whose side are you on

whose side are you on

Wednesday, August 19, 2015

YA RABB, TUHAN SEGALA MAHLUK, LINDUNGI IBU SAHABAT KAMI




اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا



“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”




Mom, you are the number one for me...



Oh... if I could turned back time rewind
If I could make it undone...
I swear that I would, I would make it up to you...

Ya Rabbi, jika cobaan Mu ini baik untuknya,
Berikan dia kekuatan menjalaninya ya Allah...
Meskipun dia selalu tersenyum, kami tahu deritanya ya Allah..
Namun bila cobaan Mu ini, terlalu berat untuk dipikulnya ya Rab...
Angkatlah deritanya, sembuhkan dia ya Allah...

Engkau Maha Tahu yg terbaik baginya ya Allah.
Hanya pada-MU kami memohon dan meminta.
Putuskanlah yg terbaik baginya Ya Rabbi.
Maafkan semua dosa-dosanya ya Allah.
Maafkan semua dosa-dosa kami putra/putrinya kepadanya ya Allah.
Lindungi dia ya Allah dalam rahmat-Mu.
Di dalam setiap tarikan nafasnya.
Di dalam setiap rintihan deritanya.
Kuatkan dia ya Rab. Rahmati dia dalam ridha-Mu
Cintai dia dalam ampunan-Mu....
Semoga Engkau mengampuni kami semua...


Mom, we'll all grown up now,
and it's not too late...
Now I've got a child of mine
And even though I was so bad
I've learned so much from you
Now I'm trying to do it too
Love my kid the way you do...
You know you are the number one for me....



Friday, August 7, 2015

BOOKS OF FAITH ~~ WHEN YOU EVER DOUBT WHO TO FOLLOW ~~



Sudah hampir 2 bulan belakangan ini seluruh Channel sepi pengunjung. Mau Channel Jakarta/Asia, Channel New York/USA, atau Channel London/Euro, semua sepi mirip kuburan. Semua ngikut Channel Jakarta yg lagi gundah gulana diterjang perlambatan ekonomi. Jangankan Gang Of The Kunties, yg biasanya rame cucuitan di Channel tiap hari, sekarang Kuncen pun hampir tak pernah nongol di Channel. Para tetua apalagi, sudah hampir tak ada ID-nya yg nongol. Ya sutralah ya gok, usaha emang lebih penting.

Cuma kita-kita ini yg "mati-hidupnya" di Channel USA dan Euro, jadi seperti anak ayam kehilangan induk. Serasa terlupakan dan hidup di dunia lain. Yang paling ngeselin yahh itu, jadi ketinggalan berita aktual Tanah Air tercinta.
Kalo kuncen muncul tiap hari, artinya broadcast 2 TV tanah air, dan beberapa radio tanah air pasti ada. Tinggal log-in ke channel, langsung bisa dengerin berita TV/Radio.
Truz para The Vampvamp semua biasanya rajin-rajin sharing link-link URL yg dianggap penting untuk dibaca dan dibahas, jadi kagak repot milih-milih berita.

Weleh kalo Channel sepi begini ekke kan mesti streaming sendiri, ngais-ngais berita sendiri, males ga sehh goookk.... Belum lagi harus nyari konfirmasi kebenaran beritanya. Kalo Channel rame, tinggal tanya aja, langsung ketahuan deh benar tidaknya tu berita, beserta embel-embel lengkap, sekalian "gosip-gosip" terpanasnya.

Kayak berita pembakaran Masjid Tolikara kemaren itu, gatel rasanya kuping nungguin update beritanya. Capeee duweehh cuma bisa dapet berita mili blog dari internet. Apalagi kemudian denger "kabar burung" para dedengkot pembakar Masjid itu, malah diundang ke Istana oleh JKW, yo opo to reeekkkk maksutnya??? Aneh bin ajaib. Sudah bakar2 mesjid, malah dielu-elukan ke Istana.
Kita juga semua tau, situasi Papua itu memang sulit dan perlu penanganan khusus, tapi tak perlu lebay seperti itu tah gookkk. Itu sama saja seperti melemparkan kesalahan kpd ummat Islam, dan menambahkan daftar panjang attribut "penistaan" kepada agama mayoritas ini. Kurang bertoleransi apa lagikah ummat ini? Dan agakya memang semakin jelas kemana arah kebijakan pemerintahan sekarang ini.

Terus ditambah lagi kasus pelecehan para muslimah bercadar oleh salah satu tokoh yg terkenal mengaku sebagai anti diskriminasi. Om @DennyJA_WORLD. Iklannya dimana-mana cuap-cuap soal diskriminasi di Indonesia. Weleehhh ternyata dengan begitu entengnya mendiskriminasikan muslimah yg memakai cadar. Kemunafikan yg begitu terbuka.
Mungkin benar tanggapan banyak ummat di Indonesia, bahwa semua propaganda mengenai diskriminasi, SARA, dan intoleransi itu, hanya berlaku satu arah, hanya buat Ummat Islam. Tdak berlaku reciprocal. Tidak berlaku dua arah timbal-balik. Bukan buat pihak-pihak lain. Semua propaganda Intoleransi dan diskriminatif itu hanya bagi ummat Islam.
Islam harus begini dan begitu, Islam tidak boleh begini, tidak boleh begitu. Kalau Islam begini dan begitu, pasti teroris, Densus-88 akan segera bertindak.
Namun ketika ummat ini diserang, semua bungkam. FPI yg bersuara keras dianggap provokator. Dan anehnya yg bilang provokator itu justru orang2 yg mengaku Islam.
Dan buuyyyhhhh ngelihat para Kyai tersohor yg berbicara sok bijak, sok toleran, sok tanpa diskriminasi itu... pengen muntah rasanya gok. Biar juga kita ketinggalan berita, teteeepp gok, pengen muntah mndengarnya. Toleransi itu mau dibawa sampe ke Pluto sana pun, tetap ada batasnya.

Kalo para dedengkot dan bebek JIL-ers yg ngomong seperti itu, yaaa sutralaaa, sudah jelas tah arahnya? Berbekal iming-iming beasiswa dan sumpelan dollar dari tuannya jelas mereka manutnya kemana. Emang mereka maunya Papua lepas dr NKRI kan? Jadi ya kagak heran. Wong agama saja yg merupakan hidayah dari Allah dijual. Apalagi Negara yang cuma titipan dari Allah? Iya kan? Amblasss sampe Merauke. Islam pake bikini Liberal gak laku, ganti bikini jadi Islam Nusantara. Nusantara gok.. tapi teteppp mimpinya Papua lepas dari NKRI. Entah semunafik apalagi jualannya.

Terus sekarang ribut-ribut Fatwa MUI mengenai BPJS haram. Woallaaaa goookk,,,, maunya apa seehh???
Kok Islam moloh yg digenjot???
Biar juga ekke ketinggalan berita, kalau mengenai agama, ekke pasti ngikutin.
Mungkin bagi sebahagian orang Agama itu cuma embel-embel, sesuatu yang ga penting.
Apalagi bagi orang-orang yg sudah sangat terbiasa bersikap pragmatis. Seperti banyak para tokoh politik kita. Bahkan banyak para Kiyai yg sok bijak sok berwawasan, ngobrol sok pengertian lebih banyak mana Mudharat atau manfaatnya. Ck, ck, ck,... Mau muntah ga seh gok???

Tapi jelek-jelek begini, buat ekke dan teman-teman ekke, yang kita akuilah, mantan-mantan manusia super hedon dan materialist, Agama itu SANGAAAATTTT PENTING. Apa sih yg lu cari dalam hidup ini kalo bukan ridha Allah?
Karena bagi kita Agama itu penting, Fatwa para Ulama itu menjadi penting buwat kita. Sebab para Ulama itu adalah pewaris para Nabi. Dengan catatan ulama yg kredibel lhow yaahh... Yang kuat aqidahnya dan percaya 100% mengenai Tauhid. Bukan ulama yg ngoyo nyari beasiswa londo dan terkagum-kagum pada budaya Bulai-Bulai yang doyan berbikini.

Ada temen ekke yg bercerita, anaknya pernah meraung-raung jejeritan di sebuah Mall, gegara pengen makan donat J-Co, tapi dia bilang harus Dunkin Donat, sebab DD ada sertifikat halalnya. Biar sampe putus urat suaranya minta J-Co, gue ga akan kasih katanya. Gimana pertanggungjawaban gue nanti pd Allah katanya, dan gimana gue bisa mengajarkan halal dan haram pada anak gue kalo hal-hal kruisal seperti itu gue gampangin, katanya. Nah lhoooohhh.....

Jadi jangan samakan semua orang dengan dirimu. Kalo menurut lu agama itu ga penting, ingatlah masih banyak orang-orang di dunia ini yang mau hidup "lebih Syar'i". Kan lu sendiri yang bilang, "Indonesia tanpa diskriminasi". Jadi jangan sotoy sok bijak sok liberal, menggampangkan segala-galanya.

Heran ekke, yang bukan akhli agama Islam, justru yang paling bacot. Sok bijak sok Islami. Herrraannn ekkeee....
Sebelum ngebacot, apa mereka sudah baca "dokumen edaran" dari MUI mengenai fatwa tersebut? Sudah mengerti apa saja yang menyebabkan MUI mengeluarkan fatwa tersebut?
Untuk ini ekke setuju 1000% pada MUI. Dan harus ada niatan dari pemerintah menjadikan proses BPJS itu "lebih Syar'i". Itu tugas pemerintah untuk membantu manusia-manusia Indonesia yg ingin "hidup lebih syar'i". Tugas pemerintah bukan hanya melindungi kepentingan orang-orang pragmatis yg menganggap agama itu tak penting dan tak perlu diurus. Bubarkan saja sekalian Kementerian Agama, kalo pemerintahan sekarang ini memang tujuannya menghalang-halangi kepentingan orang-orang yg menempatkan agama sebagai bagian terpenting dalam hidupnya.

Namun melihat gelagatnya, sulit rasanya mengharapkan pemerintahan JKW-JK untuk merubah proses kerja BPJS menjadi "lebih syar'i", sebab tanpa fatwa MUI pun, sudah lebih banyak "pendukung" BPJS pragmatis drpd BPJS Syar'i. Wong kasus Tolikara aja bisa aneh bin ajaib begitu solusinya. Jadi yaaaa sutralaa gok... Kyai-kyai panutan itu saja lebih memilih diam gok. Sulit rasanya mengharapkan agama ini bakal cepat bangkit di negeri kita.

Meski ketinggalan berita, lu liat aja tu gok Muktamar NU. Organisasi Islam terbesar tu gok. Isinya para Santri dan Kyai gok. Fitnah dan tipu daya bertebaran dimana-mana. Para buzzers saling menjelekkan. Wuuyyhhhh... SANTRI DAN PARA KYAI HEBAT tu gok isinya... gimana Partai Politik ya gok? Yg isinya banyak manusia2 lebih parah dari Setan. Nazaruddin dan OC Kaligis, gok...
Jadi lu bisa ngebayangin kan? NU aja begitchyuu... Gimana Islam di Indonesia akan kedepan ya gok?

Pesan ekke buat para politikus kepinteran, kalo lu bukan ahli agama Islam, jangan ngebacot soal Islam ya gok, apalagi soal Halal dan Haram. Mending lu urusin daahhh boss lu dan partai lu itu. Ga usah ikut2an menjadi sok bijak sok toleran mirip @DennyJA_WORLD. Malu ntar kalo ketawan gembong munafik kelas ikan Paus.





Friday, July 31, 2015

BOOKS OF DROP DEAD HYPOCRITE & A TRUE BIGOT = Stop bullshitting in front of us..!!!! =



Seorang @DennyJA_WORD yg mengaku seorang pejuang diskriminasi, membuka topengnya sendiri mengenai siapa dirinya sebenarnya.
Totally a scumbag, bigot, hypocrite, full of BS, double-standard person.
Contoh paling sempurna tentang seorang munafik!

Beribu kali muncul di berbagai Media, dan berteriak sok bijak dan hebat: "Mari kita ciptakan Indonesia tanpa diskriminasi.".....

Ternyata oh ternyata, hanya standard ganda seorang munafik, bigot, penuh tipu daya.

