Were once Caterpillars, transformed to Cocoons, AND NOW WE ARE BEAUTIFUL BUTTERFLIES...
whose side are you on
Saturday, October 26, 2013
BOOKS OF JUDGING PEOPLE == STILL, SOME PEOPLE THEY JUST NEVER LEARN.....
Dulu sewaktu gue masih kuliah di Jerman dulu, ada seorang teman cowo (sebutlah namanya A), yang sudah tinggal tahunan di sana. Dia sudah berkeluarga, dan punya tiga orang anak, dua wanita dan satu pria. Waktu pertama kali gue kenalan dengan dia, anaknya masih kecil-kecil, dia sudah tahunan tinggal di Jerman bersama istri dan anak-anaknya. Usianya memang lumayan agak jauh berbeda dengan gue. Di Indonesia, dia lulusan salah satu perguruan tinggi negeri ternama. Dia sudah bermigrasi ke Jerman, semenjak lulus kuliah, dan bekerja di satu perusahaan Jerman.
Waktu gue kuliah ambil gelar master, dia sedang menyelesaikan pendidikan Doktoralnya, sambil bekerja.
Awal kita berkenalan, ya waktu acara kumpul-kumpul warga Indonesia di Jerman. Ternyata dia kenal dengan Om gue, adik bokap gue, yang menjadi kakak kelasnya sewaktu kuliah di Indonesia.
Iseng-iseng gue tanya ke Om gue, kenal A tidak. Om gue bilang kenal, dan menurut Om gue, A itu emang dari dulu sudah bercita-cita bermigrasi ke Eropa, dan hidup di sana. Kalau bisa malah pindah kewarganegaraan.
Terus terang karena terpaut usia yang agak jauh, sementara sebagai seorang wanita di rantau gue harus "jaga sikap" kepada semua pria, jadi gue tidak begitu akrab dengannya. Yang gue tahu dari cara dia berbicara dan menyampaikan ide, A itu orangnya cerdas. Dan keluarganya termasuk penganut Kristen yang kuat dan taat.
Singkat cerita, selesai kuliah gue balik ke Jakarta, dan hidup berlanjut seperti biasa. Gue lupa, dan tak pernah lagi berhubungan dengan teman gue A itu. Sampai suatu ketika, tiba-tiba saja dia menelpon gue. Terus terang gue sangat surprise menerima teleponnya. Dia bilang dia dapat nomer gue dari salah satu ex-teman kita di Jerman dulu. Dan kalau tidak masalah kataya, dia ingin minta nomer telepon Om gue. Terus terang awalnya gue agak keberatan memberikan nomornya, sebab gue tidak tau apa tujuannya, dan sedekat apa hubungannya dengan Om gue. Tapi dia meyakinkan, dia akan menjaga privasi nomor om gue, dan tidak akan menggunakannya untuk tujuan aneh-aneh. Hanya sekedar ingin mengobrol.
Gue kasih nomer sekretaris Om gue, biar kalo ada apa-apa, tidak merepotkan Om gue juga. Terus gue kasih tau Om gue bahwa si A telpon dan gue sudah kasih nomor sekretarisnya. Om gue bilang tidak apa-apa.
Beberapa hari kemudian Om gue nelpon, dan cerita bahwa si A sudah nelpon. Gue tanya gimana cerita dan pembicaraannya? Om gue bilang A ingin kembali ke Indonesia, lha kenapa? Bukankah sudah enak tinggal di Jerman sesuai dengan cita-citanya? Kerjaannya pun sudah lumayan bagus. Namun ternyata, cita-cita dan kerjaan bagus, only part of the story, sisanya adalah prinsip hidup dan kata hati.
Awalnya dia tidak merasakan masalah besar hidup di Jerman. Dia hampir meraih sebagian dari impiannya.
Namun masalah mulai muncul ketika anak-anaknya beranjak remaja. Terutama anak-anak perempuannya.
Sebagai penganut Kristen yang boleh dibilang sangat taat, dia bahkan ikut sebagai pengurus Gereja di kalangan tetangganya. Namun dia mulai menemukan hal-hal yang berbenturan dengan prinsip dan kata hatinya. Hati dan prinsip keagamaannya mulai berbenturan dengan liberalisasi sex yang dianut oleh negara-negara Eropa, termasuk Jerman. Hal yang tadinya tidak dirasakannya sebagai masalah, mulai dirasakan menjadi "bencana" seiring dengan pertumbuhan anak-anaknya yang beranjak dewasa.
Om gue berkata, A mulai merasakan "kegalauan" dan "kengerian" membayangkan perkembangan anak-anaknya ke depan. Masalahnya menjadi tambah runyam, karena tak satu pun anggota jemaat konggregasi gerejanya yang merasakan itu sebagai masalah. Sudah lazim di masyarakat yang memegang paham liberalisasi sex, hubungan sex bebas di kalangan remaja tidak lagi dianggap perbuatan dosa atau zinah. Kata-kata "Adultery" (perzinahan) sudah "dipelintir" artinya sedemikian rupa, sehingga hanya menjadi "perselingkuhan dalam pernikahan".
Coba deh kamu yang pernah lama tinggal di negara-negara berpaham liberalis, pasti akan menemukan kesamaan perubahan arti kata "adultery/perzinahan " itu. Yang namanya committing adultery (melakukan perzinahan) itu adalah ketika seseorang yang sudah menikah (wanita atau pria), melakukan hubungan sex dengan wanita atau pria lain yang bukan suami atau istrinya. jadi adultery itu hanyalah perselingkuhan dalam pernikahan.
