaman Rasul?
Lupakan semua kepahitan ribuan tahun yang lalu. Yang sebenarnya Islam Indonesia tak terlibat langsung didalamnya.

Kalau rekonsiliasi ini ingin dimulai dari dunia Arab, terus terang mungkin akan sangat susah. karena masih sangat banyak tokoh-tokoh penting agama di sana, yang mengaku turunan Ali, atau turunan Muawiyah. Yang masih merasa terlibat langsung dengan pertikaian ribuan tahun lalu itu.

Namun orang-orang Indonesia, tak pernah terlibat secara langsung dengan itu semua. Kenapa kita tidak memulai rekonsiliasi itu kawan?
Tutup buku sejarah penuh kegelapan itu. Lupakan pertikaian berdarah-darah ribuan tahun lalu itu. Orang-orang pintar Islam Indonesia, pemimpin-pemimpin ummat di Indonesia, stop menceritakan sejarah yang dibumbui dongeng manusia "malaikat" dan "setan" dan kebohongan penuh pembodohan tentang sejarah Islam, yang menjadi asal muasal perpecahan itu, baik tokoh Sun'ni maupun Syi'ah.
Stop berkutat dan bertengkar mengenai sejarah gak penting ribuan tahun lalu itu.
Yang mungkin bagi banyak orang sudah basi.
Urusan siapa benar Ali kah, Umar kah, ustman kah, Muawiyah kah, tutup sampai disini.
Biarkan itu semua menjadi kenangan masa lalu bagi kejayaan Islam di masa depan...

Stop saling menghina dan mencaci maki. Padahal kita orang-orang Indonesia yang adu otot berdebat mengenai kebenaran sejarah Islam itu sendiri tak terhubung langsung dengan tokoh-tokoh yang diperdebatkan.
Beda dengan di Arab sana, mereka yang berkelahi di sana, masih mengaku keturunan Langsung dari tokoh-tokoh yang mereka ributkan.
Bisakah kita melakukan itu? Tidak saling mengumpat dan menghina? Tapi bahu membahu memajukan Islam?

BISAKAH INDONESIA MELAKUKAN REKONSILIASI ITU? DIMULAI DARI PARA PEMIMPIN UMMATNYA?
ATAU GW DAN TEMAN2 GW TERLALU NAIF DAN HANYA MIMPI DI SIANG HARI BOLONG?

Kalau Indonesia bisa melakukan itu, keluar dari kebuntuan dan kebodohan perpecahan Islam ini, mungkin Indonesia bisa menjadi contoh bagi dunia Islam keseluruhan. ISLAM ITU MEMANG SATU.

Sebab gw yakin, sebagai negara berpenduduk Islam paling banyak, Indonsia dimasa depan dapat melakukan banyak hal bagi dunia Islam. Bahkan mungkin menjadi panutan bagi seluruh dunia Islam. Lokomotif bagi pembaruan Islam.

Mudah-mudahan gw dan sohib-sohib pengajian gw, bukan sekedar bermimpi.
Dan mudah-mudahan Allah yang Maha Rahim, mendengar do'a kita semua. Dan mudah-mudahan, para pemimpin ummat di Indonesia itu tergerak hatinya, untuk menyerukan rekonsiliasi, bahwa Indonesia itu hanya mengenal SATU islam. Tak ada Sun'ni tak ada Syi'ah. Hanya ada Islam. Amin ya Robbal Aliman.

Indonesia, mari kita berjuang untuk satu Islam...!!!


Catatan kecil:
Teman gw nyeletuk di BBM,... wooallaaa brokk, mimpi lu ye? wong PKS, PAN, PKB, PPP aja gak bisa nyambuunngg... mau ngarepin Sun'ni dan Syi'ah berpelukan? Gih, berenang dulu kelaut Mati..... katanya.

Jiah, namanya juga usahee yee masbrayyyy...??

Books Of Karbala Massacre : When Kingdom Of God is being betrayed....

Membaca blog sobat gw dibawah ini, mengenai agama dan mahzab yang benar, gw serasa berdebat kembali dua minggu lalu dengan teman2 yang lain mengenai hal yang sama.
Karena ini blog bareng2 dan rame2, gw terpanggil untuk menyuarakan pikiran gw ya brow. Bebas aja kan? Kekekeke...
Biar yang baca juga tau kalo kita itu bukan pengikut asal ngesot buat mahzab sun'ni maupun Syi'ah. Buat kita, ISLAM ITU SATU, TIDAK ADA SUN'NI DAN TIDAK ADA SYI'AH... Bagi kita dua2nya punya unsur kebenaran dan kesalahan.

ISLAM IS ONE AND ONLY, ISLAM, Yang tuhannya Allah, dan Rasulnya Muhammad... Tidak pernah ada Sun'ni dan Syia'ah....

Bibit perpecahan dalam Islam sesunghunya, sudah dimulai jauh sebelum jaman Khulafau Rashidin menjadi khalifah dalam Islam. Perseteruan antara Bani Hasyimi dan Bani Muawiyah, sudah berdarah-darah jauh sebelum jaman Rasul Muhammad menyiarkan Islam.

Dan sulitnya, sangat susah mencari sumber informasi yang kompeten dan objective bagi kebenaran sejarah Islam setelah wafatnya Rasul ini, dan digantikan oleh kekhalifahan berikutnya. Yang menyebabkan Islam terpecah-pecah. SANGAT SUSAH!!!

SEMUA PEWARI SEJARAH yang bertutur itu, selalu memiliki sudat pandang yang diwakili mahzabnya masing-masing. Bila dia seorang Sun'ni maka dia akan bertutur demi kebaikan Sun'ni. Dan bila dia Syi'ah maka dia akan bercerita demi kebaikan Syi'ah.

Yang menjadi bingung, adalah kita-kita, penganut Islam ini, yang tak ingin dipusingkan dengan perebutan politik di pusat kekuasaan Islam jaman baheula beribu-ribu tahun yang lalu. BERIBU TAHUN BROW, BAYANGKAN...
Pengikut Islam yang ingin beribadah dengan benar, atas nama Allah, Qur'an, dan RasulNYA...

Sama seperti teman gw dibawah, gw tidak ingin membahas sejarah yang panjang berdarah-darah itu. Dimana Syi'ah membela sudut pandangnya dengan keras kepala, dan Sun'ni juga membela sudut pandangnya tak kalah keras kepalanya.

Bila kamu ummat Islam yang merasa cerdas dan berotak membaca sejarah yang ditulis pewari akhli sejarah (akhli lho brok) dari kedua kubu, kamu akan menemukan berbagai kejanggalan diantara kedua sudut pandang itu. Semua membela pahamnya masing-masing.

Dan pusingnya lagi, karena sejarah yang dituliskan itu menyangkut berbagai sosok yang dimuliakan dalam agama Islam, kadang-kadang informasi yang disampaikan pun menjadi seperti dongeng-dongeng agama. Tak punya nalar dan pijakan membumi sama sekali. Semua berdasarkan asumsi dan pendapat personal si penulis, yang kadang2 tidak membumi dan tidak rasional sama sekali.
Seakan-akan, karena semua yang bertikai itu adalah orang-orang dekat yang mulia Rasul, maka mereka tak pernah membuat salah sedikitpun. Seakan-akan semuanya MALAIKAT yang tak punya salah.
Sementara kita tau, siapa pun yang bertikai itu, mereka semua adalah MANUSIA BIASA, YANG TAK LUPUT DARI KESALAHAN. sedekat apa pun hubungan mereka kepada Rasul.
Pakai otak dan logika cepat aja deh, kalau mereka-mereka yang bertikai itu adalah malaikat yang tak punya salah, tidak mungkin Islam akan pecah sehebat itu kan?
Jadi cobalah berpikir rasional, menyampaikan info yang benar, tanpa dibumbui cerita dongeng dan pendapat pribadi yang menyesatkan. Sampaikan apa adanya, kenapa seh? Susah brok, jawab teman gw, takut dicap murtad...kekekeke...