Coba lihat ini, dia buat status di FB nya, dengan sangat sinis menyindir wanita2 Muslim yg mengenakan cadar:



Setelah dikecam ramai-ramai oleh banyak pihak, si Munafik, penipu sok "Tanpa diskriminasi itu", merubah statusnya menjadi seperti ini. Sok bijak dan sok bertoleransi tinggi mana tahan gakuat masuk angin. Status lamanya dibuang/didelete. Tipunya sudah ketahuan. Masih mau coba ngeles pulak....



Sepandai2 tupai melompat, pasti sekali waktu akan jatuh. Sepandai-pandai munafik menipu, pasti akan ketahuan tujuan sebenarnya...
Entah untuk siapa "anti diskriminasi" yang anda maksudkan Om @DennyJA_WORLD.
Sebaiknya mulai sekarang anda berhenti berpura-pura memperjuangkan diskriminasi. Stop teriak-teriak anti diskriminasi. Sekali munafik akan selamanya tercatat munaafik....

Hiduuppp Munaaaa..... Kwekwkekwke.....




Tuesday, July 28, 2015

BOOKS OF ECONOMIC BANCRUPTCY = INDONESIA/OUR HOUSE FOR SALE =




Agaknya tanda-tanda resesi ekonomi mulai bener terjadi ya temens, mbakbos dan masbos sekalian. Bukan cuma kabar burung isapan jempol issue tak jelas. Belum juga akhir tahun, baru mula masuk kwartal 3 dan semester 2, Vampire-Vampire dan The Kunties sudah sulit menulis di mari. Hampir semua ngurusin kerjaan yang targetnya, sudah di rubah berkali-kali. Business Plannya sudah dialtered puluhan kali. Yang sabar ya temans-temans, marahin tuuhh semua yang milih pemimpin tak becus ngurusin negara.

Kasihan aja tuh semua Kunties yg jadi CFO, harus ngurangin ngumpul dengan si kecil, dan harus pusing tujuh keliling terus-terusan melototin trend serta ribuan grafik dan parameter ekonomi global. Serasa negara tanpa nakhoda ya mbakbos... Biasanya tante-tante Kunties hampir tiap hari mampir di mari, sekarang sunyi sepi bagai dihantam badai....

Yang kasihan yang pada jadi HR Direktor atau GM HRD yaaaa... Mikirin gimana mempertahankan Karyawan meski penjualan sudah rontok kemana-mana... Duuuhhh Gustiii....

Sudah santer banget, PHK massal akan dimulai September ini, di banyak perusahaan, jika Ekonomi Indonesia makin terpuruk. Ya Rabbi, kemana lagi harus mengadu. Sementara pemerintahnya masih jumpalitan ngurusin Politik, gegara pemimpinnya lemah lemot tak punya visi. Nunggu janji-janji surga jaman kampanye sama aja menunggu Godot. Mulut tak bisa dipegang gitu, gimana mau percaya janji surga tak tentu rimbanya?

Tak satupun indikator ekonomi Indonesia, yg menuujukkan tanda-tanda membaik, sementara kabinetnya masih asik-asik mengatakan fundamentaaallll ekooonomiii muuannntaaappp, semuanttaapp Islam Nusantaarrraaaa.... Woaalllahhh pada mimpi kali tu yeee para Menteri Ekonomi....


Kemaren guwe ketemu temen guwe, yang sekarang jadi salah satu Executive di sebuah Perusahaan Multinasional. Tadinya perusahaan itu adalah perusahaan Amerika, tapi kemudian dibeli oleh sebuah Perusahaan Cina, secara Cina memang saat take-over/merger itu terjadi, Cina menjadi Negara yg sedang kelebihan cash flow. Ekonominya booming seperti balon ditiup. Beli perusahaan dimana-mana. Seperti beli pisang goreng. Termasuk perusahaan tempat teman guwe ini kerja.

Setelah dibawah kendali Cina, cara kerja perusahaan itu berubah drastis. Teman guwe itu mengeluh. Dan dia bilang, perusahaan-perusahaan Cina besar di Indonesia, tak bisa dibantah punya andil besar memasukkan imigran-imigran "gelap" ke Indonesia. Termasuk perusahaan tempat dia bekerja. Ribuan buruh tenaga kasar dimasukkan ke Indonesia dengan alasan "pembangunan infra-struktur". Imigran-imigran yang menjadi pekerja kasar, yang seharusnya bisa diberikan kepada penduduk lokal. Namun Korporasi-Korporasi Cina besar-besar tersebut, lebih memilih memasukkan buruh kasar dari Cina. Yang tak memiliki nilai tambah bagi Indonesia.
Dan dia bilang, sesudah pekerjaan pembangunan "infra-struktur" selesai, para pekerja kasar "impor" tersebut, dibiarkan begitu saja oleh Korporasi. Menjadi imigran gelap. Tentu saja sangat mengurangi kos dan biaya. Apakah ini bagian dari rencana JKW "mengimpor" warga Cina sebanyak 10 Juta, hingga tahun 2019, seperti yang santer diberitakan? Entahlah.

Dengan sedikit nada agak meninggi, teman guwe itu bilang, para tenaga kasar "impor" itu, skillnya tak lebih baik dari penduduk pribumi lokal. Tapiiii jorrroookkkk bukan main. Tak bisa bahasa Indonesia, tak punya agama, suka seenaknya, dan hanya mau diperintah boss nya yang cina. Dia bingung mau bagaimana mengutarakan masalah ini. "Ntar guwe dibilang SARA pulak" katanya. SARA masbos????? Kalo yg seperti itu mah sudah pelanggaran hukum Tenaga Kerja dan Imigrasi, kenapa mesti takut dibilang SARA? Kalau itu bener.
Sulit ya masbos kalo sudah menyangkut urusan priuk nasi. Biar juga sudah jadi VP, teteeppp perusahaan asing. Aneh-aneh dikit kena PHK. Jadi lebih baik diam ya masbos?

Dia bilang hal seperti itu tak cuma di Indonesia, di mana-mana Cina sedang menebar kelebihan penduduknya. Terutama yang tak memiliki skill. Di Angola kejadiannya lebih paraaahhh.... Penduduk lokalnya sudah hampir tersingkirkan di semua ladang minyaknya. Yg penuh diisi pekerja kasar Cina.

Hal seperti ini perlu menjadi perhatian Menteri Tenaga Kerja dan Direktorat Imigrasi. Kecuali ini memang pembiaraan oleh pemerintah yang punya agenda politik sendiri, terutama mengenai pengembangan Politik Komunisme. Entahlah.
Terlalu banayk kepentingan yang bertarung di dalamnya.
Namun jika tidak hati-hati, dalam 10 tahun ke depan, negeri ini kemungkinanakan berubah menjadi "Formosa" kedua bagi Cina. Dengan segala kepentingannya....

Duhhh bapak Presiden dan Wakilnya, mana tuh janji-janjimu dulu, mana tuh Nawa Cita dan Trisakti mu masa kampanye. Mana tuh kabinet kerja mu itu? Sudah ke laaaoooddd yaaa om...

Tinggallahhh Vamp-Vamp dan The Kunties jumpalitan jualan kemana-mana...
Berharap jangan sampe prediksi banyak pihak, resesi akan mulai menghantam pada akhir Kwartal 3. Dan Economic Spinning mulai terjadi. Lingkaran Setan dalam ekonomi. Inflasi plus beban hutang plus Defisit neraca berjalan plus duit cekak, PHK dimulai, pengangguran meningkat, Inflasi makin meninggi, ekonomi mandek, PHK makin banyak, begitu seterusnya muteerrr, sampe resesi terjadi, sampe bangkruttttt....

Jangan sampe Negara ini harus dijual karena nilai-nilai agama dan patriotosme, yg sudah rontok diterjang materialisme. Jaringan Islam Liberal yg punya agenda terpendam, senang banget kalo sampe Papua merdeka, jualan liberal gak laku ganti topeng jualan Islam Nusantara, yang sama saja isinya jual Liberalisme, yang ujung2nya jualan Indonesia juga. Dibantu pulak oleh politik pemerintah yang mendukung Liberalisasi Ekonomi. Jualan Indonsia.
Sama seperti jualan rumah pasangan yang baru cerai, seperti lagu latar pada "Emotion Meter" blog ini. Sekali terjual, penyesalan seumur hidup tak kan cukup menggantikannya, sama seperti saat obral Indosat yang dilakukan pemerintahan Megawati. Mau nangis darah pun tak kan bisa disesali lagi. Jangan jual Indonesia pada siapapun demi kepentingan jangka pendek yang lu miliki. Seperti JIL/Islam Nusantara yang punya agenda menjual Papua...

Duhhh Rabbi, kemana lagi kah kami harus meminta...?? Jangan sampe sahabat-sahabat baik ku itu melakukan PHK. Tahajjudddd wooyyy... Tahajjud. Masih percaya kan Do'a kepada Allah itu obat paling mujarab..????



Tuesday, July 21, 2015

WE LEFT OUR HEARTS IN #TOLIKARA



Betapa parah penyakit bangsa ini. Parah dan bernanah...
Betapa banyaknya penipu berkeliaran: Yg dibakar itu MASJID bukan MUSHALA. Mushala tdk bisa melaksanakan Shalat Jum'at dan Iedul Fithri. Coba lagi pelajari Islam. Jangan mengecilkan masalah.

Sambil memandang Om JK, You better shut your mouth if you don't know anything. Diam itu jauh lebih baik jika kau tak mengerti apapun. Habis sudah sisa rasa hormat kami padamu Om... sungguh...

Betapa dalamnya penyakit bangsa ini, tapi tak satupun berniat menyudahinya...

Sehancur hati kami, seteguh iman kami tetap percaya, negara ini akan baik-baik saja atas Ridha-NYA....

Sekali lagi, lebih baik kamu diam, jika tak mengerti permasalahan, daripada menyebar kebohongan...





Wednesday, July 8, 2015

AMMPPUUNNN....



Jiaahhh... ampun pak Ustadz. Kekekekkee...
Habis kesel gueh Islam terus-terusan dibuat jadi maenan. Diutak-atik sesuka jidat...
Iya perbaiki Itikaf, ya pak Ustadz..


THE LAST TEN-DAYS OF RAMADHAN



Haram hukumnya gibah dan menghina dalam Ramadhan. Ingat dan perbaiki Itiqaf-mu kawan. Itu jauh lebih baik bagimu.



BOOKS OF VISIONAIRIES ~~ A WORLD BEETWEEN INGENIOUS AND HAREBRAINED IDEAS ~~



Apa solusi kemandekan kebudayaan Islam dunia menurut lo gok? Islam Nusantara...
Nyambung bengitz ya masgok? Kikikikiki....
Apa yg bisa menjadikan Islam dunia bangkit gok? Islam Nusantara...
Woooow... nyambung deh masgok... Kikikiki...

Entah otak gw yg jebret, ataw emang Visi para pemimpin partai besar itu terlalu indah untuk dilukiskan... kekekeke...

Visi partai kehilangan akal sehat, mundur seribu tahun menggadang-gadang mimpi Mahapatih Gajahmada Sumpah Palapa Majapahit mempersatukan Nusantara masgok. Terlalu mendewakan Gajahmada, sampe lupa Islam itu sedang dihadapkan dengan kompetisi hegemoni dunia, bukan hanya setangkup Nusantara dalam visi Mahapatih Gajahmada 1000 tahun lalu ya masgok.... Kwakwkakwkka...

Gadaaannggg terooosss... sampe peot... Apa gak mending kita bubarkan saja Islam sekalian?
Terlalu kerdil Islam itu untuk dibawa ke dapur para pembunuh Islam, yang tega mengkerdilkannya 1000 tahun ke belakang, ke era mimpi indah Gajahmada di jaman Majapahit... Islam aja blom ada tuh di Nusantara masgok... Kawkakwkkakwkka...

Entah mau dibawa kemana peradaban Islam oleh partai yg mengaku Islam Nusantara itu, Islam terhebat seantero dunia.... Kwakwkkakwekkakka....

Visioner beeennneeerrrr..... Yiiuukk marreeeee.... Kakakakkaakka....