Jadi kalau orang yang tidak atau belum menikah, melakukan hubungan sex atas dasar suka sama suka atau atas konsensus bersama, itu tidak dinamakan perzinahan. DAN ITU SUDAH MENJADI KONSENSUS MASYARAKAT. SUDAH MENJADI PEMAHAMAN NEGARA.
Bujubuneng, mas A yang emang dasarnya taat agama itu, dan sedari kecil dididik dengan pemahaman yang lain mengenai makna perzinahan itu, jelas menjadi galau suralau. Dan bertambah galau dia, ketika berdiskusi dengan teman-teman sesama jemaat, dengan ringan malah dinasehati "jangan terlalu fanatik, nanti jadi bigot, jadi munafik". Yang penting ajarin anak-anak kita "melakukan sex yang sehat dan bertanggung jawab". Suruh selalu mengambil langkah hati-hati. Dan jangan lupa SELALU PAKE KONDOM. Gubraaagggghhh.... Mas A bertambah galau.
Dia sendirian, bagaikan seorang Guliver melawan seluruh Negeri Raksasa.
Dan kegalauannya berubah menjadi ketetapan hati untuk balik ke Jakarta, ketika dia berdiskusi dengan Pendeta gerejanya, yang juga mempunyai seorang anak wanita remaja, Pendetanya malah meyakinkannya, kalau sex antara remaja itu adalah sex yang sehat dan tidak menyalahi aturan agama. Sebab perzinahan itu adalah apabila seseorang melanggar perjanjian suci sebuah pernikahan, Itulah zinah. Dan Pendetanya malah menganjurkan, agar bisa lebih dikontrol, sebaiknya anak-anak remaja melakukan kegiatan sex itu di rumah sendiri saja. Terbuka. Kalau sembunyi-sembunyi malah ditakutkan akan membawa dampak psikis yang tidak diinginkan.
Gubraaglah mas A. Dia menelpon Om gue dalam rangka itu. Dia ingin balik ke Indonesia, dan minta tolong Om gue apakah bisa membantunya mendapatkan kerja yang sesuai dengan kredensialnya. Kalau Group usaha Om gue butuh tenaga seperti dia akan lebih baik lagi. Yang pasti mas A ini sudah putus hubungan dengan Eropa, dan ingin balik ke Indonesia. Buat dia, prinsip agama dan anak-anaknya lebih penting dari apapun....
********
Kakak gue punya seorang teman wanita (Sebutlah namanya B), anak seorang pejabat penting di era Suharto. Sewaktu gue masih High School di London, tiba-tiba saja dia datang ke London, di tengah-tengah tahun pelajaran. Katanya ingin melanjutkan kuliah di London. Di tengah tahun ajaran bok. Bingung kan? Katanya dia mau ngelancarin Inggrisnya dulu, sambil nyari-nyari universitas yang sesuai. Sutra lah bok. Bapaknya emang tajir. jadi buang-buang duit nganggur di London 9 bulan lebih, menunggu tahun ajaran baru bukan masalah.
Waktu itu kakak gue emang sudah kuliah di Cambridge. Dan B ini sudah temanan dengan kakak gue dari SMP.
Tapi denger-denger gossipnya, ternyata B ke London, untuk menghindari pergunjingan kalangan ibu-ibu pejabat, yang mengomentari pernikahan dininya yang amburadul. B memang menikah dini, belum selesai SMA. Menikah dengan pacarnya yang juga masih SMA, juga anak seorang pejabat teras jaman Suharto. Tembak duluan kali ya bokk... Taukk deeehhh.. (Gossip dengan gaya ala-ala ibu pejabat sasak tinggi).
Pernikahannya waktu itu gegap gempita, saksinya aja waktu itu, salah satunya mbah Sudomo, dan beberapa menteri jaman Mbah Suharto lainnya. Enam bulan setelah menikah, anaknya lahir seorang putera. Menghindari gossip, melahirkannya aja mesti mengungsi dulu ke Australia. Duit emang bisa menutup celah.
Namun pernikahannya hanya bertahan dua tahun, setelah itu bubar jalan. Dan dengar-dengar B menjadi "sangat liar" sesudah itu. Untuk menutup celah "gossip keliaran" itu, lagi-lagi duit bicara, B "melanjutkan kuliah" ke London. Gak tau kuliah apa.
Dan di London, sementara semua teman-temannya sibuk mengukur semester dan halaman essay, dia "melanglang buana" ke seluruh pelosok Eropa dengan "teman-teman dekatnya". "Teman dekatnya" gonta ganti bak tissue basah. Dari mulai buleleng, African Europe, Cina, Jepang, Indonesia, India, ganti lagi Buleleng, ganti lagi African, Malaysia, Turkey, buuiihhh.... pokoknya bhinneka tunggal ika, bermacam-macam bangsa, tetap satu lobang.... kikikikikkkk....
Dan tidak seperti di jakarta, dia terbebas dari pergunjingan ibu-ibu pejabat sasak tinggi.
Selesai High School, gue melanjutkan ke Jerman, dan gue tidak tau lagi kelanjutan petualangan asmaranya di negeri Queen Elizabeth. Pulang ke Jakarta, gue masih dengar beberapa kali selentingan kabar tentang dia. Pacaran dengan bintang sinetron si Anu yang masih berondong, "jalan bareng" dengan personil group band anu, yang sudah menikah. Cuma "jalan bareng" kok... katanya...
Akhirnya gue dengar dia sudah menikah lagi...
Sewaktu gue masih bergaul, beberapa kali gue ketemu dengan dia clubbing di tempat yang sama. Selalu dengan pria muda brondong tampan keren gaya gaul yang beda-beda. Dan dengan nada bangga dia bercerita klo dia sering ketemu puteranya yang sudah mulai abege clubbing di tempat yang sama. "Teman-teman anak gue bilang gue ibu yang cool banget duuwweehhh...hikhikhik..." katanya bangga...