Sebagai ummat Islam yang sedang mencari kebenaran, bila kamu baca sejarah yang menceritakan perseteruan kedua mahzab itu, ada dua hal yang teramat jelas bisa dibedakan:

1. Bila itu pewari sejarah Sun'ni, maka penyampaian sejarah pertikaian itu akan menjadi "dongeng" malaikat. Semua yang bertikai adalah "malaikat-malaikat" tak punya dosa, sahabat-sahabat Rasul, yang semuanya tidak punya ambisi, niat, dan keinginan jelek. Semuanya mendapat "Restu Allah" dan semua kejadian sejarah penting, seperti terbunuhnya Khalifah Ustman, adalah takdir Allah, tanpa "dibumbui keinginan politik kekuasaan" dari siapapun.
Dan kamu sebagai ummat yang benar-benar ingin tahu, tanpa niatan untuk menghakimi, akan mengerutkan dahi membacanya. Apalagi kamu yang tebiasa dengan ilmu politik dan kekuasaan semacam Machiavelli. Selamat menjadi bingung deh. Pelaku politik kekuasaan di jaman itu, semuanya malaikat.. yang tak punya ambisi, tak punya niat jahat, dan tak kenal intrik politik. jadi semua peperangan yang berdarah-darah itu, jutaan nyawa ummat Islam yang hilang, semua karena perang para "Malaikat" yang sedang bermain "perang-perangan". Bingung kan lu brok?

2. Bila pewari sejarah itu adalah mahzab Syi'ah, maka kamu akan menemukan segala macam bentuk "setan" dan sumpah serapah kepada orang-orang yang dulu ikut berjuang dengan Rasul itu. Yang seharusnya dapat disampaikan lebih objective. Dan kamu akan lebih lagi mengerutkan kening membacanya. karena Islam mengajarkan hal-hal yang baik, namun kamu dipaksa untuk membenci orang-orang beribu tahun lalu, yang bahkan kamu sendiri sudah tak terlalu memusingkan lagi, selain ingin beribadah pada Allah.
Kamu yang terbiasa mendengar Islam itu sebagai agama yang santun, selamat menjadi bigung, membaca sumpah serapah kepada tokoh-tokoh Islam yang banyak diagungkan itu. Bahkan gw sendiri menjadikannya suri tauladan.

Bingung kan broookk? Kita semua memang bingung! Semua hanya gara-gara perebutan kekuasaan beribu tahun yang lalu.

Kalau kamu sama seperti kita sedang mencari kebenaran sejarah itu (BUKAN SOAL MAHZAB MANA YANG BENAR YA? SEBAB KALAU MENGENAI ITU BUAT KITA SUDAH JELAS JAWABNYA, MAHZAB MANA YANG BENAR) pasti kamu akan sama bingungnya dengan kita. Karena percayalah, info yang jelas, objective, dan kompeten, sangat sulit diperoleh. Apalagi penulis sejarah Orientalis Islam itu..?? Wuuuuuhhh.... sudah jelas agendanya toh?

Rasanya memang sulit menuliskan sejarah yang objective, sebab seobjective apapun itu, pasti kedua mahzab akan mengkritiknya dari sudut pandang masing-masing. Sama keras kepalanya.

Pergesekan itu sudah dimulai ketika Abu Bakar ditunjuk sebagai Khalifah pertama menggantikan Rasul. Para pengikut Ali sudah mulai protes, karena mereka percaya, kekhalifahan itu "exclusive" hanya diberikan kepada Ahlulbait (Keluarga Nabi). Dan menurut kita exclusivitas itu memang perlu dipertanyakan. Apalagi Ali itu hanya menantu dan Keponakan Rasul.

Digantikan oleh Umar, pergesekan itu kian tajam. Kemudian diikuti pembunuhan Umar, yang cerita sederhananya dilakukan oleh seorang budak yang disakiti hatinya oleh Umar. Ini pembunuhan politik pertama dalam sejarah penuh darah Islam. Dan bisa kah kamu sebagai orang yang berotak dan cerdas menerima alasan pembunuhan politik sehebat ini hanya karena dilakukan oleh seorang hamba sahaya yang sakit hati? Tidak ada aktor cerdas dibelakangnya? karena semua tokoh yg bertikai saat itu adalah "malaikat", jadi tidak mungkin "malaikat" punya ambisi politik buat menyingkirkan Umar. Pasti itu benar hanya karena si dungu budak Majusi itu sakit hati pada Umar? Bisakah kamu menerima alasan senaif itu? Misteri pembunuhan ini, tetap tinggal misteri hingga kini.

Dan pemberontakan terhadap Ustman ketika dia menjadi Khalifah, dan misteri dibalik pembunuhannya, yang hingga kini juga tak terpecahkan. Kalau pada bagian ini, semua mahzab baik Syi'ah dan Sun'ni, akan bercerita sama "kisah malaikat", tidak ada yang punya kepentingan politik untuk membunuh Ustman. Jadi menurut mereka semua, kematian Ustman hanya tragedi. Semua pelaku sejarah tersebut adalah 'Malaikat" yang tak punya ambisi kekhalifahan.
Meskipun kalau kamu membaca sejarahnya dan mengikuti perkembangan selanjutnya, hingga sampai ke perang Shiffin dan Perang Jamal, kamu pasti bisa menarik kesimpulan sendiri mengenai kejadian itu. Namun karena yang terlibat adalah orang-orang atas angin mendekati "Malaikat", maka sebaiknya kamu tutup mulut kamu dan simpan bagian itu buat kamu sendiri.
Dan kematian Ustman pun hingga kini tinggal misteri.

Dan puncaknya adalah dalam perang Karbala. Ketika beberapa cucu Rasul, anak-anak Ali, dibantai dalam perang ini. Perang yang benar-benar berat sebelah. Apapun alasan pembelaan yang diberikan oleh pewari sejarah Mahzab Sun'ni mengenai alasan perang ini, bagi gw, inilah perang yang memang diniatkan untuk menghabisi sisa-sisa kejayaan RasulAllah. Perang yang penuh dendam, intrik, tipu daya, fitnah, dan ambisi pribadi. Terimalah itu. Yang berperang tetap manusia biasa, bukan Malaikat.

harus diakui, Muawiyah bin Abu Sufyan itu adalah seorang politikus ulung. Politikus yang jauh lebih unggul daripada Ali, dalam adu strategi politik. Itu harus diakui.
Ketika Ali menjadi Khalifah, dan Muawiyyah menjadi Gubernur di Syam (Syria/jordan sekarang ini), keunggulan itu sudah bisa dirasakan.
Keengganan Ali untuk mengungkap misteri dibalik pembunuhan Ustman, (perlu dicatat Ustman itu adalah paman Muawiyah) dilanjutkan dengan niatnya mencopot Muawiyah dari jabatan Gubernur Syam, diikuti dengan perang Syiffin, menjadikan Muawiyah seakan-akan menjadi orang yang benar-benar dizalimi.