BOOKS OF "ISLAM NUSANTARA" == How Stupid You Can Be ==




Sebuah Organisasi Islam besar di Indonesia, akan mengadakan muktamar dalam waktu dekat ini, dan dengan sangat bangga dan gegap gempita mengusung thema "Islam Nusantara".
Mengapa Islam Nusantara? Karena menurut khabar beritanya, "Islam-Islam" di negara lain sudah tidak benar urusannya, jadi harus kembali ke lokal, Islam harus dilokalisasi. Menjadi "Islam Nusantara"

Guweh sampe terbahak-bahak membaca berita itu masgok. Ngakak Puwolll...

Coba gini ya masgok. Apa solusi kemandekan Pradaban Islam dunia masgok? Jawabannya "Islam Nusantara".
Bagaimana cara memajukan Masyarakat Islam Dunia dan menghilangkan "streotype" Islam tak paham teknologi masgok? Jawabannya "Islam Nusantara".
Bagaimana cara mengembalikan kemurnian Islam yg sudah porak-poranda masgok? Jawabannya "Islam Nusantara".
Bagaimana menjadikan Islam dapat menjadi pemimpin peradaban dunia masgok? Jawabannya "Islam Nusantara".

Sementara Cina dengan Komunismenya, sedang berusah menggeser Amerika dengan Liberalisme dan Kapitalismenya, menjadi pemimpin dunia, dan apa kata Organisasi besar itu bagi kemajuan Islam?
Islam Nusaanntaarraaa...masgok..!!! Islam LOkal..!!!

Manusia dan isme-isme lain sudah mengirimkan wahana ke Matahari, dan sedang memikirkan cara mengirimkan manusia ke Planet Mars. Dan apa kata kita yg Islam ini masgok? Kemunduran Ilmu pengetahuan dalam Islama? Jawabnya: Islaamm Nussanntaarraaa... Berderet hurup "A" nya masgok... Kwekwkekwkwkek....

Islam itu Ilmu Allah, menembus segala batasan, batasan apapun, bahkan batasan "eksistensi". Apalagi cuma batasan negara dan lokalitas. Islam itu "Rahmatan Lil Alamin", Ilmu Allah yang terpateri dan terjanjikan dalam tiap barzah atom, electron, muon, photon, dan partikel apapun yang ada. Menembus batas Tata Surya, menembus batas Galaxy, hingga ke tepian Alam Semesta...
Dan betapa bodohnya menjadikan Islam hanya sekerdil "Nusantara".

Hanya orang bodoh yg mengiginkan, urus Islam lu, guwe urus Islam guwe. Islam lu Islam Syria. Islam lu Islam Afrika, Islam lu Islam Arab, Islam lu Islam Persia, Islam lu Islam Eropa, Islam lu Islam Cina, urus masing-masing, Kami adalah Islam Nusantara.... Mau sebodoh apalagi pecah-belah Islam semacam ini?

Di masa Rasul, Mekah itu Negara, Madinah itu Negara, Syam itu Negara, Afrikiya itu Negara, Maghribi itu Negara, Persia itu negara... Tapi tak pernah diajarkan ada Islam Mekah, ada Islam Madinah, ada Islam Syam, ada Islam Maghribi atau Afrikiyah... Bahkan tak ada yg namanya Islam Mogul, meski Mogul tak pernah menyatakan diri takluk pada Ottoman.

Jadi pembodohan apa lagi ini tentang Islam Nusantara sodara-sodara?

Nusantara itu sesuatu yang sudah dipastikan akan bubar jalan, oleh ilmu pengetahuan. Belajarlah Ilmu pengetahuan. Tak akan ada satu negara pun yang akan tetap ada hingga ribuan tahun ke depan. Masa depan lempeng benua sudah di gariskan yang Maha Kuasa, Nusantara itu akan hilang suatu masa kelak. Sementara Islam akan selamanya ada hingga Yaumil Akhir.

Belajarlah tentang sejarah. Tidak ada satu negara atau Bangsapun yang dapat bertahan lebih dari 10.000 Tahun. Sepanjang sejarah peradaban manusia yg pernah tercatat, Dynasti Firaun yang terhitung salah satu Negara yang paling lama berdiri, hanya bertahan 6000 tahun. Cina lebih kurang 4000 tahun.
Apalagi dalam sejarah modern umat manusia? Kekaisaran Jepang, salah satu kekaisaran tertua, kurang dari 1000 tahun. Negara-negara Eropa modern baru memulai sejarahnya kurang dari 600 tahun lalu. Amerika kurang dari 300 tahun lalu. Indonesia? Kurang dari 100 tahun...
Jadi lu mau menempelkan Islam yg kekal hingga ke akhir jaman itu kepada Nusantara?
Nusantara yang dimimpikan Gajah Mada untuk dipersatukan di bawah Majapahit?
Masih mending Nusantara Jaman Majapahit, yg terdiri dari Malaya (Malaysia), Tana Jawi (Indonesia), Negeri Panca (Thailand), Siam (Burma dan Vietnam), dan Bangsa Moro (Filipina).

Nah lho, sekarang Islam Nusantara, yg dimaksudkan itu Nusantara yg mana masgok? Nusantaranya aja masih penuh perdebatan dan penuh pertanyaan. Konon pula Islam Nusantara yang menjadi "islam terbaik sedunia", dan menjadi jawaban atas kemandekan peradaban Islam... Kwakwkakkwa... Kocak abeezzz masgok...

Sehancur-hancurnya Islam Liberal, Liberal itu sendiri satu konsep yg menembus batas lokalitas.
Liberalisme itu bisa tumbuh dimana saja, bahkan di Planet Mars. Selama ada otak dan akal yg mengambil konsepsi liberalisme, selama itu pula Islam Liberal bisa pindah kemanapun di semesta. Lha ini? Nusantara gok? Nusanntaaaraaaa, dengan ribuan hurup A masgok. Yo Nusantara e modar, modar juga Islamnya.... Sebodoh apalagi konsep Islam tak jelas ini?

Sudah sebegitu dalamkah penetrasi musuh-musuh Islam pada organisasi Islam besar ini? Sampai-sampai Islam benar-benar ingin dikerdilkan hanya sebatas "Nusantara". Nusantara yang diprediksi Ilmu pengetahuan tak akan langgeng seumur jagung. Sudah separah itu kah visi para pemimpin Organisasi Islam besar ini? Sehingga Islam ingin dikerdilkan hanya sebatas lokalitas?

Justru kebuntuan Islam terjadi karena Islam dibawa ketataran lokalitas. Masing-masing berkata, urus Islam mu guwe urus Islam guwe. Itulah yg menjadikan Islam itu mengalami kebuntuan. Dan sekarang sebuah organisasi Islam besar Indonesia, justru menggalakkan hal itu, dengan menggadang-gadang mimpi Gajahmada. Bermimpi Sumpah Palapa Patih Gajahmada tentang Nusantara...
Itu visi Gajahmada 600 tahun yg lalu masgok. Saat belum ada yg mampu mengirim Wahana ke Jupiter.
Nah lho mau mengajak Islam mundur ke belakang masgok? Bermimpi jadi Gajahmada, mengadang-gadang Nusantara yg tak jelas itu kepada dunia Islam, sebagai jawaban kemandekan peradaban Islam????
Kwakwkakkwkakakw.... Sebodoh apa lagi Islam ingin kau buat masgok? Ingatlah tanggung jawabmu pada Allah dan Ummat. Kecuali lu memang sama dan sebangun dengan Islam Liberal. Yang tak pernah menginginkan Islam kembali menjadi pemimpin peradaban dunia.
Silahkan gorok dan bonzai Islam hanya menjadi sekelas "Nusantara".....
Sungguh menyedihkan...!!!




Sunday, July 5, 2015

BOOKS OF RAMADHAN ++ THE LAST 10-DAYS OF THE MAGNIFICENT MONTH ++ Where will you be A Thousand Years from now? ++




Pernahkah loe temanz semua berpikir, 1000 tahun dari sekarang, akan di manakah dirimu berada?

Kalau bagi para penganut Atheisme, yg tak percaya adanya Tuhan dan segala kekuasaanNYA, jawabannya akan sangat sederhana. Seribu thn dr sekarangm mereka semua sudah jadi serpihan tai kuda. Menghilang dari alam semesta. Menjadi tai bintang yg tak berarti.
Bagi para Atheis, apapun yang loe usahakan selama hidupmu akan tak pernah berarti apa-apa. Tak pernah dinilai oleh semesta. Mau loe hidup seperti Mother Theresia, mau loe hidup seperti Al Capone, tak ada bedanya. Loe mati loe cuma akan menjelma secara "kebetulan" menjadi tai bintang, atau menjadi serpihan tai Babi. Tak ada bedanya.

Bagi para Atheis, loe terlahir secara "kebetulan" menjadi Sultan Hasanal Bolkiah, atau jadi Prince Williams, atau secara "kebetulan" loe terlahir menjadi seorang miskin, jelek, seumur hidup jadi kuli bangunan, TAK ADA BEDANYA. Loe mati loe cuma jadi serpihan tai Babi tak berguna.

Jadi bagi para Atheis, kalo loe "kebetulan" terlahir dari keluarga miskin tujuh turunan, kerja banting tulang seumur hidup, tak pernah menjadi sekaya Al Capone, atau Mafia perusak negara Indonesia. Tak pernah ada bedanya. Loe mati, loe balik menjadi kotoran kering tai Babi. Segala usaha dalam hidup loe tak pernah bernilai apapun. Sebab Alam semesta beserta segenap apapun di dalamnya, termasuk dirimu itu, cuma terjadi secara "kebetulan" tidak pernah ada yg mengatur. Alam semesta beserta isinya ini, terjadi dari rangkaian "kebetulan". Dari sebuah "kebetulan" satu ke "kebetulan" berikutnya.

Jadi kalok loe bekerja banting tulang seumur hidup, dan tak pernah merasakan nikmatnya menjadi semulia Sultan Brunei, para Raja-Raja Eropa dan Arab, para Billionaire terkaya sedunia. BETAPA SIALNYA HIDUP LOE. Baiknya segeralah loe bunuh diri. Kalo sampai umur 30 tahun loe masih hidup melarat, kerja banting tulang, kemana-mana masih naik omprengan, jadi kacung perusahaan sepanjang karir, baiknya cepat2lah loe bunuh diri. Karena apapun yang loe usahakan dalam hidup loe, pada akhirnya loe cuma jadi serpihan kering tai Babi. Tak ada bedanya.

Betapa enaknya terlahir secara "kebetulan" menjadi para raja dan anak para multi milyuner, seperti Paris HIlton. Sementara loe "cuma secara kebetulan" terlahir sebagai buntut kacang. Jadi kacung seumur hidup. Kalo apapun akhirnya loe cuma jadi inti sari tai Babi, apa gak lebih baik loe bunuh diri sekarang? Menunggu sampe loe tuwa bangka pikun kutuan, apa gak bodoh loe sebagai Atheis? Mending mati sekarang, agar derita loe gak berkepanjangan.

Itulah jalan hidup para Atheis, sederhana dan simple. Hidup cuma "kebetulan" terlahir dari kotoran Babi. Dan akan kembali menjadi sari pati tai Babi. Tak pernah ada bedanya. Sebab segala sesuatu terjadi dari serangkaian "kebetulan". Dan tak pernah berarti apa-apa.

Dan kalau loe percaya Allah itu ada, dan menjadi sumber dari segala sumber kehidupan, jawabannya juga tak kalah sederhananya dari para Atheis itu.
Akan di manakah engkau 1000 tahun dari sekarang? Jawabannya, loe sedang meneruskan pengembaraan loe menuju pada Sang Sumber Kehidupan itu. Dan saat itu, usaha loe untuk mencapai Sang Maha Hidup, sudah tak berarti lagi. Sebab usaha terbaik loe untuk mendapatkan Sang Maha Hidup, berakhir sudah ketika engkau menghembuskan nafas terakhirmu di dunia yang fana ini.

Jika loe beragama Islam, pasti loe percaya Alquran. Alquran dengan gamblang menggambarkan akhir dari Alam semesta dan segala isinya ini. Dalam Alquran, akhir dari Semesta dan segenap isinya ini sangat suram. Dan sulitnya, semua janji Allah dalam Alquran itu, megenai akhir semesta, didukung sepenuhnya oleh ilmu pengetahuan. Tak bisa berkelit.

Mengenai kehidupan di bumi, Surah Al-Naba, ayat 6-7: “Bukankan telah Kami jadikan bumi sebagai hamparan. Dan Kami jadikan gunung-gunung sebagai pasak?”