Setelah gue menikah, sekali gue ketemu dia di Plaza Senayan, seperti biasa dia ditemani seorang berondong tampan, meski dia sudah menikah lagi, dan sudah punya tambahan dua anak dari suaminya yang sekarang. Katanya dia lagi mau nonton. Waktu itu gue bersama dua teman cewe gue, lagi nunggu suami-suami kiat, janjian mau makan malam bareng ke Senopati.
Penampilannya masih seperti dulu yang gue ingat, sangat modis dan trendy. Rambut dicat warna coklat, diblow sangat gaya. Big-big hair do... BIG HAIR DO! If you know what I mean. Baju gaya Britney Spears, ketat dengan udel agak melongo keluar. Belahan dada rendah, dan mengikuti trend saat itu tali kutang kemana-mana, dengan bra agak-agak nongol memperlihatkan mereknya yang mahal. Pokoknya mirip anak abege deh. Kalah gue yang jauh lebih muda.
Britney Spears pamer udel pamer toked dibayar milyardan ya bok? Nah elu? Pamer udel pamer toked dapet ape? Cuma dapet julukan perek ato tante gereng ya bok? Kikikikiki...
Dia berkicau dengan suaranya yang nyaring dan cekikikannya yang membahana..."Heeiii...kemana ajaaa bok??? Kok nikahan gak ngundang-ngundang eyke sii bookkk...?? Sombong deh yeiyy...Ehhh sejak kapan pake pake jilbab..?? Udah tobat ya neeekk...??? pantesan udah gak pernah lagi liat beredar di club....Kikikikikkk... Kalo eyke masih doyan gini aja deh bok.... masih teteup daonn mudaaa biar awet mudaaa.... kikikikiki...." Sambil towal-towel kucing brondongnya.... Rammmeeee dan rumpi...sampe seluruh Plaza Senayan rasanya ikutan melihat...
Gue dan teman-teman gue buru-buru permisi ngacir, sebelum terjadi pemerkosaan hak azasi...
Mudah-mudahan dia baca blog ini, biar dia tau apa yang gue ingin ucapkan padanya, tapi tak mampu gue muntahin dimukanya, gara-gara memegang adab kesantunan yang dilarang menghakimi moralitas orang lain... beeuuhh...!!!
********
Beberapa minggu lalu gue di undang ke pernikahan teman gue di Manila. Ini salah seorang International friend kita, yang gue kenal sewaktu gue di London dulu. Dan menjadi akrab sesudahnya. Orang-orang Filipina memang terkenal supel dan pandai bergaul. jadi gue cepat akrab dengannya. Gue datang berombongan dengan teman-teman Kunti dan gerombolan si Berat. Karena dia merupakan salah satu teman gue yang paling baik, gue menyempatkan tinggal beberapa hari di Manila. Sementara teman-teman lain pulang duluan ke Jakarta, setelah acara pernikahan usai.
Week end gue diajak oleh kakaknya yang merupakan seorang pengusaha kenamaan di Manila untuk melihat peragaan Busana oleh perancang-perancang kenamaan Filipina.
Acaranya sangat megah dan meriah. Diisi oleh peragawan dan peragawati top Filipina yang cantik molek tampan rupawan.
Peragaannya dibuat seperti mengikuti alur sendra tari begitu. Yang mengisahkan beberapa epos kenamaan Filipina, yang gue kurang begitu paham ceritanya, selain baca dari booklet yang dibagikan.
Dan sebuah epos bercerita tentang kehebatan bahari para legenda masa lalu. Karena seperti Indonesia, Filipina juga merupakan negara kepulauan yang luas bentangan baharinya.
Karena berkisah tentang epos bahari masa lalu, jelas dong pakaian yang ditampilkan pun harulah "pakaian bahari" pakaian kelautan, pantai, dan berenang....
Dan perut gue hampir sembelit melihatnya. Peragawan-peragawan yang begitu tampan dan keren itu... berlalu lalang memerankan epos kepahlawanan legenda bahari Filipina, dengan "bikini" yang saannggattt trendy..
Ada bikini yang berbentuk "jaring" benang. Jaring bok...tau kan jaring? Bolong-bolong, jadi "burung" peragawannya terlihat "hampir dengan jelas.
ada baju renang, berbentuk jumper, menutup seluruh badan hingga ke lutut, tapi dari kain transparan. Sehingga sang "burung" pun tidak bisa ditutup sempurna.
Ada bikini model G-string, hanya nutup paaasss di depan, belakangknya "bokong" terbuka kemana-mana...
Ada bikini model "jempol", passs menempatkan "si burung" di tempatnya. Warnanya pun seperti warna kulit. jadi seolah-olah yang memakainya sedang telanjang....
Muleess langsung perut gue bok.
Dulu, sewaktu gue belum menikah dan terutama sebelum gue punya anak, mungkin gue malah akan mesem-mesem aja melihat pertunjukan "burung" berseliweran seperti itu. Malah mungkin akan ikut-ikutan suit-suit.... Wong liat go-go dancer rame-rame pameran burung aja malah cewawak-an....
Tapi...... sekarang bok... Apa pun yang gue lihat, apa pun yang gue rasakan, yang pertama sekali datang ke benak gue adalah anak gue. Gimana kalo nanti anak gue begini? Gimana kalo nanti anak gue begitu? SELALU..!!! Selalu anak gue yang muncul di depan batok kepala otak gue...
Gue tak bisa membayangkan anak gue, berjalan dengan pedenya mempertontonkan "burungnya" ke seluruh dunia. Dilihat sejuta ummat. Gimana kalo anak gue yang jadi peragawan yang memakai bikini jaring itu? Gimana?