Hampir sama seperti keadaan Presiden kita sekarang SBY, yang mendapatkan simpati masyarakat luas, karena dianggap dizalimi oleh Megawati. Atau wakil gubernur yg naik daun mas Ahok, yang dianggap dizalimi Rhoma Irama/Islam. Mendapat simpati masyarakat luas.
Begitu juga Muawiyyah yang menuntut keadilan dalam kematian pamannya Ustman, dan dikalahkan dalam perang Syiffin. Popularitasnya meroket bak kembang api. Orang baik yang dizalimi Khalifah.

Banyak sekali kebenaran sejarah yang sulit diperoleh pada masa-masa penuh darah dalam kekhalifahan Islam itu. Banyak sekali kebenaran yang coba-coba ditutupi, karena semua yang ingin mengetahui kebenaran, khawatir dianggap Murtad dari kedua Mahzab (Baik Sun'ni maupun Syi'ah) apabila menyuarakan kebenaran, karena tokoh-tokoh yang berseteru, banyak yang dianggap "manusia suci" dalam Islam.

Bagi gw, kedua kubu yang bertikai Sun'ni dan Syi'ah punya kebenaran masing-masing, namun juga punya dusta-dusta besar yang coba ditutupi.

Siapa dalang pada kematian Umar dan Ustman?
Apakah sikap Ali yang "kelihatan lemah dan enggan" dalam menegakkan keadilan dengan kematian Ustman dapat dibenarkan?
Mengapa Ali begitu cepat mau menggantikan Ustman? Meskipun konon kabarnya karena dipaksa.
Mengapa Ali begitu ngotot ingin mengganti Muawiyah?
Apa dibalik ribut dan intrik politik ini semua?
Apa pun yang dikisahkan oleh kedua Mahzab yang berseteru, tak bisa ditutupi, pertikaian ini pertikaian manusia biasa, bukan pertikaian Malaikat.
Siapa malaikat dan siapa setannya, hanya Tuhan yang tahu.

Dan benarkah kisah tokoh Misterius Abdullah bin Saba, yang katanya seorang Rahib jahudi yang menyebarkan fitnah dijaman Ustman menjadi Khalifah, benarkah dia ada? Atau benar hanya tokoh fiktif?
Mirip seperti tokoh misterius, Ari dalam perseteruan KPK dan DPR, dan tokoh misterius agen CIA dalam kasus Gayus si pencuri uang negara itu.
Jadi kalau menilik semua kisah itu, berhentilah menceritakan kebohongan bahwa tak ada intrik politik disitu. Permainannya sudah benar-benar politik tingkat tinggi. Perebutan kekuasaan menjadi penguasa sebuah "wilayah" terluas kala itu, bukanlah intrik politik main-main. Bukan permainan suci para malaikat.

Dan bagi kaum Sun'ni, benarkah Aisyah tak punya andil dalam proses pemenangan Muawiyah?
Kita tidak dapat menutupi kenyataan, perebutan pengaruh antara Fatimah dan Aisyah, bahkan kala Rasul masih hidup pertikaian itu memang terjadi. Janganlah menutupi kenyataan itu dengan kepalsuan dan kebohongan sejarah. Sebegitu dalam perseteruan Ali & Fatimah, dengan Aisyah, hal yang coba ditutup-tutupi oleh mahzab Sun'ni, be realistic, mereka semua manusia, bukan malaikat.
Sebegitu dalam dendam dari hasil perang jamal, dimana Aisyah dikalahkan oleh Ali.
Benarkah Pasukan Aisyah bergerak ke Basrah memang untuk mencari perdamaian, logikanya kalau untuk berdamai, buat apa bawa sebegitu banyak pasukan?
Mereka itu tetap manusia, bukan malaikat. Dan banyak sekali penjelasan sejarah Islam yang membuat kita terbodoh-bodoh dibuatnya.
Semua bak Malaikat, tapi semuanya menghasilkan perang. Membunuh sebegitu banyak ummat Islam, yang kedua pihak mengklaim sebagai mati sahid. Malaikat mana yang bisa melakukan itu? Bingung gak brok? Bingung kan?

Apakah yang dilakukan Muawiyah terhadap Husayn dan beberapa cucu Rasul lainnya dalam perang Karbala dapat dibenarkan? Dalam sebuah perang hanya orang bodoh yang bisa menerima kalau kedua belah pihak yang berseteru sama-sama benar. Sama-sama malaikat. Itu adalah dongeng antah berantah. Be realistic!!! Ada ambisi, dendam, dan intrik politik disitu.

Juga tak bisa dipungkiri, dijaman kekhalifahan Muawiyah, pemujaan kepada keluarga Rasul ini pernah secara sistematis coba "diredam" dan dihilangkan, terimalah kenyataan itu. Sama seperti yang dilakukan oleh Politikus2 Ulung terhadap lawan2 politiknya. Soeharto kepada Soekarno, Lenin kepada Tsar Romanov, Teng Sia Ping terhadap Mao Tze tung. peredaman "kehebatan keluarga Rasul" itu baru dikembalikan dijaman Khalifah Abbassiyah, di jaman Khalifah Harun Al Rasyid, ketika Khalifah ini melihat, Riwayat keluarga Rasul yang coba dihilangkan/dikecilkan artinya justru membawa kejelekan bagi Ummat Islam.

Hasil dari degradasi "Pemujaan Nabi" itu masih terlihat sampai sekarang. Coba lihat aja tanda-tandanya sampai sekarang. Gw dan teman2 tidak Ingin memperkeruh suasana. Nanti malah kita dibilang murtad. Malah runyam... hehehehe, pake ajak otak sendiri. Cari-cari info sendiri.

Bagi kita. ISLAM ITU TETAP SATU.
Kalau dibaca semua kutipan sejarah itu, Sun'ni dan Syi'ah sama-sama ada salah, dan sama-sama ada benarnya. Karena memang keduanya bersumber dari agama yang sama, dan dipisahkan hanya gara-gara segelintir orang-orang yang dianggap "malaikat" tapi sebenarnya punya ambisi pribadi sendiri untuk jadi penguasa kekahalifahan terbesar dalam sejarah.
Yang terpenting bagi gw dan teman2 gw, siapapun yang lu yakini sebagai Imam lu, Rasul gw tetap Muhammad, Tuhan gw tetap Allah, dan Kitab gw tetap Alquran.

Gw tak bisa menerima, apapun alasan yang lu kasih, untuk membenci Kulafau Rashidin, orang-orang yang sungguh berjasa dalam Islam. Sebesar apapun kesalahan mereka dalam menjadi khalifah. Gw tak akan bisa membenci mereka. Apalagi sampai meludahi dan menuduh mereka Setan.
Gw tak bisa menerima mahzab yang membenarkan menyebar kebencian pada ummatnya tentang sahabat-sahabat terbaik Rasul ini.

Dan gw juga tidak bisa menerima, apa yang dilakukan oleh Muawiyah kepada keluarga Rasul, sebesar apa pun jasa Muawiyah kepada Islam. Gw tak bisa menerima intrik politiknya yang memang penuh ambisi.