Kalo loe mendalami ilmu Geologi, mempelajari Ilmu " Lempeng Tektonik" dan "Continent Drift", loe akan tahu segala daratan di atas bumi ini, tidak statis seperti kelihatannya.
Benua Amerika itu bergerak rata-rata 2.5 cm/tahun menjauhi Benua Afrika.
Benua Afrika itu bergerak menyeruduk ke Eropa, Selat Gibraltar semakin menyempit, hingga pada akhirnya menjadi kering, tertutup daratan Afrika.
Anak Benua India, terus menyeruduk Asia, menjadikan puncak-puncak Himalaya akan semakin tinggi.
Selat Malaka akan semakin menyempit. Sumatra pada akhirnya akan bersatu dengan Semenanjung Malaysia.
Indonesia dan Filipina, akan bersatu dengan Asia. Jakarta akan pindah letaknya ke Shanghai. Cina dan Mongolia akan pindah ke Russia, Russia ke Kutub Utara. London, Paris, Berlin, dan kota-kota Besar Eropa akan tak bisa lagi ditinggali karena sdh terlalu dingin pindah ke Kutub Utara.

Hampir seluruh benua Amerika akan terbenam ke laut. Sebagian besar atau bahkan seluruh USA, Brazil dan Argentina, akan tenggelam.
Betapa suramnya kehidupan di Bumi, yg digambarkan Alquran dan Ilmu Geologi.

Kalaupun ummat manusia bisa selamat dari bencana "pergerakan lempeng Benua" ini, ingatlah Ayat 37 Surah Ar-Rahman: "Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti kilapan minyak..."
Ketika Matahari kita mencapai keruntuhannya. Ketika Matahari mengalami hari tuanya, mencapai kebangkrutan energi, berobah dari Kuning Cebol, ukurannya sekarang, menjadi Raksasa Merah, yang ukurannya berubah menjadi hampir 300 kali ukurannya sekarang. Bumi tak akan punya kesempatan untuk selamat. Karena "tertelan" oleh Matahari yg membengkak menjadi Raksasa Merah ini.

Kalaupun Manusia bisa selamat dari kejadian ini, yg diprediksi masih akan terjadi Milliaran tahun ke depan, namun saggupkah kehidupan di semesta selamat dari kebangkrutan Energi Alam semesta? Ketika "The Big Crunch" terjadi? Alam semesta mengkerut dalam fase keruntuhannya?

Betapa suram masa depan Semesta ini. Karena itulah Alquran tak pernah sekalipun memuji-muji kehidupan di alam fana ini. Karena Allah sudah menjanjikan kemana masa depan semesta ini berawal dan berakhir.
Surah Al-A'la ayat 17: "Padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal."


##########



Ketua Pemuda Anshar dari NU, di acara TV-One, Indonesia Lawyers Club, dengan penuh dedikasi pernah berkata, Konstitusi UUD Indonesia dan Pancasial itu di atas, segala hukum, termasuk Alquran. Tidak ada tempat bagi Hukum Syariah di Negeri ini.

Helllooowww..?? Are you out of your mind? Loe Islam apa bukan sih masgok?
Dimana nanti Indonesia seribu tahun dari sekarang? Dan Nasionalisme mu mengatakan UUD 45, buatan manusia itu lebih tinggi dari Alquran? Hellooowww?? Are you Moslem or not masgok?

Bagi orang yg beragama, mau Kristen mau Islam mau Hindu mau Budha mau Kong Hu Chu, sepantasnya pasti berpikir, Kitab sucinya lebih benar dari UUD maupun Pancasila itu. Kalo loe beragama, tapi percaya UUD dan Pancasila itu lebih tinggi kedudukannya dari Kitab suci Agama loe, lebih baik loe jadi Atheis saja. Karena itu artinya loe sudah tak percaya pada agama loe.

Bagi gua yg Islam, UUD dan Pancasila itu CUMA PEREKAT. CUMA LEM. CUMA PEMERSATU. Omong kosong, bullshit besar, Tipuan paling bodoh kalo ada yg bilang, UUD 45 dan Pancasila itu lebih tinggi kedudukannya dari Alquran. Mau dia Ketua Pemuda Anshar, atau Pemimpin Umum Partai Islam manapun, yang berani bilang UUD 45 dan Pancisila itu lebih tinggi kedudukannya dari Alquran, silahkan loe keluar dari Islam. Akan di-mana Bumi dan Indonesia ini sejuta tahun dari sekarang? Dan loe bilang dengan Nasionalisme basi loe itu, Alquran di bawah UUD45 dan Pancasila? GO TO HELL WITH YOUR RELIGION!!

UUD45/Pancasila dan Hukum Allah Alquran itu TIDAK PERLU DIPERTENTANGKAN, SUDAH JELAS KEDUDUKANNYA MASING-MASING. JANGAN TERLALU SOK MERASA NASIONALIS. sampe keblinger bilang UUD45/Pancasila itu lebih penting dari Alquran. Bunuh diri aja loe masgok, kalo loe mengaku Islam.
NKRI itu harga mati, kenapa? KARENA ALLAH SUDAH MENGANUGERAHKAN NEGERI INI BAGI BANGSA INDONSESIA. BAGI ISLAM. NKRI itu amanah dari Allah. Dan amanah itu adalah tanggung jawab seumur hidup. Sama seperti keluarga loe yg sudah diamanahkan Allah kepadamu. Menjadi tanggung jawab seumur hidup. Sebagai seorang Islam, perjuangan dalam mempertahankan NKRI itu, harus berada dalam bingkai "Jihad". Seperti dalam ajaran Alquran. Dalam artian Nasionalisme itu harus diukur dalam ibadah kepada Allah. Bukan dengan pemaksaan pemikiran, konstitusi buatan manusia itu lebih tinggi kedudukannya dari Kitab Suci Alquran. Hal itu tak perlu diperdebatkan. Karena sudah jelas jawabannya. Perjuangan mempertahankan NKRI itu harus seperti apa yang dilakukan oleh Bung Tomo, Imam Bonjol, Diponegoro. Soedirman, dan sebagainya. Bagi Ummat yg mengaku Islam, amanah Allah itu harus dperjuangkan dalam bingkai Jihad, dalam kerangka ibadah kpd Allah. Bukan dalam bingkai Nasionalisme yg absurd itu. Yang tak menjelaskan kemana Indonesia seribu atau sejuta tahun dari sekarang.

Sekali lagi, bagi gua, UUD45 dan Pancasila itu hanya Lem. Perekat. Pemersatu. Indonesia itu sudah hancur sedari dulu seandainya Ummat Islam itu tidak toleran kepada UUD45 dan Pancasila.
Dan gua sebagai seorang ummat, yg mungkin tak berarti apa-apa, akan tetap percaya pada NKRI dan UUD45/Pancasila, selama pemimpinnya masih menjalankan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar. Masih tidak menghalalkan segala yang diharamkan Alquran. Masih melarang lokalisasi prostitusi, masih melarang perjudian, masih melarang pembebasan Khamar/Minuman Keras, masih tetap percaya perkawinan sejenis LGBT itu HARAM hukumnya. Selama pemerintahannya masih menggalakkan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar, akan selama itu pula gua dan rekan2 hantu penghuni blog ini akan menghargai Lem perekat pemersatu itu. UUD45 dan Pancasila.

Tapi cobalah hapus kalimat pertama pembukaan UUD45 itu, bahwa kita percaya Indonesia ini anugrah amanah dari Allah, yg wajib kita perjuangkan keutuhannya dalam bingkai Jihad Islam. Hapuslah Sila Pertama Pancasila itu, sila kepercayaan kita akan Allah. Gua dan seluruh hantu penghuni blog ini, akan pertama kali masuk antrian dan dengan senang hati tanda-tangan darah dengan Hizbutahrir Indonesia, menjadikan Khilafah sebagai pemersatu NKRI. Cobalah.....

Jadi dimanakah kamu 1000 tahun atau sejuta tahun dari sekarang. Bagi ummat Islam, jawabannya sudah jelas: Dalam lanjutan pengembaraah hidup untuk bertemu dengan Sang Maha Hidup.
Dan dimanakah Indonesia saat itu? Hanya Allah yg Maha Tahu.
Jadi kalo ada seorang Jagoan pimpinan Pemuda Islam, atau ada Kyai keblinger merasa paling Indonesia, mengatakan UUD45/Pancasila itu lebih tinggi dari Alquran. Mending loe ganti agama aja masgok... Entah apa yang loe perjuangkan dalam hidupmu....

Seharusnya bagi seseorang yg mengaku Islam, UUD45/Pancasila dan Alquran itu, semua sudah jelas kedudukannya, tak perlu dipertentangkan lagi. Bila Ummat Islam Indonesia bukan lah orang-orang yang memiliki toleransi tinggi, sudah dari dulu negara ini ambruk....

Where will you be a Thousand Years from now? Jawablah dengan hati sucimu. Anugrah cahaya Allah itu......

Salam ridha Allah dalam Ramadhan. Sepuluh hari terakhir, manfaatkan sebaik-baik waktu. Agar perjalanan kembara mu mencari RidhaNya, 1000 tahun kedepan, engkau tak akan pernah menyesalinya...





Wednesday, June 17, 2015

THE FIRST 10 DAYS OF RAMADHAN,, ALHAMDULILLAH,, WE ARE STILL GIVEN THE OPPORTUNITY TO MEET THIS MAGNIFICENT MONTH...





"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,..."



Sunday, June 14, 2015

BOOKS OF DEFINITIONS::: So bradah, what's the definition of ISLAM-LIB then??



Islam-Lib definition is: Everything BUT Islam...!!
:-j:-j:-j




BOOKS OF ISLAM-LIB.... And what do you up to Aunty...??....



Schedule berdoa yg tertempel di dinding kamar setiap penganut Islam-Lib.
Termasuk yg terkini paling heboh, dan paling anyar, Tante Anggun C Sasmi.



PUYEENGG GAAKK SEEHH TANTE?????



Friday, June 12, 2015

BOOKS OF ENTERING RAMADHAN ** The Last Friday to Ramadhan ** Just A Simple Thought **



Menjelang Ramadhan "serangan kebusukan" pada Islam justru sepertinya makin heboh saja ya masgok. Bukan makin mereda. Sampe-sampe sekelas Istana Negara, Wakil Presiden, dan Menteri Agama, ikutan bersatu padu pengen memojokkan Islam. Ada apa sih sebenarnya masgok semua? Pemerintahan yg tak mampu mempercepat pergerakan ekonomi, Islam yg dijadika pengalihan issue besar-besaran. Bahkan Menteri Agama justru yg paling heboh, ikut2an "ambil muka" dalam kisruh menjadikan Islam sebagai pengalihan issue kegagalan ekonomi.

Gw ingan menyoroti 2 di antara pengalihan issue itu.

Yg pertama, goro-goro Jaringan Iblis Liberal (JIL) yg melalui dedengkot besarnya, nabi penerus perjuangan JIL Ulil Abshar Abdalla, yg mengangkat berita mengenai mutadnya seorang Islam Salafiyah, menjadi Atheis. Seorang Salafi yg konon kabarnya, bernama Ahmad Husain Harqan, salafi kelas kakap, hafidz Quran, Imam, murid seorang tokoh Salafi, bla-bla-bla-bla... Menjadi Atheis gegara tak percaya lagi pada penjabaran Quran, yg menurutnya banyak memiliki kontradiksi.

Terus? So what? Sepertinya heboh banget. So what? Apa terus Islam jadi bubar jalan gegara seorang murtad seperti itu?

Justru yg menjadi pertanyaan gw beserta semua hantu-hantu penghuni blog ini adalah: Bagusan mana si murtadin Ahmad Husain Harqan itu dengan para cicunguk JIL?
Emang apa bedanya dia dengan elu-elu semua para cicunguk JIL? Yang "murtad malu-malu" gegara mengejar beasiswa para londo?

Oh iya beda, sangat jelas beda. Si Murtad Ahmad Husain Harqan itu, tidak malu-malu dan tidak munafik untuk mengakui bahwa dia sudah tidak percaya Islam lagi. Sudah merasa Islam bukan sumber kebenaran lagi. Bahwa Alquran banyak "berisi dongeng" dan kontradiksi. Bahwa Alquran itu bukan hukum-hukum Tuhan, dan sepantasnya tak diikuti lagi karena sudah tak sesuai dengan logika kekinian dan ketinggalan jaman. Maka gw melepaskan segala hal tentang Islam dan menjadi Atheis. JUJUR DAN TIDAK MUNAFIK!!!