Merinding bulu roma gue....
Apalagi dengan jilbab yang ada di kepala gue, dan puluhan laki-laki tampan rupawan berseliweran mempertontonkan "burungnya". Dan seandainya satu di antara peragawan itu adalah anak gue.....
Meleleh hati gue seperti mentega kena api...
Filipina adalah satu negara yang "hampir" pasti akan menganut paham liberalis sex ini. Di Asia Tenggara mengenai kebebasan sex ini, Filipina sekarang hanya dapat dikalahkan oleh Thailand.
Kamu tentu sudah sering mendengar mengenai "Accidental Marketing", "Expolisive Promotion", "Marketing bencana".
Di Indonesia, Marketing Bencana ini, masih termasuk "sopan". Paling banter yang paling parah itu adalah "bocornya" photo telanjang seorang artis, bersamaan dengan akan keluarnya film yang dibintangi si artis.
Ingat kasus "pelecehan pura-pura" yang dilakukan oleh Syaiful jamil kepada Kiki Fatmala dulu? Ketika mereka membintangi film yang sama, dan film-nya akan segera beredar? Dan berita itu di blow besar-besaran, lengkapa dengan Kiki Fatmala "berakting" marah-marah pada Syaiful jamil, dan minta semua camera berhenti? Ingat?
Atau ingat kasus perkelahian Julia Perez dan Dewi Persik?
Semua "kasak-kusuk buatan" itu, dijadikan "marketing bencana", hasilnya? Bioskop peniuh sesak oleh orang-orang yang pengen tau "kejadian" pada saat shooting film bersangkutan.
Itu contoh-contoh kasus "rekayasa bencana" yg dijadikan bahan promosi di Indonesia...
Tapi di Filipina?????? OMIGOD.... Sudah hampir sama dengan "promosi bencana" di Amerika.
"Bencana" Paris Hilton yang dibuat untuk mempromosikan reality shownya "Real Life"
"Bencana Kim Kardashian" untuk "keeping up with The Kardashian"
"Bencana Pamela Anderson" untuk mendongkrak popularitasnya yang mulai anjlok.
"Bencana Collin Ferrel"..... masihhh panjaannngg....
Dan Filipina pun mengikuti hal yang sama. Ketelanjangan dan scandal sex, bisa membuat sebuah pertunjukan, dan seseorang menjadi sangat terkenal. Persis paris Hilton dan Kim Kardashian, yang lebih dikenal karena video pornonya daripada hasil karya mereka di bidang seni.
Dan gue melihat para peragawan yang lalu lalang di panggung "hampir-hampir" telanjang itu. Yang berharap dan bermimpi bisa terkenal dengan "keberaniannya" dan "kemolekan tubuh" mereka yang six pack dan berlekuk-lekuk...
Sebuah acara kolosal, yang bahkan dihadiri para socialite kelas atas Manila, bahkan oleh seorang ibu menteri dan beberapa pengusaha kelas atas...
Sulit rasanya membayangkan hal itu terjadi di jakarta...
Buru-buru gue pamitan ke teman gue, dengan alasan gak bisa lama-lama ninggalin anak gue di Hotel. Gue sekarang kemana-mana sebisanya harus bawa anak gue yang baru berumur satu tahun itu. Lagi lucu-lucunya. gak tahan gue pisah lama-lama.
Sesampainya di Hotel, anak gue sudah tidur. Dijagai baby-sitternya.
Gue lihat wajahnya yang begitu tanpa dosa dalam kelelapan tidurnya. Napasnya yang teratur. Rambutnya yang masih tipis. Pipinya yang bulat kemerahan. Sekelebatan muncul bayangan peragawan berbikini transparan di kepala gue. Dan dia anak gue. Hati gue seperti di remas rasanya. Gue cium dahi anak gue pelan-pelan.
Gue berganti baju. Gue buka Jilbab gue. Ganti daster.
Gue bersihin muka gue dari make-up, pelan-pelan. Sekelebatan muncul kagi bayangan peragawan berbikini jaring itu. Dan wajahnya mirip anak gue. Ya Allah....! Gue berwudhu.
Gue kenakan mukenah. Gue shalat Magrib dan Isya digabung. Selesai shalat, sambil menangis gue berdo'a pada Allah, minta kepada Allah agar putra gue dilindungiNya di jalanNya. DijauhkanNya dari segala kesesatan.
Biarlah orang mengatai gue judgemental dan menghakimi. Biarlah orang mengatai gue munafik dan sok suci. Biarlah.
Michelle Obama sebagai First lady Amerika, dituntut harus memiliki "Family Value" yang tinggi. Dituntut harus memiliki standard moral yang tinggi. Dia akan dicaci maki dan dihakimi, bila pamer udel dan berpenampilan tante girang. Lantas kenapa gue dikatain munafik ketika gue mengharapkan anak gue memiliki standard moral dan family value yang sama?
Kate Middleton, istri Pangeran William dari Inggris, harus berpenampilan "santun dan aristokrat" setiap saat. Harus menjunjung nilai-nilai moral yang tinggi. Ratu Elizabeth juga harus begitu. Apakah ukuran itu hanya boleh buat para bangsawan dan keluarga Presiden?
Kenapa gue tidak boleh menuntut dan mengajarkan hal yang sama kepada anak-anak gue?
Kenapa kalau gue tidak suka anak gue "pamer burung", dan tidak suka "tante girang", gue dikatain menghakimi dan munafik? Kenapa?
Apa orang-orang yang bukan bangsawan dan petinggi negara tidak boleh punya nilai moral yang tinggi?