Sebenarnya yang menarik keuntungan dari perseteruan dua Mahzab dalam Islam ini, adalah musuh-musush Islam. Mereka bersorak dan berdendang. Dan kenapa para pemimpin kedua Mahzab ini tidak bisa melihat itu semua?
Sebegitu bodoh kah kita bertikai beribu-ribu tahun, hanya gara-gara ambisi pemimpin Islam Ribuan tahun yang lalu???

Dan kalau mau disentil dengan pahit, buat kelompok Sun'ni, cobalah lihat, negara-negara yang "dekat" kepada "musuh-musuh" Islam itu. Lihatlah!! Lihat Arab Saudi, Lihat Jordania, Lihat Kuwait, Lihat Uni Emerat Arab, Lihat...
Siapa yang berkiblat kepada negara yang dekat kepada "musuh-musuh" Islam itu? Tak usah malu, mereka semua mayoritas Sun'ni.

Dan kalau mau dianalogikan dengan wanita suci yang melahirkan keturunan mulia, seperti yang dituliskan teman gw dalam postingnya dibawah, coba lihat siapa ibu Muawiyah bin Sufyan itu. Ibu yang menurunkan dinasti Muawiyah.

Ibu yang menurunkan Kekhalifahan Muawiyah adalah Hindun. Wanita yang sedemikian terkenal pada jaman penyebaran Islam oleh Rasulullah. Wanita yang paling memusuhi Islam pada jamannya. Wanita yang memakan jantung Hamzah, paman Nabi, pada perang Uhud.
Dan terus terang, sebagai laki-laki, gw percaya pengaruh rahim seorang ibu pada turunannya.
Dan gw tak pernah bisa menerima dan menjelaskan, seorang wanita seperti Hindun, bisa dikatakan menurunkan keturunan seperti Muawiyah yang digambarkan seperti Malaikat oleh Mahzab Sun'ni, "malaikat" yang tak punya ambisi, tak punya dendam, tak punya intrik politik dalam islam.

Buat gw, apapun alasan lu untuk berbohong menutup-nutupi kebenaran sejarah Islam, simpan itu buat diri lu sendiri.
Jangan menambah bingung Ummat.... Lu bilang semua tokoh pelaku sejarah itu adalah malaikat, semua benar, atau semua setan, selain pengikut mahzab lu. Tapi semua yang mereka hasilkan adalah perang berdarah-darah, mengorbankan pengikut-pengikut mereka, jutaan ummat seagama binasa, dan lu semua orang-orang yg mengaku Islam sok pintar, tetap bilang mereka malaikat, mereka sahabat nabi, mereka maksum tak punya dosa?  Simpan saja khotbahmu buatmu sendiri. jangan menambah bingung ummat yang ingin beribadah dengan benar. Simpan khotbah pembodohan lu itu buat diri lu sendiri..

BAGI KITA, ISLAM ITU SATU, TUHAN GW ALLAH, RASUL GW MUHAMMAD, DAN KITAB GW ALQURAN. Berhentilah saling menjelekkan.
Kasihan ummat ini yang terus bertambah bingung.....................

Wednesday, November 28, 2012

nyebelin

yeee.. gw ga ngomong sama situ kok situ yg sewot,, gw kan komen sm yg bikin posting...
loo tu yang bauk... nyebelinn banget..

BACOT!!!

Jangan ngebacot, bauk..!!!!

Komen ga penting..

sesudah nikah dan punya anak perempuan, baru sadar ya masbray, kalo wanita itu bukan sekedar objek birahi... kikikikikkk....
sampe takjub kita para kuntilanak baca postingnya...huhuuu....

BOOKS OF EXCLUSIVITY --- WHO THE HELL ARE YOU TO CLAIM THE THRONE?????

Kemaren kita ada acara ngumpul-ngumpul "paksaan". Semua vampir "dipaksa" ngumpul, tanpa kecuali. Soalnya masalah perseteruan dua sobat kita yg lagi "saling emosi" itu rasanya sudah kelewatan. Sudah kayak perseteruan anak Teka. Ga bakal ada yg mau ngalah kalau ga dipaksa buat ketemuan. Jadi dibuat ketemuan dadakan dan kedua barokokok yg lagi berseteru itu diculik "paksa" dari kantor dan rumahnya. Buat diketemukan. Dan bener aja kan, begitu dua barokokok itu ketemu, dua-duanya langsung ngakak nyebelin. Tapi kalo ga diketemukan, ya bakal diam-diaman aja terooosss.... Namanya juga barokokok penuh gengsi...

Terus salah satu barokokok yg "pundung" karena diledekin barokokok yg satunya, dan jadi ogah gaul dengan kita nanya-nanya mengenai kegiatan kita. Terutama kegiatan pengajian bulanan Vampir/Kuntilanak, yg sudah dilewatkannya, gara2 ogah ketemuan barokokok musuhnya itu.

Terus kita bahas deh diskusi kita minggu lalu diacara pengajian, jadi tambah seru malah, soalnya semua punya pandangan yang bagus2. Salah satu yang menjadi topik bahasan kita adalah mengenai Mahzab Sun'ni dan Syi'ah dalam Islam. Kenapa dua Mahzab ini susah sekali diketemukan. Padahal bersumber dari ajaran yang sama, dan punya Rasul yang sama. Bingung kita....


Kalau kamu ditanya, bagaimana menentukan suatu agama itu benar atau tidak, apa jawaban kamu?
Kamu sebagai orang yang berakal dan cerdas, tentu tidak asal maen comot aja agama yg km punya kan? Tentu kamu punya alasan kenapa kamu memilih satu agama sebagai agama kamu.
Kalau alasan kamu beragama, hanya sekedar ikut-ikutan, hareeee geennneee???? Cuma ikut2an??? Mending mampus aja jadi manusia masbozz. Apa gunanya punya otak masbozz? Kalo masalah agama pun kamu cuma ikut2an....
Atau kalau alasan kamu, karena kamu terlahir dari keluarga dari agama bersangkutan, ya sutraaalaaa
ikut agama bokap nyokap azzzaaa... terus otak kamu itu mau ditaro dimana??? Apa tak pernah terlintas dibenak kamu, benarkah Keyakinan orang tua gue? Benarkah keyakinan gue???
Kalau Ibrahim tidak merenung dan menggunakan otaknya untuk menanyakan hal yang sama, tak akan pernah ada agama samawi, Jahudi, Nasrani, dan Islam.
Jadi kalo kamu mengaku seorang yang cerdas, pake otak ya masbozz buat mikir... jangan cuma ikut2an aja.

Percuma Tuhan mengaruniakan manusia akal, kalo masalah agama yg menghubungkan km dengan Tuhan, justru tak km gunakan. Hanya sekedar ikut2an.
Bagi seorang yang beragama dan yang mengaku cerdas, ada beberapa syarat yang sangat prinsip yang harus dipenuhi oleh sebuah agama, untuk dapat dinilai benar. Prinsip itu adalah:

1. Tuhan yang kamu sembah itu HARUS KONSISTEN. Harus MAHA KONSISTEN.

Bisakah kamu membayangkan Tuhan kamu yang mengaku Maha Dahsyat itu, sebagai sebuah zat yang plin-plan dan klemar-klemer? Hari ini dia bilang dia A, besok dia bilang dia B??
Hari ini dia mikir matahari di bumi bagusnya cuma satu, besok dia mikir matahari di bumi perlu delapan? Bumi pun hangus. Eeehhh, bikin lagi ahhh mahluk baru....Katanya...
Oh iyaaa... alam semesta itu bagusnya penuh ikan, terusss ikan beterbangan diatas kepala kamu.
Eehh, ternyata jelek, bagusnya alam semesta dipenuhi gajah aja, terus ganti gajah berlompatan dirumah kamu.
Oh iyaaa... GUE ingin menjelma jadi mahluk halus, terus Tuhan kamu itu lahir dari perut ketek....
Bisa tidak kamu membayangkan Tuhan kamu seperti itu??????