Nah elu-elu semua para cicunguk JIL? Masiiiiihhhh aja "murtad malu-malu"
Atau menurut penilaian kita yang SANGAT KASAT MATA, bahwa elu semua memang punya AGENDA BUSUK DAN TERSELUBUNG, untuk tidak mau "melepaskan Islam" secara jujur dan terbuka, seperti yang dilakukan murtadin Ahmad Husain Harqan di atas, karena JIL memang punya agenda tersembunyi untuk merusak dasar-dasar Islam dari dalam. Jadi para "murtad malu-malu" JIL harus tetap mengaku Islam.

Apa bedanya coba Ulil dengan murtad Ahmad Husain Harqan di atas? Sama-sama dilahirkan dari lingkungan kental Islam, keluarga pesantren, orang tua dan mertuanya, tokoh berpengaruh dr NU, hafidz Quran (meski tidak semuanya), dapat sebutan Kyai dan Gus dari para pengikutnya, namun berkata Quran itu banyak dongengnya. LGBT itu tidak haram. Tidak ada istilah Murtad dan Kafir dalam Islam, yang ada itu hanya "preferences", suka atau tidak suka, seperti makan pare. Pare itu tidak haram, tapi gw tidak suka, jadi tdk ada dalilnya murtad dan kafir itu. Hanya preferences. Hanya Muslim dan Non Muslim. Alquran itu bisa didefinisikan oleh siapapun. Tidak mesti punya ilmu-ilmu tertenu. Ahmad Dhani, Anggun C Sasmi, atau siapapun, bisa menafsirkan atau mendefinisikan Alquran sendiri.
Jadi kalo Anggun C Sasmi bilang, sama seperti JIL, Tuhan itu satu, Tuhan semua Agama, maka itu benar. Jadi Allah itu adalah juga Yang memberanakkan Yesus, sekaligus Yesus sendiri, sekaligus Brahma, Syiwa, dan Wisnu, sekaligus Sang Hyang Whidi, juga yg beranakkan Btara Guru, Semar dan Togog, sekaligus juga Budha Sidharta Gautama... Hebbat..

Semua aqidah dalam Islam dilanggar dengan dalil seenak jidat dan theori "Kekinian".
Lantas pertanyaannya, apa bedanya elu-elu cicunguk JIL dengan murtadin Ahmad Husain Harqan di atas? Apa bedanya? Sudah terang-terangan semua theori "Islam kekinian" yang lu tawarkan menghujat segala dasar-dasar Islam, bahkan kalau mau dikatakan sejujurnya elu semua sudah tak percaya Alquran lagi. Sama seperti si murtadin Ahmad Husain Harqan yg lu gadang-gadang itu. Tapi elu tetap "mengaku" Islam. Aneh tidak? Ahmad Husain Harqan masih lebih jujur dan "ksatria". Berani memutuskan dan bersikap, dia bukan lagi bagian dari Islam, karena "separoh hatinya" sudah lagi tidak percaya akan kebenaran Islam, jadi dia lebih baik secara jujur dan ksatria memisahkan diri dari Islam. Dan terus terang mendeklarasikan diri sebagai Atheis! Jujur, terbuka, dan tidak munafik!

Nah para cicunguk JIL itu? Kerjaannya tiap hari menyerang dan menjelek-jelekkan Islam. Tapi... akan tetapi kawannn..... Teteeeepppp kemana-mana mengaku-ngaku Islam dan membawa-bawa nama NU???
Bukan kah itu jaaauuuhhhhhh lebih busuk dari sikap murtad Ahmad Husain Harqan?? Jadi apa bedanya Ahmad Husain Harqan dengan para antek JIL?
Betti temanz, beda tipis. Ahmad Husain Harqan, berani dan jujur meisahkan diri dari Islam. Kalaw JIL masih punya agenda titipan dari tuannya si pemberi beasiswa londo, untuk merusak Islam dari dalam. Jadilah "murtad malu-malu", jadi munafik dan penghianat. Jadi perusak Islam dari dalam.

Sebab bila JIL berani seperti Ahmad Husain Harqan, Islam akan dengan mudah "memposisikan" diri dengan JIL. Kalau JIL tetap mengaku Islam dan tetap menjadikan NU sebagai tameng, akan lebih sulit buat Islam menghadapinya bukan? Jadi anda lebih hormat kepada siapa? Kepada Ahmad Husain Harqan yg dilecehkan JIL itu? Atau kepada Ulil dan rekan-rekan, yang munafik dan "murtad pake agenda" itu?
Terus terang gw lebih menghormati pilihan Ahmad Husain Harqan. Lebih kesatria dan jujur....


############


Suatu waktu dulu, ketika alayarham Eyang Papa masih hidup, beliau pernah bercerita kepada gw dan keluarga gw. Di jaman perjuangan revolusi dulu, rakyat hidup sangat susah dan melarat. Untuk makan sehari-hari saja sangat sulit. Jadi sikap untuk menjamu tamu dengan keadaan sulit seperti itu merupakan sikap yg sangat dipuji. Dan rakyat jaman itu pun juga masih bodoh-bodoh, karena rendahnya tingkat pendidikan yg memang disengaja oleh penjajah. Kesulitan ekonomi dan pendidikan itu masih terus berlanjut hingga setelah masa kemerdekaan. Karena kebetulan Eyang Papa adalah seorang Tentara, jadi beliau tahu betul kisah sedih masa-masa perjuangan dulu, karena ikut terlibat langsung di dalamnya.

Pada sekitar tahun 50-an, Eyang Papa bercerita, keamanan negeri belum 100% kondusif, masih banyak terjadi pertikaian, dan pemberontakan dimana-mana. Jadi sebagai seorang Perwira, Eyang ikutan aktif "berjuang" kemana-mana.
Suatu kali Eyang harus memimpin pasukan ke salah satu desa terpencil di Jawa Tengah, yang terkenal menjadi lumbungnya PKI.

Sesampainya di sana, Eyang beserta beberapa pimpinan pasukan lainnya, dijamu oleh Kepala Desa, untuk makan siang di rumahnya. Seperti yg diceritakan di atas, dengan kesusahan ekonomi saat itu, undangan seperti itu adalah undangan "yg tak layak ditolak", sudah merupakan kehormatan besar.
Maka pergilah eyang beserta beberapa staffnya ke rumah Lurah tersebut.

Sampai di rumah pak Lurah, di situ juga sudah berkempul beberapa pengurus kelurahan beserta pengetua-pengetua Desa. Sebelum makan siang dihidangkan, tentu sebagai tata-krama, berbasa-basi dulu, baru kemudian makanan dihidangkan. Dan..... gubraaaggghhh, hampir saja terjadi pertumpahan darah.... Apa pasal?
Tarrrraaaa.... tempat nasi yang dipakai oleh si Lurah adalah Piss Pot (Tempat kencing yang digunakan oleh pasien rumah sakit). Kata Eyang Papa, jaman itu, Piss Pot di rumah-rumah sakit dulu itu emang bentuknya mirip panci tempat nasi. Berwarna putih, memiliki tutup, memiliki cantelan buat pegangan. Persis panci, hanya saja Piss Pot dilengkapi "corong" untuk membuang isinya. Tidak seperti panci nasi yg bermulut bundar tanpa corong. Piss Pot jaman dulu tidak seperti kebanyakan Piss Pot jaman kini yg terbuat dari plastik dan berbentuk tabung.

Awalnya Eyang Papa merasa agak tersinggung, karena mengira itu adalah sebuah penghinaan yg disengaja. Salah seorang staffnya yg memang terkenal agak temperamental (maklum tentara saat itu jarang ketemu binik), memberi sindiran yg agak "kasar", "waahhh bagus nih panci nasinya". Tapi kemudian diberi kode Eyang, untuk diam. Sambil melihat situasi, dan melihat sikap Lurah terhadap komentar staffnya barusan. Namun sepertinya, sang Lurah tidak terpengaruh sama sekali dengan komentar itu.

Sebagai tamu, Eyang didaulat untuk memulai perjamuan, Eyang yg "tak sampai hati" mengambil nasi dari Piss Pot, meski merasa lapar, dengan menahan rasa perut, hanya sanggup mengambil sejumput nasi. "Tak kuat" memikirkan berapa banyak orang yg "sudah menggunakan" Piss Pot itu.
Diikuti para rekannya, juga hanya sanggup menjumput nasi saja, bahkan ada yg hanya mengambil sesendok makan saja. Padahal siapa yg tidak tau umumnya tentara itu makannya baannyaakk.... Hehehe..
Dan anehnya, semua yg datang yg lain, tanpa sungkan-sungkan mengambil nasi sebanyak yg mereka mau.

Akhirnya sambil makan lesehan, sambil berbincang-bincang, Eyang Papa dan rekan-rekannya menyadari, menjadikan Piss Pot sebagai panci nasi, bukanlah penghinaan yg disengaja. Tadinya Eyang sdh punya prasangka jangan-jangan Lurah tersebut adalah pengikut PKI yg dengan sengaja ingin menghina TNI. Namun mendengar cerita para tetua desa yg hadir, bahwa banyak penduduk yg menggunakan "panci nasi" yg sama, karena harganya lebih murah dan isinya lebih banyak, yakinlah Eyang mereka tidak bermaksud menghina.
Dan "panci nasi ajaib" itu adalah "panci" baru. Mereka tidak tahu kalau itu digunakan dirumah sakit sebagai tempat untuk yg lain. Karena mana sanggup mereka yg miskin-miskin berobat inap ke rumah sakit? Rumah sakit jauh dikota, mereka lebih memilih berobat sendiri atau ke dukun. Jadi memang pengetahuan lah yg menyebabkan mereka menggunakan Piss Pot sebagai panci.
Dan tak mungkin mereka sendiri makan dari "panci" itu bila tempat nasi itu tidak bersih.

Jadi adakah yang salah dari kejadian itu? Jawabannya Tidak. Hanya saja bila si Lurah mengetahui keadaannya, hal itu sungguh tidak pantas dilakukan. Karena dikhawatirkan dianggap sebagai penghinaan. Boleh-boleh saja menjadikan Piss Pot sebagai panci wadah nasi, namun bila itu dilakukan sungguh tidak pantas. Apalagi dalam menjamu orang-orang yang kamu hormati.

Jadi, bolehkah melakukan Tilawah Alquran dengan menggunakan langgam Jawa?
BOLEH, ASALKAN TARTIL DAN BENAR ATURANNYA. Semua aturan Qira'at dan Tajwid dipenuhi, silahkan.
Namun PANTASKAH hal itu dilakukan? TIDAK, karena aturannya dan Allah sendiri menyuruh kita mengikuti cara tilawah yg Mulia Rasul.
Sama seperti menggunakan Piss Pot sebagai Panci nasi. Asalkan Piss Potnya bersih dan tidak dimaksudkan untuk menghina. Boleh tapi tidak pantas.
Dan juga bukankah itu satu kemunduran? Ketika dalam hidup, kita diperintahkan Allah untuk mengikuti cara-cara ibadah yg dilakukan Rasul tercinta, namun setelah mengetahui itu, kita justru ingin menjauhkan cara Ibadah Rasul, dengan memilih cara ibadah dari adab dan adat kita?
Banyak cara untuk mengembangkan adab dan adat. Mencemerlangkan adat kita. Sangat banyak. Namun bukan dengan menjauhi cara Tilawah Rasul, dengan mengedepankan adat kita.
Dan pertanyaannya kembali, kenapa mesti Jawa? Kenapa?
Gw Jawa, namun gw tidak setuju dengan pemecah belahan semacam ini. Nanti Padang protes, Sunda protes, Melayu protes, Makassar Protes.... Jadi kenapa mesti Langgam Jawa?