Silahkan lu menghakimi gue sesuka hati lu. Tapi tetap, gue tak akan pernah bangga, jika anak gue kelak kerjaannya dan menjadi terkenal karena pamer burung dan bertelanjang diri..... Mending anak gue kerja kantoran aja deeehh... kalo memang mau jadi terkenal harus pamer burung, telanjang dan bikin video mesum.....
Selesai shalat dan berdo'a, gue suruh baby-sitter pindah ke kamarnya.
Pelan-pelan gue naik ke tempat tidur dan beringsut ke dekat anak gue yang masih tertidur pulas.
Gue benarkan letak selimutnya, pelan-pelan ku peluk tubuh mungilnya.
Masih gue pandangi wajahnya yang tanpa dosa terlelap dikepulasan tidurnya.
Dan gue berdo'a sepenuh hati, sedalam jiwa, agar Allah menghindarkannya dari fitnah Zaman, yang kian hari kian bertambah berat, agar dia kelak tumbuh menjadi anak yang Istiqamah di jalanNYA........
And I'll take my clothes off and it will be shameless
'Cause everyone knows that's how you get famous.....
I don't know what's right and what's real anymore
And I don't know how I'm meant to feel anymore
When do you think it will all become clear?
'Cause I'm being taken over by the Fear
Thursday, October 10, 2013
SILATNAS #INDONESIATANPAJIL
Mari youkk teman-teman.. kita dukung Silaturahim Nasional #INDONESIATANPAJIL
Mari kita sukseskan. Buat teman-teman yang di luar Indonesia, kirim Do'a dan Infaqnya ajah ya...
PS:
Numpang tanya buat para pengurus #ITJ, sudah ada logonya blooommm??? Biar bisa ikutan naro di blog ra mudeng iki...
Boleh kaaannn..??????
BOOKS OF IEDUL QURBAN : SHUKRAN ALLAH, WALHAMDULILLAH....
We've just received several mails from our friends in Pakistan, India, Turkey, Middle East, and East Europe to wish us on up coming Iedul Adha (Iedul Qurban). Thank you all my friends. We are all so blessed to have such beautiful friends like you all.
How Allah so kind on us. With all my heart, the deepest side of my soul, I on behalf of all of us, wish you all the same. May Allah keeps us in His path. Warmth us with His Rahmah.
And May this sacred Iedul Qurban, brings us strength to keep our faith in Istiqamah.
This is a song send by one of our best friend, one of our Bhaiya-Ji in Islamabad, to celebrate the season of Qurban... **Thanks so much Bhaiya, May Allh keeps you in His Love**
I Put this beautiful song here in this blog. To share it with the whole world. To express how deep our happiness and thakfulness to Allah, for His Blessing. For this Rahmah. For this faith....
Shukran Allah Walhamdulillah... Shukran Allah, Walhamdulillah....
Thursday, October 3, 2013
TERIMA KASIH, THANK YOU, MERCI BEAUCOUP, DANKE SEHR, MUCHAS GRACIAS, HATUR NUHUN, MAULIATE, SUKRON KASIRON...
Puji syukur hanya kpd Allah SWT, yg sudah memudahkan dan menyelamatkan proses kelahiran anak gue. Yg sudah ridha menitipkan jagoan ganteng ini kepada gue dan bini gue.
Terimakasih untuk semua teman2 yg sudah membantu persalinan bini gue. Terutama teman2 di channel Euro. Semua bantuannya tak akan bisa gue balas. Hanya Allah yg membalasnya ya prends? You all rock...!!
Lengkap gue menjadi seorang Ayah. Terbuktikan peluru gue gak kosong?? Kekekekeke... Jadi gak bisa diledekin lagi ya peluru kosong... kekekeke...
Terimakasih buat bini gue yg sudah begitu tabah menjalani semuanya ini, jauh dari keluarga. Insya Allah jadi keluarga Sakinah, Mawaddah, Wal Baroqah ya sayank..??
Doa yg sama dari ayahnya:
Ya Allah, berikanlah hamba pasangan yang engkau ridha padanya, jadikanlah pasangan dan keturunan hamba menjadi penyejuk mata dan hati. Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin golongan beriman....
Sekali lagi terimakasih banyak semua temans, Insya Allah persahabatan ini diteguhkanNYA di jalanNYA.
Dan khusus buat my beloved wive dan si jagoan ganteng cilik gue. Dedicated only for you... Udah kangen lagi ayahnya, didoain biar Ibunya cepet selesai sekolahnya....Amiiinnn...
Tuesday, October 1, 2013
Books of Womanhood -- It's nothing compare to Motherhood --
Ibu gw pernah bilang, satu waktu dulu, kepada gw, sewaktu gw masih abege bodoh, tapi sudah merasa menjadi wanita sesungguhnya. Gw dinasehati, karena gw sering bertindak seenaknya. Tanpa tata krama dan kesantunan, layaknya abege-abege yang sudah merasa dewasa, namun sebenarnya masih bau kencur. Ibu gw bilang, menjadi wanita itu, berbeda dengan menjadi seorang Ibu. Menjadi wanita, kamu hanya memikirkan kekinian. Saat sekarang. Bersenang-senang. Namun menjadi Ibu, kamu akan berpikir sejuta kali untuk melakukan hal-hal yang tak pantas, karena akan berimbas kepada keturunan km.
Seburuk-buruk keadaan, anak km boleh tidak bangga kepada Ayahnya, namun jangan sampai anak kamu malu akan sikap ibunya, karena itu berarti anak km sudah kehilangan separoh jiwanya. Sebab anak-anak km itu, berada di dunia, karena kehadiran seorang kamu sebagai seorang Ibu. Jadi jangan sampai km menyesali masa lalu km, saat km berubah menjadi Ibu.