Prinsipnya sangat simple. Sebagai zat yg layak disembah, Tuhan itu harus memiliki sifat2 KETUHANAN yang tak terbantahkan. KONSISTEN dalam segala hal. SATU kali saja Tuhan yang km sembah itu menunjukkan ketidak KONSISTENAN, itu berarti sifat2 KETUHANANNYA sudah runtuh.Tuhan yg seperti itu (TIDAK KONSISTEN) tidak lagi layak disembah. Sebab bagaimana mungkin DIA mampu mengatur semesta yang sedemikian konsisten, bila DIA sendiri tidak konsisten dengan sifat2nya?? Iya kan?

Jadi kalo TUHAN kamu mengatakan DIA MAHA BENAR, tapi DIA kemudian berbohong, itu artinya dia bukan TUHAN.
Kalo dia bilang, dia MAHA TAK TERBATAS, tapi kemudian dia bisa "wujud dan nongol" di bumi (SEBUAH TEMPAT YANG AMAT SANGAT TERBATAS), dan jalan-jalan ke mall, makan-minum layaknya manusia, dia bukan Tuhan lagi, sebab Dia sudah tak konsisten lagi dengan sifat2 KETUHANANNYA.

Kalo Tuhan km bilang dia MAHA ADIL, dan DIA kemudian mencipta DUA gender, laki-laki dan wanita, kemudian Tuhan kamu mengaku dia adalah LAKI-LAKI, artinya Tuhan seperti itu sudah TAK ADIL lagi. Sudah tak konsisten lagi dengan sifat2 ketuhananNya. Karena wanita akan selamanya menjadi gender buangan. Sedalam apapun kamu menjelaskan keadilanNYA sebagai laki-laki yang menciptakan gender selain gendernya sendiri. Gue dengan otak gue tak akan pernah bisa menangkap dimana esensi keadilannya. Karena wanita akan selamanya menjadi Gender kedua. Karena Tuhan kamu laki-laki.

Intinya, SATU KALI SAJA ada ketidak konsistenan dalam sifat2 Tuhan kamu. Bagi gue, Tuhan seperti itu sudah TIDAK LAGI LAYAK DISEMBAH. PAKE OTAK YA MASBROK... PIKIIIRRR....


2. Erat kaitannya dengan prinsip pertama di atas, agama yang benar, HARUS DAPAT DITERIMA DENGAN AKAL SEHAT.

Kalo agama yang gue anut tidak bisa diterima dengan akal sehat??? Prrreettttt.... ke laott aja masbrok. Kalo agama gue penuh dongeng antah berantah sahibul hikayat konon kabarnya, dan didukung pula dengan indoktrinasi ketat, kelaottt aja ya masbroookk.....

Gimana gue bisa menerima satu agama yang Tuhannya adalah Monyet, Babi, dan Sapi???????????
Masak gue sebagai manusia lebih rendah dari Monyet, Babi, dan Sapi....???????
Otak loh dimana masbrok????? Didengkul??????
Bagaimana mungkin gue bisa menerima Tuhan gue BANYAK????? Dan bisa berperang????? Bagaimana gue mengambil hati Tuhan-Tuhan yang banyak itu??? Gue berdoa ke yang satu, yang satu ngambeg, terus sawah gue dikutuk dihabisin tikus dan hama wereng.... Otak loe dimana masbrok? Dikaki??????

Tapi penggunaan "akal sehat" ini pun memang ada batasannya. Untuk tingkat awal, sebagai "PENYARING KASAR", akal/otak memang diperlukan. Karena bagaimana mungkin kamu bisa masuk "lebih dalam" lagi kepada philosophy agama yang paling fundamental, bila diawal saja ajarannya sudah "tak masuk akal"?

Untuk tahapan yang lebih lanjut dan advance, akal memang tak akan mampu lagi menjelaskan "eksistensi" Tuhan. Karena bila eksistensi DIA YANG MAHA TAK TERBATAS, bisa dijelaskan oleh akal/otak manusia yang TERBATAS, DIA justru mengingkari prinsip pertama tentang kebenaran sebuah agama. TUHAN YANG KONSITEN. Bagaimana mungkin akal/otak yang terbatas "menembus" eksistensi KETAKTERBATASAN? KETAKTERBATASAN harus didekati juga dengan KETAKTERBATASAN. Bukan AKAL/OTAK yang terbatas. Jadi mau atau tidak, sukarela atau terpaksa, bila kamu ingin menemukan kebenaran itu, setelah menyaring semua pertanyaan awal dengan Akal/Otak kamu, kamu harus menggunakan "sesuatu" yang lebih dalam dari akal. Mata Hati kamu. Kalbu kamu. Inti dari jiwa kamu. Yang gue percaya merupakan karuniaNYA. Untuk tingkat lanjut pemahaman "eksistensi" Tuhan, hanya itulah satu2nya cara untuk dapat mendekatiNya YANG MAHA TAK TERBATAS, sebab sesulit apapun itu kelihatanya, DIA YANG MAHA TAK TERBATAS, HARUS TAK MENGINGKARI SIFAT2NYA ITU. DIA harus konsisten dengan sifatNYA yang MAHA TAK TERBATAS.
Jadi pake otak ya masbrok.... PIIKKIIRRRR......



3. Agama yang benar, harus bersifat TERBUKA dan INCLUSIVE, tidak bersifat TERTUTUP dan EXCLUSIVE.

Gue tidak bisa membayangkan agama gue sebagai agama yang sangat EXCLUSIVE. Agama yang hanya orang2 tertentu saja yang bisa mencapai "derajat" tertentu. Hanya orang-orang "pilihan" yang bisa masuk didalamnya. Agama exclusive adalah agama yang "Hypocrite", agama orang-orang munafik. Sebab exclusivitas hanyalah milik Tuhan semata. Tak ada seorang/seekor/sebuah mahluk pun yang layak memiliki "exclusivitas" terhadap agama Tuhan.

Bisakah kamu membayangkan "kemarahan" suku bangsa Jahudi kepada Tuhan?
Itulah sebuah kesombongan. Yang harus dibayar sangat mahal oleh suku bangsa Jahudi.
Kesombongan mereka menjadikan agama dan suku mereka menjadi sesuatu yang sangat "exclusive".
Jahudi adalah SATU-SATUNYA agama, yang juga sekaligus merupakan suku bangsa dan bahasa.
Tidak ada contoh paling konkrit mengenai agama exclusive, selain agama Jahudi.
Bisa kah kamu membayangkan sebagai orang non Jahudi, memeluk agama Jahudi? Dimana tempat kamu?
Bisakah kamu menjadi orang tertinggi di komuni mereka? Almost implaussible.