Alquran itu bagi yg beriman dan mempercayainya, adalah kitab yg amat sangat berbeda dari kitab-kitab lainnya. Ada adab tertentu yg harus kita jalankan, atas memperlakukan dan cara membacanya. Ada cara dan aturan yang dicontohkan yg Mulia Rasul. Dan sudah ada contoh sempurna yg diberikan oleh Allah, kenapa kita harus mencari-cari alasan dan pembenaran untuk tidak melakukannya?
Atau kita semua memang sedang "direncanakan" dan "dirancang" untuk dijerumuskan semuanya menjadi pengikut "JIL"? JIL yg merasa mengikuti sunnah dan perilaku yg Mulia Rasul bukanlah suatu keharusan, karena Indonesia memilik adab, adat, dan kebiasaan sendiri, sehingga Islam pun harus diNusantarkan? Apakah itu maksud Istana Presiden dan Menteri Agama?

Kayaknya gw dan hatu-hantu penghuni blog ini, semakin yakin kalau Menteri Agama kita sekarang memang "secara diam-diam", sudah terserang virus "JIL". Jadi bebas mendefini ulang Islam mengenai apapun, termasuk mengenai adab dan aturan Tilawah Alquran...

Lain kali kalo ada acara keagamaan di Istana yg butuh pengantar TIlawah Quran, langgamnya dibuat ala-ala Hip-Hop atau Hard Rock, ya Om Jokowi dan Menag. Ato ngga pake irama Metal Om Jokowi.... Yg penting kan asal boleh. Gak penting pntas atau tak pantasnya....Metaaalllll Yeeaaahhhh.....!!!!




Friday, May 15, 2015

Books Of Casting Couch ~~ The repulsive side of fame ~~




Pada 7 Maret 2009, kembali Korea Selatan diguncangkan oleh peristiwa tragis, meninggalnya salah satu artis cukup terkenal di sana, Jang Ja Yeon. Meninggal karena bunuh diri, mayatnya ditemukan tergantung di atas tangga di rumahnya di luar kota Seoul. Jang Ja Yeon, adalah salah satu artis pendukung drama serie TV yg sangat terkenal pada tahun 2005, "Boys Over Flowers". Peristiwa bunuh diri artis cantik ini saja sudah sangat mengguncangkan publik, namun yang lebih menggemparkan adalah ditemukannya 6 lembar surat yg merupakan pesan bunuh diri di rumahnya.

Enam lembar pesan bunuh diri, menceritakan kepedihannya, hal yang membuat dia begitu stress dan depressi dan salah satu penyebab mengapa dia memutuskan mengakhiri hidupnya. Dalam surat itu, Jang Ja Yeon merinci, betapa selama ini dia sudah diperlukakan sangat keji sebagai "budak sex" oleh Artist Management tempat dia bernaung. Dia "dipaksa" untuk berhubungan sex dengan para Executives Televisi/Media, Executive Rumah Produksi, Wartawan2 senior dari Media, Para Produser, dan banyak lagi orang yang dikatakan agennya sebagai orang2 yg diperlukan untuk mempertahankan popularitasnya. Jika dia menolak, dia akan digebukin secara fisik oleh agennya yg bernama Kim Sung Hoon. Jang Ja Yeon tak kuat lagi menahan tekanan itu, dan memilih lebih baik mati untuk mengakhiri deritanya.

Pada tahun 1961, Inggris digemparkan oleh sebuah skandal, skandal hubungan intim yg melibatkan John Profumo, yang ketika itu menjabat Sekretaris Negara pada Kabinet Macmillian, dengan Christine Keeler, seorang model muda berusia 19 tahun. Skandal ini lebih terkenal dengan nama "John Profumo Scandal". Skandal John Profumo ini, menyebabkan PM Harold Macmillian, harus mengundurkan diri dari jabatannya, dan menyebabkan kekalahan telak Partai Konservative (Partainya Macmillian) oleh partai Buruh, dalam Pemilu berikutnya.

Antara tahun 1988-1989, kembali sebuah skandal sex mengguncang pemerintahan Inggris. Kali ini melibatkan seorang Mantan Ratu Kecantikan India, Miss India tahun 1982, Pamella Bordes, dengan Menteri Olah Raga Inggris saat itu, 2 orang Pemimpin Editor dari 2 Surat Kabar sangat terkenal di Inggris, dan seorang yg diduga Agen Rahasia (mata-mata) pemerintah Lybia. Isu-isunya adalah Pamella Bordes merupakan "Escort/Wanita Panggilan" tingkat tinggi yang menjadi langganan orang-orang terkenal tersebut. Meski tidak sampai menjatuhkan pemerintahan seperti yang terjadi pada Profumo Scandal, namun kasus ini sempat menjadi skandal terbesar di Inggris kala itu, skandal yg cukup mempermalukan Inggris.

Dunia entertain (hiburan) yang gemerlapan, adalah dunia penuh hura-hura, yang dilumuri dengan lumpur hedonisme. Gelimangan harta, kemewahan, dan syahwat. Dunia yang gampang sekali menjerumuskan dan membuat orang-orang yg berkubang di dalamnya tergelincir kepada godaan kemewahan yang ditawarkan. Terperangkap dalam ilusi hedonisme yang memabukkan. Dunia hiburan/entertain semacam ini, menuntut kamu harus selalu tampil wah dan memukau. Dan tampilan memukau dan serba wah itu memerlukan biaya yang mahal. Bahkan sangat mahal.
Dunia ini juga dunia yang sangat kejam. Untuk bertahan di dalamnya, kerap kali seseorang harus mengorbankan segala-galanya, agar tidak tercampak dan tertendang dari persaingan sangat ketat. Bagaimana tidak, setiap hari ratusan wajah muda, segar, cantik, tampan, molek, ganteng, rupawan, berlomba masuk ke dunia ini. Yang sudah masuk terlebih dulu harus berjuang keras mempertahankan eksistensi.

Beberapa orang artis Korea terkenal sekarang ini, ketika ditanya tentang kasus bunuh diri Jang Ja Yeon, yang membuka borok dunia selebriti Korea Selatan, selalu menjawab dengan diplomatis, itu tergantung si artis, bukan menjadi patokan. Namun satu yang pasti, tak seorangpun dari mereka yang dengan tegas membantah pernyataan dalam pesan bunuh diri Jang Ja Yeon tersebut.

Dan sebenarnyalah, kejadian yang dialami oleh Jang Ja Yeon tersebut, tidak hanya terjadi di dunia entertain Kor-Sel, tapi terjadi dimana-mana di seantero jagad, di dalam dunia Entertain. Prostitusi terselubung para Artis. Dan hal itu tidak hanya terjadi pada artis wanita, juga terjadi pada para aktor, para laki-laki yang berkiprah dalam dunia entertain ini.

Prostitusi itu adalah hubungan yang melibatkan dua atau beberapa pihak, di mana pelayanan sex atau sejenisnya, dari satu pihak, ditukar dengan sesuatu imbalan dari pihak lain. Imbalan tersebut bukan hanya duit, namun dapat dalam bentuk lain. Seperti kontrak kerja, perpanjangan kontrak, dan sejenisnya.

Sebagai salah satu tempat produksi entertain media terbesar di dunia, Hollywood sudah barang tentu paling banyak menyimpan kisah-kisah "mengerikan" dari prostitusi terselubung ini. Penulis Novel Sidney Sheldon, dalam salah satu bukunya menuliskan, sebelum menjadi pesohor dan bintang terkenal, bisa dipastikan, hampir seluruh selebri Holliwood harus menjalani "proses sangat menyedihkan" seperti yang dialami Jang Ja Yeon di atas. Mungkin tidak sampai "phisically abused", dipukuli dan digebuki oleh agennya. Namun setidaknya pasti mengalaim pelecehan sex yang teramat nista.

Di Hollywood di kenal satu istilah yang "rada-rada" mencemarkan. The Casting Couch. Istilah ini merunut kepada kebiasaan seorang artis pemula, yang harus mengikuti proses "casting/seleksi", yang dilakukan oleh sebuah studio atau rumah produksi dalam memproduksi sebuah film. Dan si calon artis diwawancara oleh para executive/producer/sutradara/casting agent, dari studio/rumah produksi bersangkutan. Dan biasanya para calon artis/aktor yg diwawancarai duduk di sebuah couch (kursi/sofa). Makanya disebut Casting Couch. Dan persaingan di Hollywood mungkin merupakan persaingan paling ketat dan kejam di seluruh dunia entertain. Mengalahkan Bollywood dan Hong-Kong, yg menjadi saingannya.

Di India dan Hong-Kong, bintang-bintang papan atasnya, kemungkinan besar tidak akan mau atau tidak akan mengikuti proses casting/seleksi seperti yang dilakukan The Casting Couch di Hollywood. Hal itu hanya berlaku bagi artis-artis pemula dan pendatang baru. Tetapi di Hollywood proses casting itu tetap berlaku bagi para bintang papan atasnya, terutama untuk film-film berbiaya sangat besar yang diprediksi akan mencapai box-office.
Dan seperti cerita Jang Ja Yeon di atas, apapun akan mungkin terjadi dalam proses Casting/Seleksi ini.

Joan Collins, bintang sangat terkenal dalam serie TV Dallas itu, bercerita bahwa dia 'dicasting' untuk film kolosal Cleopatra. Dan dalam proses casting tersebut dia diminta (secara harafiah) untuk 'nungging' di atas meja pewawancara, dan melakukan sex dengannya, dan dipastikan Collins akan mendapat peran Cleopatra itu. Joan Collins menolak, dan peran itu jatuh pada Elizabeth Taylor. Dan orang boleh berspekulasi apa yg terjadi pada Taylor.

Megan Fox, si cantik sensual dalam film Transformer, juga bercerita tentang pelecehan yang dialaminya ketika mengikuti casting sebuah film. Dia tidak menyebutkan film apa, dan siapa orang yg melecehkannya, dia ditawarkan untuk menjadi pemeran utama film tersebut, tentu dengan imbalan sex. Megan menolaknya, dan dia tidak mendapatkan peran tersebut. Banyak yg berspekulasi, film itu adalah film trilogy The Twilight yg dibintangi oleh Robert Pattison dan Kristen Stewart.

Bombsex 50-an, Marilyn Monroe, yg menyebut Hollywood sebagai "daerah kekuasaan Jews/Jahudi", sudah terkenal dari awal karirnya, rela tidur dengan Jahudi manapun yang dapat membantu perjuangannya menjadi bintang terkenal. Sebelum kematiannya, ketika selesai menandatangani perpanjangan kontraknya dengan Twentieth Century Fox Studio, dengan terang-terangan berkata, "Ini terakhir kali saya, (Maaf) Menghisap Penis Jahudi, saya tidak akan lagi melakukannya." Well, well, well... so true...

Bahkan artis yg berasal dari keluarga artis terkenal juga, seperti Gwyneth Paltrow, Kate Hudson, dan Brigitte Fonda, juga memiliki cerita horor mengenai "Casting Couch" ini.

Di deretan para aktor prianya, sebut saja nama-nama semacam Corey Feldman, Corey Haim, dan yang terakhir Michael Egan, yang menuntut Sutradara tersohor Bryan Singer (Sutradara serial Film "The X-Men"), yang dituduh "memperkosa" Micael Egan, saat Egan masih berusia 17 tahun.
Dan kejadian seperti yg dialami Mike Egan ini, sering dialami oleh para pemula dan pendatang baru. Namun mereka lebih banyak menutupi kejadian tersebut bagi mereka sendiri. Bahkan Corey Feldman, dengan tegas mengatakan Hollywood itu dipenuhi oleh para Homo dan Phedophilia. "Mereka ada dimana-mana di Hollywood", Katanya. Dulu ketika memulai karirnya di Usia 14 tahun, dia belum mengerti apa artinya itu. "Namun sekarang saya mengerti apa maksud mereka saat menyentuh saya." Katanya. "Phedophilia dan Homosexual itu ada di mana-mana di Hollywood".

saat issue kematian James Dean, bintang muda yang sangat terkenal pada dekade 50-an. Sedang dalam puncak ketenarannya, meninggal karena kecalakaan bermotor. Namun banyak yang berspekulasi bahwa kecelakaan itu memang disengaja. Karena diduga James Dean terserang depressi parah, semenjak membintangi film "Rebel without A Cause". Satu film box office yg sangat terkenal dijamannya. Menjadikan James Dean sebagai bintang paling tersohor saat itu. Namun issue yg beredar dibelakang kegemilangang film tersebut adalah, James Dean memenangkan peran sebagai Jim Stark, tokoh dalam film itu, setelah "digilir" oleh 5 orang "penguasa produksi" film tersebut. Dari mulai produser, Sutradara, hingga executive produser. Dan issue yg mengikuti sesudahnya hingga kini, bahwa dia adalah seorang homosexual.