Dan nasehat itu diulangi Ibu gw kembali, saat gw menolak untuk cepat-cepat menikah seperti yang dianjurkan Ibu gw.
Dan saat gw melahirkan anak gw, begitu selesai melahirkan, Ibu gw masuk ke ruang persalinan, gw menangis di pelukan Ibu gw. Menangis. Dan baru gw mengerti apa arti nasehat Ibu gw itu. Dan gw menangis di pelukan Ibunda....
Ketika untuk pertama kali gw menggendong putra gw, menyentuh kulit lembut kemerah2an miliknya, tak ada harta di dunia yang sanggup menggantikan perasaan bahagia gw saat itu.
Gw bersyukur pada Allah.... Sangat bersukur...
Tak bisa gw bayangkan, seandainya gw tumbuh menjadi wanita di jalan yang "salah", tak bisa gw membayangkan beban apa yang akan gw pikulkan dan dirasakan anak gw kelak, ketika dia tumbuh dewasa.
Gw bersyukur...Bersyukur sedalam yg gw bisa kepada Allah...
Bersyukur pada Yanda dan Bunda gw, yg sudah mendidik gw dengan tulus dan benar.
Dan nasehat-nasehat serta tindakan-tindakan keras dan tegas mereka dulu, waktu gw masih bego dan merasa menjadi "wanita modern", yang dulu gw anggap bodoh, kampungan, tidak intelek dan tidak bergaul... Kini gw syukuri, gw indahkan...
Kini gw paham gelora hati mbak Titi DJ ketika membuat lagu ini.
Perasaan yang tak akan pernah bisa dirasakan seorang wanita, sepintar, secantik, sekaya apapun dia, sebelum dia menjadi seorang Ibu.
Ya Allah, berikanlah aku pasangan yang Engkau ridha padanya. Lindungilah aku dan keturunanku. Jadikan keturunan dan suamiku menjadi penyejuk mata dan hati. Jadikan kami menjadi hambaMU yang Tawaqqal dan Istiqamah. Dan jadikan kami menjadi pemimpin diantara orang-orang beriman.....
Semoga kelak, anakku akan bercerita mengenai Ibunya, sebagaimana aku bercerita tentang Ibu gw.... Penuh rasa cinta, hormat, dan bangga.....
Monday, September 30, 2013
Saturday, September 28, 2013
Books of Nostalgia part 2 : "Where are we gonna hang out tonite...?"
Dan, telah ku datangi tempat2 paling cantik, paling exclusive, dan paling mahal di dunia...
Dan, semuanya menjadi indah karena engkau ada di sana bersama ku kawan...
Tanpa mu di sana bersama ku Kawan, semua tempat itu hanyalah Sahara yang disamarkan...
Dan, engkau bertanya: "Kemana kita malam ini?"
Dan dalam hati aku menjawab,...
Kemana saja kawan, asalkan bersama mu, tempat itu pasti akan menjadi indah...
Thanks for being my best friends all this time.....
Friday, September 27, 2013
Books of Nostalgia == Beautiful People.
Beberapa hari yang lalu, gada hujan gada angin, seorang teman gue dari Brazil, mendadak mengirim sebuah email ke gue. Sudah bertahun-tahun kita tak pernah berhubungan. Lebih kali 10 tahun. Dan tiba-tiba saja gue mendapat email dari dia.
Terus terang gue kaget, karena terus terang juga, gue merasa "tidak terlalu dekat" berteman dengan dia. Dia seorang wanita keturunan Jahudi. Dari keluarga kaya-raya dan terkemuka di Brazil. Hampir sama dengan di Amerika, umumnya di negara-negara Amerika Latin, keluarga terpandang dan terkayanya adalah keturunan Jahudi. Dan teman gue ini salah satunya.
Kita berkenalan di Los Angeles, sewaktu sama-sama kuliah di salah satu Universitas di sana. Terus terang gue "tidak begitu dekat" dengan dia. Mungkin memang chemistry-nya yang tidak cocok, atau cara bergaulnya yang tidak pas.
Gue merasa teman ini "agak milih-milih teman" dan maunya berteman dengan "orang-orang kalangan tertentu" saja. Seorang teman bule Amerika kita bilang, itu emang typical Jahudi borju, hanya berteman dengan orang-orang "yang bisa menguntungkan dan tidak menyusahkan". Tapi hubungan secara personal, gue tidak ada masalah dengan dia, hanya saja kita tidak "hang-out" bareng.
Kalo istilah kita-kita, cuma jadi "teman kampus doank". Tidak lebih.
Dengan orang-orang yang dia anggap "selevel" dengan dia, dia sangat supel dan "nyambung", tapi.... dengan orang-orang yg dia tidak suka, dia bisa saannggaatt sadis dan silet berbicaranya. Itu juga mungkin satu hal yang membuat gue agak "tidak cocok bergaulnya". Sementara gue bergaulnya dengan siapa saja hayyuukk maaanngg... hehehehe...
Jadi gue agak kaget menerima email darinya, setelah sekian lama tak pernah berhubungan sama sekali. Dia bilang dia dapat alamat email gue dari si "KR", seorang teman Indonesia gue yang lain, yang juga kuliah di Universitas yg sama. Dulu mereka memang cukup dekat berteman sewaktu masih Kuliah. Mungkin karena karakternya emang agak sama. Sama-sama agak snob dan "levelling" kalo berteman. Cuma berteman dengan yg dirasa selevel. Jadi dengan KR ini pun gue "tidak begitu cocok" bergaulnya, meski sama-sama dari Indonesia.