Hampir seluruh Nabi dalam agama samawi terlahir dari trah Jahudi. Dulu mereka benar-benar "anak kesayangan" Tuhan. Dan tanda-tanda mereka pernah menjadi "suku bangsa kesayangan Tuhan" masih tetap terlihat hingga kini. Tapi mengapa Tuhan meninggalkan mereka?
Kalau mau membaca kisahnya, baca saja di kitab2 suci Nasrani dan Islam. Biar jelas duduk perkaranya.
Bangsa Jahudi merasa "dikhianati" oleh Tuhan, karena ternyata Messiah yang dijanjikan itu tidak terlahir dari suku bangsa mereka. Nabi terakhir yang dijanjikan itu pun, tidak terlahir dari Bangsa mereka. Dan mereka berbalik memusuhi segala yang diwahyukan oleh "Tuhan mereka dulu". Tetap bergeming kepada apa yang mereka punya, yang dulu bahkan mereka dustakan juga. Tapi kemudian mereka pungut kembali, ketika Isa terlahir dan "mewartakan" new testament (Perjanjian yang diperbaharui antara Tuhan dengan seluruh Bangsa Jahudi). Tapi Bangsa Jahudi enggan menerimanya, karena yg mewartakan "tidak jelas keturunannya" apakah Jahudi atau bukan.

Suku bangsa Jahudi tidak bisa menerimanya. Karena mereka sadar kesombongan mereka telah menyebabkan Tuhan mereka berpaling dari mereka. Dengan, menurunkan seorang Nabi, yang bukan keturunan seorang Laki2 Jahudi. Mereka tidak bisa menerima kenyataan itu.
Itu sebenarnya sudah sebuah tanda2 dari Allah. Sebuah peringatan dari Tuhannya Ibrahim, Tuhan suku bangsa Jahudi, bahwa kelak Nabi terakhir tidak akan terlahir dari Suku Bangsa mereka. Dan itu membuat mereka menjadi lebih marah lagi. Jahudi merasa "dikhianati" oleh Tuhan mereka sendiri.

Siapa yang dapat mengalahkan Tuhan yang Maha Tak Terbatas? Apalagi hanya sebuah suku bangsa? Kesombongan mereka menjadikan agama Jahudi menjadi agama yang sangat Exclusive. Agama hanya untuk bangsa mereka sendiri. Gue tidak bisa membayangkan diri gue yang bukan orang Jahudi, bisa memeluk agama yang sedemikian exclusive. Dimana tempat gue brookk didalam situu????
Piiikkiiiirrr ya brrookkk pake otak......

Tuhan itu harus bisa diakses oleh siapapun, bangsa apapun, kapanpun, dimanapun, dan apa pun warna kulitnya.
Jadi kalau ada agama yang memproklamirkan diri hanya dapat dianut oleh suku bangsa berkulit putih (Klux Klux Clan contohnya) itu jelas-jelas menyalahi aturan kebenaran agama. Sebab Tuhan tidak pernah memandang mahluk dari warna kulitnya, tetapi dari ibadah dan hatinya.

Dan gue lebih bingung lagi, kalau ada sebuah agama yang demikian exclusive, mengclaim Tuhan itu bergender laki2. Bila Tuhan memiliki gender, artinya Tuhan yang seperti itu SUDAH TAK TERBATAS LAGI.
Sudah TIDAK KONSISTEN dengan sifat2 ketuhananNYA yang TAK TERBATAS. Bagaimana mungkin Tuhan yang kalau mau, bisa menciptakan seribu gender, sejuta gender, semilyard gender, namun MEMBATASI dirinya sendiri untuk memilih gender laki-laki2???? Bagaimana mungkin??? Katanya Dia Maha Tak Terbatas??? Lha kok malah membatasi diri jadi laki2????? Padahal DIA bisa menciptakan seribu, sejuta, bahkan setrilyun gender?????

Sedemikian exclusive kah gender laki-laki itu? Sehingga Tuhan mengclaim diriNya sendiri sebagai laki-laki?
Wanita dalam banyak agama memang menjadi gender yang difitnah. Gender terbuang kelas dua.
Seluruh kesalahan dalam banyak agama selalu ditimpakan kepada gender yang "difitnah" ini.
Tuhan adalah laki-laki, dan dosa pertama harus jatuh kepada wanita, karena wanitalah yang digoda setan untuk membujuk Adam memakan "buah larangan".
Sebegitu pengecutkah laki-laki yang mengaku sebagai gender Tuhan itu, untuk mengakui kesalahannya? Dan menimpakan kesalahan kepada wanita? Sebegitu bodohkah laki-laki, sehingga dengan gampang terbujuk gender kelas dua seorang wanita? Logika gue buntu boookkk.....
Dan begonya lagi, semua wanita menerima aja gendernya difitnah sebuah agama besar semacam itu.
Gue tidak akan bisa menerima sebuah agama, yang menghina gender IBU gue sebagai gender kelas dua.
Agama yang gue percaya, harus mampu menempatkan wanita itu pada kodratnya.
Hawa itu wanita super suci, yang mengikuti apa kata suaminya, bahkan ketika diajak suaminya mengingkari Tuhan, dia menurutkan apa kata imamnya. Jadi stop menghina gender ibu gue. Stop memfitnah wanita mulia yg menjadi ibu sekalian ummat itu, sebagai segala sumber maksiat.
Dalam kitab suci yang gue percaya, tak sekalipun Setan berbicara pada Hawa. Setan selalu berbicara pada Adam, dan memang sepatutnyalah begitu. Karena Adam itu seorang pemimpin cerdas, bukan seorang bodoh yang terbujuk rayu godaan seorang wanita, yang konon kabarnya gender kelas dua.
Stop menceritakan dongeng penuh fitnah dan tipu daya seperti itu. Hawa yg menjadi ibu segala manusia itu ADALAH SEORANG WANITA MULIA...

Dan gue lebih bingung lagi, kalo ada wanita yang mengaku berakal, berotak, dan cerdas, percaya dan manut baeeehh dengan indoktrinasi gender seperti itu. Bahwa gender laki2 lebih hebat dari gender wanita, sehingga Tuhan lebih memilih untuk jadi laki2. Tuhan adalah laki2. Otaknya ditaro dimana mbaksistaaahh....??????? Di rambut????? PIIKKKKIIIRRR...........
Tidak ada exclusivitas gender semacam itu dalam agama yang benar. Tuhan itu harus berdiri DIATAS segala gender, bahkan gender ke sejuta ciptaanNYA. TUHAN HARUS BERDIRI DI ATAS SEGALA GENDER, agar dia tetap konsisten dengan sifat2nya yang MAHA ADIL DAN TAK TERBATAS.

Sekali lagi, exclusivitas itu hanya milik Tuhan semata. Tak ada satu pun mahluk/manusia/bangsa/gender yang dapat mengclaim exclusivitas semacam itu. Hanya Tuhan yang memilikinya.
Adam itu inclusive dengan Hawa. Tak pernah Adam berdiri sendiri secara exclusive. Tanpa Hawa, missi Tuhan tak kan pernah tercapai. Jadi stop memfitnah kemuliaan IBU SELURUH MAHLUK CERDAS itu.


Exclusivitas jenis lain yang hampir-hampir sama pongah dan sombongnya dengan exclusivitas gender di atas, adalah, exclusivitas garis keturunan. Bahwa hanya garis keturunan tertentu yang mendapatkan "restu" dari Tuhan untuk menjadi pemimpin agama bersangkutan. BETAPA SOMBONGNYA!!! DAN BETAPA BODOHNYA!!!