Itu adalah cerita mengenai prostitusi terselubung untuk menjadi terkenal dan tetap terkenal di dunia hiburan. Kalau dalam hal mencari duit, kalau "keterkenalan" kamu sebagai artis, biasa-biasa saja, dan film-film yang kamu bintangi jarang atau bahkan tak pernah masuk Box Office, tapi sebagai artis kamu hidup sangat mewah, pasti orang akan bertanya-tanya, dari mana asal harta kekayaanmu.
Dan di Hollywood, issue artis menjadi "escort/wanita panggilan" kelas tinggi bukan lagi menjadi barang langka. Issue dan rumor semacam itu sudah sangat sering menyerempet dan menimpa nama-nama artis beken. Terutama artis-artis kelas "panas". Sebut aja Pamela Anderson, Robin Givens, Sean Young, dan Sharon Stone. Mau tahu tarifnya semalam? Antara USD 300,000 hingga 1 Juta Dollar. Tentu saja kelas artis papan atas Hollywood semacam ini adalah untuk Para pengusaha kelas Dunia, para raja-raja, dan para Billionare dunia. Nama Pamela dan Sean Young, kerap dihubung2kan dengan keluarga Kesultanan Brunei. Sementara Sharon Stone dihubung2kan dengan Raja-Raja Arab, dan billionaire dunia tersohor.

Hal semacam ini juga terjadi di Bollywood dan Hong Kong. Bahkan beberapa artis papan atas Hong-kong kerap dihubung-hubungkan dengan nama beberapa pengusaha kelas atas Indonesia. Artis populer era 80-an Lin Ching Hsia (Brigitte Lin), beberapa filmnya diisukan didanai oleh seorang Taipan Indonesia. Ga usah disebut namanya kali ya... Mendanai film secara gratis, tanpa imbalan, ga mungkin kali ya... Emang sinterklas ya gok?? Hikhikhik...

Horor Casting Couch seperti ini, tidak hanya terjadi dalam industry film. Tapi di hampir semua industry hiburan, dari mulai Ratu kecantikan, hingga ke lingkungan para model, super model, atau peragawati/peragawan. Ceritanya sama saja, tidak model perempuan, tidak model laki-laki, semuanya, semuanya mengalami hal yg sama. Karena di luar negeri sono, dalam dunia permodelan, hal semacam casting couch itu justru lebih "menyeramkan" ceritanya. Hanya saja dunia permodelan, tidak "secemerlang" dunia hiburan perfilman gemerlapnya. Padahal cerita "panas" tentang prostitusi terselubung justru lebih marak di situ.
Dan itu juga terjadi dimana-mana di seantero dunia. Juga di Indonesia.

Dan di Indonesia? Terkaget-kaget (apa pura-pura kaget) soal kasus prostitusi AA? Hehehe... Sami mawon gok.. Gausah ribut. Cuma untuk ukuran artis kurang terkenal semacam AA ini, yg gue aja baru deneger namanya, 80 juta itu kemahalan masgookk.... Banyak yg lebih murah dan lebih cantik....
Bayaran 100 juta keatas itu, pasti untuk artis yg sudah sangat terkenal banget, dan itu untuk bookingan semalam juga masgok, bukan sejam ato tiga jam, seperti bacotan si mucikari RA itu... Lebih mahal kalok diajak jalan-jalan ke luar negeri. Bisa sampe 150 jutaan semalam, diluar biaya transportasi.
Buat elu-elu pengusaha yang sudah biasa entertain Tamu VIP, berita semacam AA itu sudah berita basi. Dan biasanya memang mucikarinya kemungkinan besar "bencong" atau "gay". Dan tanda-tanda artis Indonesia yg bispak itu sangat mudah dikenali bagi yg sudah biasa. Salah satu tandanya adalah bila sering banget begowl dengan bences atau gay yg sama. Bila lu sering clubing, dan lu ketemu seorang artis dengan bencong/gay yg sama beberapa kali, itu sudah merupakan tanda-tanda... masih banyak lagi tanda-tanda yg lain. Males ngupasnya disini ya gok. Kesannya pecicilan bengitz getiohhh.... Gak penting masgok... belajar aja sendiri kalo merasa itu penting bengits, gih sana begowl sama artis-artis kelas "bispak"....

Dan masih ingat segala gunjingan seputar mas Tommy Soeharto dengan segerobak artis-artis terkenal di jamannya? Dari mulai diberi perusahaan, tempat mengajar/sekolahan, mobil, rumah atau apartemen, piknik ke liling jagad. Apa dong itu namanya? Meski statusnya adalah "pacaran diam-diam" terselubung... Kekekeke...
Kalok disebutin satu-satu inisial gerobak artisnya mas Tommy saat masih berjaya dulu, kalah tuh list artis kepunyaan RA mucikarinya AA. Kalah jauuuuhhhhh masgok... Kekekekeke....

Sekarang memang jaman sudah kebolak-balik. Orang tua berlomba-lomba menjadikan anaknya jadi selebrity. Apapun taruhan dan harganya. Bahkan harga diri sekalipun.
Dan berjuta-juta remaja hijau, lugu, agak blo'on, terpukau oleh "gemerlap kehidupan" para artis idola. Bercita-cita menjadi seperti mereka, tanpa mengetahui bagaimana cara mereka menjadi terkenal. Orang-orang seperti AA itu dipuja dan dipuji.
Seorang Phsikolog kondang di Amerika, diwawancarai Oprah, dengan tegar berkata, ada yg salah dalam perjalanan bangsa Amerika, ketika anak-anak remaja menjadikan Paris Hilton dan Kim Kardhasians menjadi idola, itu adalah sebuah kemunduran. Ketika nama-nama seperti Newton, Lincoln, atau Einstain, tidak lagi menjadi inspirasi. Justru nama-nama seperti Paris dan Kim lebih dielu-elukan.
Indonesia pun mengarah kesana. Ketika kasus video sex Ariel Noah merebak kemana-mana, para idolanya tetap mengagungkannya bak seorang pahlawan. Sementara ketika Ustadz Arifin Ilham menulis surat terbuka kepada Presiden JKW, menasehati untuk memegang amanah kepemimpinan, banyak orang yang dengan sinis berkata:"Deuh, yang merasa paling suci sedunia..."

Inikah tanda-tanda akhir jaman? Seagai orang tua, berhati-hatilah bila anak anda sudah mulai mengelu-elukan dan sangat mengidolakan seorang bintang atau para pesohor, dan sebaliknya dia tak mengenal sejarah dan kisah Rasulnya dan para sahabatnya. Kita tak pernah tahu pengalaman atau usaha apa yg dialami dan dilakukan si pesohor idola itu dalam "casting couchnya" untuk mencapai keterkenalannya. Memang tak perlu berburuk sangka, namun kehati-hatian, kecermatan, dan kecerdasa sangat dibutuhkan bagi para orangtua. Agar anak-anak anda tidak salah mengidolakan pesohor yang tak punya "marwah dan moral" yang layak dibanggakan...




Sunday, May 10, 2015

BOOKS OF TOLERANCE ++ THIS HOUSE, IT'S OUR HOUSE ++




Dalam ilmu Statistika, Produksi, dan Dinamika benda-benda, sangat dikenal apa yg dinamakan "ukuran toleransi". Dalam teknik produksi, semakin teliti bentukan satu produk, akan semakin baik kualitasnya, dan kemungkinan akan semakin mahal harganya. Sehingga ketika dilakukan produksi massal terhadap suatu produk, untuk menjaga kualitas, diberlakukan Quality Control dengan menerapkan hukum stastistika, sebaran Gauss atau Sebaran Normal, menandakan sebaran toleransi "penyimpangan/dicrepencies" yang masih dapat diterima terhadap produk bersangkutan.

Contoh, sebuah pabrikan mobil, dalam memproduksi "Crankshaft", "Primary Shaft/Sumbu Utama", atau "Roda Gigi pada Transmisi", sudah menentukan toleransinya dibatasan tertentu.
Misalnya untuk Sumbu Utama mobil, dengan dimensi diameter (50mm +/- 0.1mm), +/- 0.1mm itu disebut toleransi, artinya dalam quality control dimensi produk sumbu utama yg dapat diterima adalah antara 49.9mm hingga 50.1mm. Diluar itu produk dianggap cacat. Tak dapat diterima. Semakin teliti sebuah system produksi, akan semakin sedikit produk yg cacat. Sehingga dikenal apa yg disebut system management "Zero Tolerance".

Orang sering salah mengartikan Zero Tolerance itu sebagai toleransi Nol dalam dimensi. Contoh di atas, quality control dimensi sumbu utamanya menjadi (50mm +/- 0mm). Itu adalah hal yg TIDAK MUNGKIN. Karena secanggih apapun sebuah system produksi, pasti akan selalu ada cacatnya. Sehingga tidak mungkin melakukan produksi massal dan mengharapkan produksi sumbu utama mobil di atas akan selalu menghasilkan diameter persis 50mm. Suatu hal yang tidak akan mungkin pernah terjadi. Toleransi itu diperlukan untuk mengakomodasi ketidak sempurnaan setiap system produksi.

Satu-satunya cara untuk menciptakan "zero tolerance" adalah dengan mempersempit "ruang toleransi". Seperti contoh di atas, bila output produk yg diharapkan adalah dimensi antara 49.9mm - 50.1mm, maka dengan membangun system produksi dengan quality control toleransi +/- 0.01mm (50mm +/- 0.01mm), diharapkan system "zero tolerance" akan tercapai. Karena produk yg dihasilkan pasti akan berada dalam kisaran toleransi yg diharapkan (49.99mm - 50,01mm). Tidak akan ada produk gagal/cacat. Dan semakin presisi sebuah produk (semakin mendekati dimensi yg sempurna yakni, 50mm) akan semakin baik pula hasilnya.

Dalam Ilmu Dinamika benda, untuk menggerakkan sebuah benda acap kali digunakan "gaya gesek" antar benda. Contohnya pada mobil, "gear box/gigi transmisi" yg menggerakkan mobil. Pada mesin turbin, Kipas-kipas turbin yg menggerakkan sumbu rotor. Atau pada system pulley, "belt/sabuk karet" yg menggerakkan pulley.
Dalam ilmu Dinamika ini, selain ukuran toleransi terhadap dimensi, ada satu hal lagi yg sangat penting. Ukuran "Mesh (Kelonggaran)". Dalam Dinamika "Mesh/Kelonggaran" ini sangat berperan penting dalam menentukan effisiensi sebuah system dinamika.

Pada mobil, tenaga penggerak mobil dihasilkan oleh pembakaran dalam ruang bakar mesin. Hal itu dihasilkan dari tenaga penggerak piston yg bergerak dalam blok mesin. Piston itu bekerja dengan "bergesekan" dengan ruang pada blok mesin.
Coba bayangkan bila piston yg bergerak seperti pompa di dalam blok mesin dibuat sedemikian rapat tanpa "mesh/kelonggaran". Ukuran ruang blok mesinnya dibuat persis sama seperti ukuran pistonnya. Mesin mobil akan segera berhenti tak bisa bekerja. Mobil akan mogok. Karena piston-pistonnya tidak dapat bergerak.
Namun bila "mesh/kelonggaran"nya dibuat sedemikian besar, dibuat suka-suka tanpa aturan, mobil pun akan mogok, berhenti, karena daya "engine combustion/pembakaran mesin" akan terbuang bocor kemana-mana, karena jarak antara ruang mesin dan piston sedemikian longgar.
Jadi ukuran "mesh/kelonggaran" system pembakaran motor torak ini, harus dibuat sedemikian rupa, agar mesin dapat berjalan sempurna. Semakin presisi ukuran "kelonggaran" mesin ini, akan semakin baik keluaran tenaganya. Dan akan semakin mahal harga mesinnya.
Inilah salah satu faktor yg menentukan horse power sebuah mesin mobil. Itu sebabnya tenaga 2000cc Mobil Kijang, misalnya, tidak sama dengan tenaga yg dikeluarkan oleh mobil MBW atau Mercedez 2000cc. Padahal sama volumenya, namun design dan presisi mesinnya memang beda. Harganya juga beda bukan?