Di emailnya, dia minta nomor telepon gue, kalau boleh, katanya. Awalnya gue agak ragu-ragu mau ngasih, agak khawatir "entar dimanfaatin dan direpotin", karena paranoid dengan sifatnya saat berteman dulu, "berhubungan kalo hanya ada maunya". Tapi terus gue pikir, kenapa juga khawatir, toh dia jauh di Brazil, kalo mau "ngerepotin" gue akan agak sulit, dan kalo mau ketemuan, gue bisa menghindar dan buat 1001 macem alasan. Gue kasih aja nomer kontak "umum" gue, bukan nomer pribadi, yang bisa dihubungi siapa saja, dan sengaja di forward ke sekretaris gue, jadi bisa discreening terlebih dahulu gue mau jawab apa tidak.
Ehhh... lima menit kemudian sekretaris gue masuk ke ruang kerja gue, dan bilang ada telepon dr teman gue di Brazil. Berpikir sekejap, antara mau menerima atau tidak, akhirnya gue putuskan menerima. Tak apa lah, hitung-hitung buang kangen sudah lama tidak kontak.
Dan lagi-lagi gue dibuat surprise, dia bilang dia nelepon hanya kangen pengen ngobrol, tidak ada maksud lain (Sementara gue sudah parno duluan, Jahudi yg mau berteman kalo ada maunya). Dan dia tanya kenapa dia merasa gue agak menjaga jarak dari dia sejak dulu. Sok bijaksana gue bilang, "Naahh.. it's only in your opinion. I don't feel I withdrew myself from you back then." Dan dia ngebom lagi, "Don't try to be nice with me now." katanya. Dan sambil tertawa dia bilang "gue tau kok, dulu gue agak-agak jadi snob bitch." Maklum masih muda katanya, dan belum banyak pengalaman.
Gue agak ragu dengan ucapannya karena menurut gue itu sudah karakter, dan akan susah buat dirubah. Tapi gue menangkap kesan sincere (tulus) dalam ucapannya. Jadi ya sutralah, gue terima itu sebagai kebenaran.
Kita jadi ngobrol cukup lama. Dia bilang dia lagi coba kontak semua teman-teman lama dulu. Dia ingin "spread the love through the globe" Katanya. Sangat sayang, dia punya banyak teman dari segala penjuru bumi, dan dia menyia-nyiakannya selama ini. Kalo dia tetap membina hubungan, mungkin sudah baik sekali networkingnya. Katanya. Dan dia ingin memulainya, dan menepis anggapan bahwa Jahudi borju itu hanya mau berteman kalo ada perlunya. EEhhhh sadar juga desye ternyata, cewakakakak...
Selesai ngobrol, gue yang kemudian berpikir, sebegitu banyaknya teman-teman gue di pelosok bumi, dan memang benar ucapannya, kenapa gue tidak menjaga hubungan baik? Tanpa tujuan apa-apa, hanya menjaga tali silaturahim. Pasti itu akan bagus sekali. Dan gue juga jadi sadar, gue malas melakukan itu, "karena tidak ada untung dan perlunya" buat gue.... Jadi sebenarnya gue sama saja dengan teman Brazil gue itu, yg gue anggap agak snob, bergaul kalo ada perlunya... Baru deh gue mikir.
Besoknya pas makan siang bareng sahabat-sahabat dekat gue, gue ceritakan kejadian itu dan pikiran gue tentang menjaga hubungan baik dengan teman-teman yg dulu dari segala penjuru bumi. Siapa saja, bukan cuma teman-teman dekat dan hang-out bareng.
Ehh... terus malamnya seorang teman kita "ikutan galau", bernostalgia dengan teman Pakistan kita. Terus terang teman Pakistan ini memang dari dulu sudah dekat, cuma karena kesibukan masing-masing jadi jarang kontak.
Ternyata semua manusia emang punya kenangan lama baik yg manis maupun yg pahit. Dan dalam perjalanan waktu, semakn bertambah usia dan kebijaksanaan, pengalaman pahit masa lalu itu, justru bisa menjadi kenangan terindah saat sekarang. Pengalaman terindah sebuha pelajaran hidup.
Mulai dehh... Kunti-kunti juga jadi ketularan bernostalgia. Malah lebih parah. Sampe bernostalgia masa-masa jadi ratu mojok sedunia Yahoo dan Camfrog. Mantan-mantan pojokan dari yg jelas sampe yang sangat tak jelas di telponin. Heehehe...
Teman itu priceless... Tak ternilai. Apalagi sahabat. Kita jadi merasa deekkkaatttt sekali. Saking dalamnya bernostalgia, ingat kejadian lucu, susah, sedih, senang, gembira masa-masa lalu. Duhhh... nambah dekat aja rasanya persahabatan.
Sampe ada yg ngusulin agar photo kita-kita ditaro diblog ini, sebagai tanda persahabatan abadi. Weleehh... kampuuungg ya brokk... Kekekeke...
Begitu foto vampir-vampir dipajang (meski disamarkan)... eh ternyata menuai protes. Terutama dari Kunti-Kunti yang ogah foto-fotonya disebar di blog tak jelas.... Ya sutralah... cuma bertahan dua hari, foto2 Vam-Vam tergusur kembali, digantikan foto latar seperti biasanya... Wajah-wajah wanita heroik. Karena Kunti-kunti bilang, blog ini mereka yang buat. Kekekekek...
Pershabtan tak perlu diumbar seperti itu, cukup dirasakan dalam hati, kata seorang Kunti... wuuuyyhh bijaksana ni yeee jeung...
Teman itu priceless... Tak ternilai. Sesedikit apapun mereka pernah hadir dalam hidupmu, pasti ada membawa warna dalam pengembaraan jati dirimu. Dan warna itu tak ternilai oleh apapun. Sadarkah kamu seberapa beruntung kamu memiliki begitu banyak teman?