Hidayah dan karunia itu exclusive milik Tuhan semata. DIA berhak dan memiliki hak prerogative mutlak untuk memberikan hidayah dan karuniaNYA kepada siapapun yang dia kehendaki.
Jika Hidayah dan Karunia itu memang mutlak berdasarkan keturunan, maka tak kan pernah ada kisah Nabi Nuh memiliki istri dan putra yang mengingkari Tuhan.

Maka tak kan pernah ada kelahiran Isa yang mukzizat, karena Jahudi mengclaim seluruh Nabi harus dari Bangsa mereka.

Maka tak kan pernah ada kisah Luqman, sebuah keluarga "biasa-biasa yang bukan keturunan Nabi dan bangsawan, yang dimuliakan Tuhan sedemikian rupa.

Maka tak kan pernah ada kisah wanita bekas budak berkulit hitam jelek buteq namun memiliki hati sedemikian mulia, yang ditinggikan Tuhan derajatnya untuk melahirkan Ismail.

Maka takkan pernah ada kisah terhebat, seorang Nabi buta huruf yang terlahir menjadi seorang Rasul penutup.

Jikalau anda percaya hidayah dan karunia itu hanya untuk segelintir keturunan "exclusive", maka dunia ini akan menjadi sangat sempit bagi Karunia Tuhan.

Dan itulah yang terjadi pada Syi'ah. Yang mengclaim "exclusivitas" hanya keturunan Ali yang berhak meneruskan kekhalifan dalam Islam. BETAPA SOMBONGNYA!!!

Ali itu hanya menantu Rasul, gue tidak dapat membayangkan seandainya Nabi memiliki anak laki-laki. Rasul Muhammad sebelumnya memang memiliki beberapa anak laki-laki, namun semua meninggal saat masih kecil. Dan sampai akhir hayatnya, beliau hanya memiliki keturunan perempuan.
Dan gue percaya itu sudah takdir dan kodrat Allah. Karena gue tidak dapat membayangkan seandainya Rasul memiliki anak laki-laki. Menantunya saja sudah dimuliakan sebegitu rupa. Apalagi anaknya???

Gue tidak ingin mendebatkan kisah cruisial saat-saat wafatnya Rasul. Kisah pedih dalam islam yang hingga kini menorehkan luka teramat dalam. Claim kekhalifahan untuk pertama kali, yang mengantarkan Abu Bakar sebagai Khalifah pertama. claim yang dianggap kaum Syi'ah hingga kini sebagai Kudeta tidak sah akan hak Ali sebagai penerus kekhalifahan.
Hingga kini "ribut" politik disaat meninggalnya Nabi itu, serasa sangat tak terjembatani.
Menimbulkan perang antara suku-suku yang bertikai. Walau akhirnya perang itu dimenangkan Muawiyah, Perrpecahan itu sudah tak dapat dipertahankan. Islam terpecah menjadi Sun'ni dan Syi'ah.

Gue tidak ingin mempermasalahkan kenapa ribut politik itu sampai terjadi. Gue hanya ingin mempermasalahkan kebenaran sebuah mahzab dan agama.
Jika kamu memeluk sebuah agama, dan pemimpin agama kamu mengklaim hanya keturunannya lah yang pantas menjadi pemimpin agama tersebut, mengclaim bahwa hanya keturunan merekalah yang pantas mendapatkan anugrah dan hidayah tertinggi dari Tuhan, percayakah kamu dengan kesombongan seperti itu?

Bila itu urusan duniawi, dan kamu mengklain tahta kekaisaran Indonesia hanya untuk keturunan Sukarno atau Suharto, ya monggo silakan saja...sutralaaa itu urusan dunia.
Tapi untuk agama? Untuk urusan dengan Hidayah Tuhan? Siapa elu mengclaim diri dan keturunan lu adalah yang paling hebat dan yang paling pantas mendapatkan hidayah Tuhan? SIAPA ELUUU?????

Ibrahim dan Muhammad sekalipun, tak pernah menclaim kesombongan seperti itu. Ibrahim dan Muhammad hanya BERDOA dan MEMOHON KEPADA TUHAN MEREKA, agar dikaruniakan keturunan yang mendapat hidayah dan dilindungi Tuhan. TAK PERNAH SEKALIPUN SEORANG NABI MENGCLAIM BAHWA KETURUNAN MEREKALAH YANG PALING BERHAK MENDAPATKAN HIDAYAH TUHAN.
Apalagi ini hanya keturunan manusia biasa??? Dimana otak kamu masbozz??

Ketika akhirnya Muawiyah memenangkan perang perebutan kekhalifahan, dan semenjak itu kemudian kekhalifahan menjadi trah turun temurun dalam satu keluarga (CATAT SEKALI LAGI, CLAIM KEKHALIFAHAN SEMACAM ITU TAK PERNAH DIAJARKAN OLEH NABI MANAPUN), dan Muawiyah adalah satu sosok yang sangat ditentang oleh mahzab Syi'ah untuk mendapat sebutan sahabat Nabi, lantas apa bedanya Mahzab Syiah itu dengan Muawiyah, yang mengclaim kekhalifahan berdasar garis keturunan?

Dan hebatnya lagi, claim garis keturunan itu DICLAIM OLEH GENDER LAKI2. TANPA MELIBATKAN WANITA MANAPUN.
Bagaimana mungkin kamu seorang laki2 menclaim keturunan kamu yang paling hebat, tanpa melihat IBU dari keturunan kamu siapa????

HANYA SEORANG IBULAH YANG SANGAT MENGETAHUI, APAKAH ANAK YANG DILAHIRKANNYA PANTAS MENDAPATKAN HIDAYAH ATAU TIDAK.
Bagaimana mungkin kamu seorang laki2 yang cuma sekedar (MA"AF) titip sperma pada istri kamu, terus karena kamu merasa hebat menclaim anak yang akan dilahirkan akan menjadi pemimpin masa depan???

Sementara, anak anak kamu itu, disaat-sat paling penting dalam kelahirannya:
SEMBILAN BULAN BERLINDUNG DALAM RAHIM ISTRI KAMU.
SEMBILAN BULAN MAKAN APA YANG DIMAKAN ISTRI KAMU.
SEMBILAN BULAN BERNAFAS APA YANG DIHIRUP ISTRI KAMU.
SEMBILAN BULAN MENDENGAR APA YANG DIDENGAR ISTRI KAMU.
SEMBILAN BULAN MENGIKUTI APA YANG DILAKUKAN ISTRI KAMU....

Dan kemudian tanpa mengindahkan itu, kamu sebagai laki2 bilang, anak kamulah yang terbaik yang mendapat hidayah Tuhan????? Bagaimana mungkin?????

Tuhan sekali pun, CATAT, TUHAHN SEKALIPUN, memilih hajar untuk melahirkan Ismail, dan yang paling menakjubkan, memilih MARYAM untuk melahirkan Isa.
Tuhan sekalipun yang MAHA SEGALANYA, HARUS KONSISTEN DENGAN HUKUM2NYA... Hanya wanita suci yang dapat melahirkan mahluk mulia....Bukan laki2 yang hanya sekedar titip sperma...
Jadi jangan pernah bermimpi kamu sebagai laki2 dapat menclaim keturunan kamu sebagai mahluk mulia, tanpa melibatkan wanita di dalamnya.