Begitu juga dengan mesin turbin pada pesawat terbang misalnya. Putara propeler pada mesin turbin, dirubah menjadi putaran pada poros utama turbin. Poros utama turbin ini bergerak pada bantalan (bearing)pendukung. Poros turbin dan bantalan penyangga ini, harus dibuatkan "kelonggarannya", sebab jika tidak, seperti kejadian pada piston pada blok mesin mobil di atas, mesin turbin ini pun tidak akan dapat bekerja. Bila terlalu rapat. Mesinnya akan berhenti. Bila terlalu longgar, mesinnya pun akan tak bekerja.


########


Sama halnya dengan kehidupan manusia sehari-hari. Hidup itu HARUS ADA BATASAN KELONGGARANNYA.
Sebagai mahluk sosial, hidup kita pasti akan bersinggungan/bergesekan dengan orang lain.
Islam, Budha, Hindu, Kristen, Kong Hu Chu, dll, akan saling bersinggungan satu sama lain. Tanpa ukuran "mesh/kelonggaran" yang tepat, tatanan sosial hidup bernegara akan rontok dengan segera. Negara tidak akan pernah bergerak maju.

Sama seperti ilmu-ilmu di atas, penerapannya dan prinsipnya akan sama saja. Secara pribadi, ke dalam diri, kamu harus menerapkan "zero tolerance". Tak ada kompromi dalam menjalankan syariah agamamu. Agamamu adalah agama "terbaik". Laksanakan semua perintah Allah.
Namun begitu "bersinggungan" dengan agama lain, harus ada "mesh/kelonggaran" yg diterapkan. Bila pada titik ini kamu menerapkan "zero toleransi", tak ada kompromi, tutup rapat semua kompromi, maka seperti mesin-mesin diatas, ekosistem akan berhenti. System akan down, drop, mogok. Berhenti total. Namun bila kamu juga menerapkan "kelonggaran' sesuka hati semau gue, sangat permissif, seperti yang diajarkan para antek-antek JIL itu, Kelonggaran yang selonggar-longgarnya, yoooo sami mawon, system juga akan berhenti bekerja. Stop. Drop. Mampus....
Apalagi saking longgarnya, sampe menyatakan agama satu sama dengan agama lainnya, semua agama sama, Tuhannya sama.... yo podo... mangkrak langsung itu mesin.

Bagaimana mungkin Poros utama Turbin dibuat sama seperti Bearing (Bantalan)? Piston/Torak dibuat sama seperti blok mesin? Semua Roda gigi dalam kotak transmisi (Gear box) sama ukurannya? Gegara terlalu bersemangat berbuat toleransi, jadi segala aturan tentang "mesh/kelonggaran" dilanggar. Semuanya sammmaaaa.... Wesss yoooo, bubar jalan tuh ilmu statistika, produksi, dan dinamika.
Tak ada mesin yg bisa bekerja, sebab semua komponennya akan menjadi sama. Kelonggaran antar komponen dibuat sebebas-bebasnya tanpa batasan. Yoooo weeesss rusak kabeh....

Sebuah system yang sempurna, baik, dan dynamis, harus memiliki "zero tolerance" pada tiap-tiap komponennya. Sangat presisi. Dan tak kenal kompromi. Namun pada saat komponen harus saling bersinggungan antar komponen, harus pula memiliki ukuran "mesh/kelonggaran" yang tepat. Tidak boleh terlalu rapat, dan tidak pula longgar semau gue. Begitulah seharusnya kita bersama dalam negara ini. Negara ini, Negara kita bersama. Ini Rumah Kita bersama.
Jadi give a finger to para cicunguk JIL. Dan tereakin aja, Kalo situ pengen bego, bego aja sendiri di makan beasiswa londo.... jangan ngajak-ngajak. Cwakwakwkakaa.....





Wednesday, May 6, 2015

Books of Conversion ~~ New tricky way, still the same story ~~



Beberapa hari lalu, salah seorang Vampire ngepost kultwit series "Sejarah Kristenisasi Indonesia" dari mas @Hafidz_ary di workgroup Channel. Maksudnya buat jadi bahan bacaan dan diskusi bagi para Vampire dan Kunties. Banyak yg kasih komen, biasalah Vampires dan Kunties, dari mulai komen serius sampe ocehan garink yg gak penting.
Eyke jadi teringat satu kejadian dulu. Eyke pernah nemanin Mr.Bo dan Mrs.Nyo ke acara kawinan anak seorang mantan Menteri di Era Mbah Harto. Orang Batak. Jadi tamunya banyak yg dr Batak. Dan secara Mrs.Nyo sendiri kan juga dari Mandailing. Jadi klop aja rasanya, hihihik.

Lo semua tau donk gimana "parpunguan" (bahasa moderennya: Gerombolan, hehe..) orang-orang dr Batak. Dari ujung ke ujung bersodara. Kayak eyke yg agak-agak kurang paham "tarombo" (silsilah) dan "parpunguan", jadi agak mumet kalo sudah diceritakan hubungan darah "dari ujung ke ujung" ini.
Contohnya eyke pernah di kenalkan ke seseorang. Katakanlah si A, terus yg ngenalin bilang gini: "Si A ini anak Om Pasaribu. Kau tau kan sama Om Jenderal Nasution, nah Om Pasaribu itu, anak dari Namborunya, Bapa-tuanya, Tulangnya, babere-pohuppunya, Inang Uda, Itonya, anaknya, Tulangnya, adek dari Jenderal Nasution. Jadi Kau masih sepupuan sama si A ini. Jadi kau panggil abang ajalah. Bingung gak lu gok? Mate gak lo? Gubraagg duweh...
Eyke kalo sudah begitu mending pengen lenyap aja dari muka bumi. Cuma bisa mesem en ngangguk-ngangguk. Kagak ngerti blasss... Cuma bisa ngejawab: "Oh iya ya Om? Oh gituuuu yaaa Om... Iya duuwwehh... yiiuukk..."

Pernah dulu eyke nemanin Mrs.Nyo ke Kuala Lumpur. Ada nikahan anak seorang saudara di sana. Bapaknya berdarah campuran Batak dan Melayu. Mantan penyanyi sangat terkenal di Malaysia, di era tahun 70-an. Kalau dengan bapaknya ini, yg mantan penyanyi tersohor ini, eyke masih sempet kenal. Karena desye masih punya banyak saudara yang tinggal di Sumatra trutama di Medan. Dan dia sering berkunjung ke sana, dan selalu menyempatkan diri silaturahim ke rumah kakek eyke. Jadi eyke masih tau kalo dia itu sodara.
Di acara pernikahan anaknya itu, ternyata Mak-cik Sheila Madjid juga datang. Eyke baru tahu, kalo ibunya Sheila Madjid juga orang Mandailing. Boru Nasution. Waktu dikenalkan sama salah seorang sodara dari Medan yg juga hadir di situ, mulai deh partaromboan/silsilal berlangsung, krn itu emang penting buat Batak agar tahu saling menyapa dengan panggilan apa.

"Ini Sheila Madjid", mulai deh tarombo, "Ibunya ini Nasution, Ingat kau kan, Bujing (Tante) Anu, (sumpah eyke kagak ingat gok), nahhh Ibunya ini, adalah Bowu (Bude), dari Tulangnya, Itonya, Parumaennya, anak dari Cucunya, Inang Tobangnya, dari udanya, kakek dari Bujing Anu tadi, jadi kau panggil Bujing lah sama dia (maksudnya eyke panggil Tante gitu ke Sheila Madjid). Eyke liat-liatan sama Mak-cik Sheila Madjid, sambil mesem-mesem. Eyke aja pusink 7 keliling, apalagi desye kan gok? Sambil cengengesan kagak mudeng, eyke komen biar gak kagok "Iya deh Uda (Om), yg penting sama-sama Muslim." Ternyata Sheila Madjid juga ngerti kebingungan eyke, dia balas komen "Iye ler, dalam Ukhuwah Islam. Semuenye juger bersodare...", katanya sambil senyum.
Seumur-umur ketemuan aja baru sekali. Baru tau kalo Ibunya Nasution. Nahloh, ujug-ujug bersodaraaaa.... Itulah Batak ya gok...

Balik ke acara pernikahan anak Mantan menteri tadi, eyke di kenalin Mr.Bo, ke seorang tamu, yg juga menurut silsilah masih bersodara. Marganya Nasution. Dulu waktu masih SMA, Tante eyke pernah bercerita kalaw Di Mandailing, yang dulunya 100% Islam, Punguan Nasution dan Lubis pernah mengalami gegar dan gempa. Sebab salah seorang Marga Lubis dan Marga Nasution, murtad dari Islam, dan convert ke Kristen, gegara diiming-imingi jabatan di Pemerintahan. Dulu Jaman penjajahan Belanda, yang mau jadi pegawai pemerintahan penjajah, harus ganti agama dulu, baru boleh kerja di pemerintahan. Persis seperti kultwit "Sejarah Kristenisasi" dari mas @Hafidz_ary tadi.

Dan orang yg dikenalkan Bokap eyke di pernikahan mantan Menteri itu, adalah salah satu keturunan Nasution yg Murtad itu. Oooowww pantesiinn, eyke kagak pernah liat mukanya nongol diacara kumpul-kumpul "Pomparan Ni Nasution". Soalnya Nasution keturunan Murtad itu, dalam "punguan Mandailing Nasution" dianggap agak-agak "penghianat". Rela murtad dan gati agama, demi jabatan. Begitu juga yg Marga Lubisnya. Jarang sekali turunan dari kedua Murtad itu mau ngumpul-ngumpul diacara adat. Agak-agak malu ati kali ya gok....

Nah itu dulu, jaman Penjajahan. Kalo gak gitu, kata Tante eyke, sampe sekarang Mandailing itu Pasti 100% Muslim. Tapi gegara dua Murtado tadi, jadi deh ada keturunan Nasution dan Lubis yg Kristen. Jadi kata Tante eyke, kalo ketemu Nasution ato Lubis yg Kristen, itulah hasil pemurtadan Jaman Penjajahan.

Kalo itu kan cerita jaman penjajahan gok, nahh kalo sekarang gimana cara-cara pemurtadannya gok?
Kalo sekarang lebih canggih gok, ada Murtad "cara Moderen". Lo kagak diiming-imingi kerjaan, tapi diiming-imingi beasiswa ke Negara-Negara Barat. Lo kagak perlu ganti Agama. Lo tetap ngaku Islam. Tapi lo harus berupaya memporak-porandakan dasar-dasar Islam. Cara ini justru jauh lebih berbahaya bukan gok?
Dan upaya lo untuk memasukkan intrik-intrik atau pikiran-pikiran menyimpang dari dasar-dasar Islam, akan dibiayai oleh Negara-Negara pemberi donor tadi. Lihat tuh contohnya barisan bebek penerima Beasiswa yg banyak dari NU, contohnya barisan bebek JIL . Hampir seluruhnya setelah dikasih beasiswa dan sekolah Ilmu Agama ke negara-negara Barat sono, pulang-pulang jadi barisan infiltrasi pemberangus Islam. Meski masih ngaku Islam, tapi polanya hampir sama pemurtadan.
Lebih seram dan lebih tak teraba. Kalo mereka langsung jelas-jelas mengaku Murtad seperti kejadian di Mandailing yg eyke cerikan di atas, malah gampang menanganinya. "Dibuang" dari "punguan" (Kumpulan) aja sudah skak Mat. Gak bisa lagi mempengaruhi.
Tapi kalo pemurtadan model JIL (Jaringan Iblis Liberal) yang notabene, kacung penerima beasiswa itu, lebih sulitkan memposisikan diri? Bahkan NU aja kebingungan menempatkan posisi kelompok "murtado Moderen" ini. Gak bisa kayak Punguan Nasution ato Lubis, yg "membuang" secara halus para Murtadin seperti cerita saya di atas tadi. Lha meski murtad, mereka tetap ngakunya Islam ta? Bingung kan gok?
Tapi tetep ya gok, sama aja, mereka murtad teteeppp karena ujung-ujungnya duta, alias duwit.
Wooaalllaahh.... Yiukk kita ngemis beasiswa, biar ntar jadi JILers... Kuwekuwekuwekk.....