Benar, Allah telah menakdirkan bahwa hanya laki2 lah yang bisa menjadi pemimpin dan imam.
Itu tak dapat dipungkiri, karena laki2 juga memiliki banyak kelebihan dari wanita. Namun brok...
Adam itu inclusive dengan Hawa, tak pernah Adam itu exclusive berdiri sendiri.
Ibrahim itu inclusive dengan Siti Hajar dan Siti Sarah, tak pernah Ibrahim itu exclusive sendiri.
Muhammad itu inclusive dengan Siti Khadijah, tak pernah Muhammad itu exclusive sendiri.
(Sehebat apa pun Aisyah atau istri2 Rasul yang lain, secerdas apa pun Aisyah dan yang lainnya, bagi gue segala tanda2 wanita suci dan mulia yang mendapat hidayah Allah itu ada pada Khadijah, tidak pada istri2 Rasul yg lain. Gue tidak membela paham Syi'ah, tapi itulah kenyataan yang bisa terbaca)
Ali itu inclusive dengan Fatimah, tak pernah Ali itu excusive berdiri sendiri.

Jadi siapa elu laki2 menclaim keturunan lu lah yang paling hebat? Cuma istri kamu yang tahu kualitas anak yang dilahirkannya. Bahkan anak kamu itu "asli" anak kamu atau bukan, hanya istri kamu yang tahu.

Bermimpilah punya anak mulia, jika istri kamu itu sebelum menikahi kamu selalu mengotori rahimnya dengan sejuta sperma laki2 tak jelas.
Bermimpilah anak2 kamu adalah anak2 mulia, jika selama mengandung anak kamu itu, istri kamu memakan segala makanan busuk dan haram.
Bermimpilah anak2 kamu itu menjadi anak2 mulia, jika selama mengandung anak kamu itu istri kamu melihat dan mendengar serta melakukan hal-hal yang tak pantas...
Bermimpilahhhh....

Dan kamu sebagai laki2, karena merasa sangat soleh, lantas menclaim keturunan kamu sebagai yang paling hebat.... Otak ditaro dimana masbraayyy...?????

Bahkan kalau boleh gue bandingkan, dalam sejarah Indonesia dalam kitab Pararaton, yang diramalkan akan menurunkan Raja2 terhebat di Tanah Jawa adalah seorang WANITA, KENDEDES, BUKAN RAJA LAKI2 MANAPUN.

Jadi kalo lu seorang laki2 dan elu menclaim hanya keturunan lu lah yang pantas memimpin sebuah agama, KELAUUUTTT AJA MASBROK... otak ditaro dimana? disaku??????

HANYA WANITA MULIA YANG DAPAT MELAHIRKAN ANAK2 MULIA. BUKAN LAKI2 MULIA.... CATAT ITU!!!
JADI BERHENTILAH MEMFITNAH HAWA, IBU SEGALA MAHLUK CERDAS ITU SEBAGAI WANITA TERKUTUK DAN PENGGODA, TERBUJUK RAYUAN IBLIS. HAWA ITU WANITA SANGAT MULIA.
Jika kamu percaya Hawa itu wanita penggoda termakan bujuk rayu setan untuk berzinah dengan Adam, jika kamu percaya dongeng bodoh semacam itu, artinya kamu keturunan dari wanita busuk tak kuat iman.
Dan gue tidak pernah percaya dongeng busuk semacam itu, jika melihat keturunan Hawa dibumi manusia ini. HAWA ITU WANITA SANGAT MULIA....

Mungkin cuma sekedar satire, sekedar contoh kisah fiksi, kamu boleh nonton film "Beowulf". Yang menceritakan tentang kisah kepahlawanan Raja-Raja, yang termakan oleh ego dan kesombongan diri, menginginkan kerajaan yang tak berakhir. Dikalahkan oleh nafsu mereka sendiri. Akhirnya harus berhadapan dengan kesombongan dan kelemahan itu sendiri.
Dan mereka jatuh dalam perangkap setan, (yang sekali lagi digambarkan sebagai wanita super cantik), namun yang ingin disampaikan adalah, sehebat apapun kamu sebagai laki2, bila istri kamu seorang setan, anak kamu kemungkinan besar juga akan menjadi setan. Lagu latar film itu "A Hero Comes Home" gue petikkan dalam blog ini, coba dengarkan....dan coba nonton filmnya, biar sebagai laki2 kamu stop berpikiran tolol bisa mengclaim anak kamu sebagai keturunan mulia, tanpa melibatkan kesertaan istri2 kamu....

Bagi gue, agama yang benar itu adalah agama, yang Nabinya menempatkan dan mengajarkan seorang ibu itu, 3X, catat..3X lebih penting dari seorang ayah. Begitulah agama yang benar.


4. Agama yang benar itu, selalu mendorong melakukan kebaikan, dan melarang melakukan kebejatan.

Penjelasan yang paling jelas dan pas, amar ma'aruf nahi munkar. Melakukan kebaikan dan meninggalkan kejahatan.
Kalo bagian yang ini mungkin tak perlu penjelasan panjang lebar.

Jadi kalo agama atau mahzab kamu itu mendorong untuk melakukan keburukan, sudah jelas2 itu bukan agama dan mahzab yang benar.
Agama kamu itu mendorong untuk memaafkan, tapi kamu selama ribuan tahun menanam kebencian sedemikian rupa kepada ummat kamu, kepada sahabat2 Rasul, yang bahkan dimuliakan oleh Tuhan, sedemikian bencinya sampai meludahi, dan menganggap seseorang itu Setan, padahal menyembah Tuhan yang sama. Sebenar apa agama km itu masbos????

Kalo ada agama yang menyuruh memusuhi orang tuanya, gara2 tidak sepaham dengan mereka, agama begitu sudah jelas2 tidak layak diikuti. Agama yang benar itu mengajarkan, "serusak" apa pun orang tua kamu, kamu tidak boleh berbuat jahat pada mereka bahkan meninggikan suara atau membentak mereka saja pun tidak diperbolehkan, begitulah agama yang benar.

Agama yang benar itu mengajarkan toleransi beragama yang masuk akal. Jangan pernah menghina Tuhan mereka, sebab bila kamu menghina Tuhan mereka, mereka akan menghina Tuhan kamu.

Bila agama/mahzab yg kamu anut itu, begitu gampang menghakimi orang lain sebagai Kafir, tanpa alasan yang masuk akal, bagi gue itu bukanlah agama yang benar dan layak dianut....

Intinya agama/mahzab apapun itu, jika menghalalkan hal-hal yang menurut logika kamu tak layak untuk dilakukan, itu agama yang tak pantas dianut. Bagaimana mengukur sesuatu itu layak atau tidak untuk dilakukan? Tanya diri sendiri, bila kamu diperlakukan seperti itu, kamu terima tidak? Kalau tidak, artinya hal itu tidak layak kamu lakukan pada orang lain. Jadi kalau ada agama yang menganjurkan hal-hal seperti itu.... itu artinya agama seperti itu tak layak untuk dianggap.

Jadi, masbrok, masbos, mbaksista, tantebos semua.... pake otak yaaa... piikkiirrr...
Jangan cuma ikut2an beragama buang2 waktu bookk...................