Teman itu priceless... Sahabat apalagi. Dan tak kan mungkin seseorang menjadi sahabat, sebelum kamu berteman dulu.
Teman itu priceless... Sudah berapa banyak kamu memiliki teman? Sudah berapa lama kamu tidak berhubungan? Senang, susah, benci, marah, apa saja warna yg ditinggalkannya, sudah kah kamu katakan kepada mereka tentang perasaan kamu itu? Menertawakan masa-masa lalu yang lucu dan bodoh?
Teman itu priceless... jadi angkat telpon itu kawan, tekan nomornya... dan say "Hello..., assalamu alaikum kawan..."
Ev'ry where, ev'ry where, ev'ry where I go...
Ev'ry where that I've been, the only thing I see's...Beautiful people, Beautiful people...
Don't you know, don't you know?
You're beautiful don't you know?
Wednesday, September 25, 2013
Private Channel
Noted and done.
Yg punya comment lain, harap melalui private channel, tidak disini. Makasih
Tuesday, September 24, 2013
Judulnya: "Salah Sasaran".
Iya bwok, saking paranoidnya vampir-vampir, sampe diikutin ke Balikpapan, pengen digebukin kalo macem-macem katanya, ... Takut si Eneng jadi beneran pacaran sm si DJ kita itu...
Dikira gigolo ehhh, ternyata DJ beneran... kakakakaka...
Soalnya dikira kayak DJ abal-abal camfrog bwok, DJ-DJ-an pengantar show nenen
DJ di Camfrog, gigolo benernya...
Apa kabarnya ya tu DJ, sudah kawin kali ya bwok?
Ahhh masssaaakkk....
Lha? Klo bukan cinta kok sampe diajakin ikutan liburan akhir tahun ke London?
Klo bukan cinta apa donk tu namanya? Sukak banget bener penuh puwwoolll..???
KOPDAR
Yg ganteng mirip Adam Jordan itu ngajakin kopdar di Plaza Senayan....
Berondong beennneerrrrr..... gak salah tu bok? Kunti2 kopdar di Mall??????
Gak sekalian kopdar di rumah makan padang aja bok??
Sesuatu Banget..
Yaolo bokk... jadi terkenang-kenang..
Inget ga bok, saking keselnya gerombolan si berat vampire-vampire sama DJ yg di Yogya itu, sampe ngirim orang buat nyelidikin latar belakangnya. Sampe diuber ke Balikpapan waktu desye show di sana, buat "dikerjain dan diintimidasi" biar ga ganggu anak perempuan orang. Lupa gw apa nama acara di Balikpapan itu bok.
Tapi ga jadi "diintimidasi" karna ternyata si DJ ga seperti yang dikira, bukan gigolo pemangsa tante-tante...
Keburu esmosi duluan ngeliat si Neneng doyan banget chat sampe cinttaaaahhh.... kwkwkwkwkw
Tentang Nostalgia Yahoo Chat Rooms.............
Kunti2 lagi doyan bernostalgia. Entah apa maunya...kwkwkwkw
Buku2 contact number jaman baheula dibongkar2, jaman2 Yahoo dan Camfrog chat room masih berjaya..
Jadi deh mantan2 pojokan jaman baheula ditelponin satu2. Gak jelas mau ngapain.
Sementara Yahoo chat rooms aja sudah metiauw. Sudah caput. Dead. Mampus.
Jaman masih beredar di yahoo dan Camfrog chat dulu, Jaman masih beeegggoooo bangeettt.... begitu lugunyaa... selalu berbicara jujur setiap kali chat dan kenalan sama orang yg ketemuan di chat room. Sampe akhirnya jadi "Kunti penggoda nomer wahid".
Dulu jaman Yahoo chat masih ada, buuiihh banyak beneerrr pojokan kunti2 ya bwok. Tapi yg bener2 jadi ketemuan bisa dihitung jari. Dan yang benar2 jadi teman dekat, sampe sekarang, yang masih tetep bergaul bareng, cuma sebiji. Dari jaman teman kita yg sebiji itu masih kuliah di Tokyo, sampe sekarang sudah balik lagi, dan kerja di jakarta. Duuuhhh sudah berapa taon ya bwok....
Selebihnya?? Gak jelas keberadaannya...
Jadi inget DJ di Yogya, anak band di Bintaro, brondong imut di Solo... kekekekeke...
Terus ada yang ganteng banget di Tebet, keturunan Arab, mukanya mirip Adam Jordan... Kakakakakaaa...
Tapi namanya semua sudah lupa sekarang...
Mungkin sudah pada nikah semua kali ya buwok... Kakakakaka....
Jadi keinget DJ yang di Yogya itu, sempet bikin "keributan" di inner circle Vam-Vam dan Kunti-Kunti. Sempet bikin seorang Kunti hampir jatuh cinta monyet. Sampe dibela-belain ke Yogya, pengen liat orangnya langsung. Sampe mau diajak liburan ke London segala.... Kakakakakaka
Inget gak buwokkkk..??? Kakakakakaka....
Ternyata bergombal ria semua.... Kakakakakaka....
Dari sekian ratus pojokan, akhirnya cuma satu yang lolos screening dan jadi teman...
Nostalgia yang sesuatu banget ya buwokkk..... Kakakakakaka
Jadi pengen lagi bermojok ria di Yahoo chat rooms... dan menggoda berondong-berondong sexy di disitu... kakakakaka....
Jadi judulnya bulan bernostalgia... ditelponin deh mantan-mantan pojokan. Banyak juga yaaa yg nomernya sudah gak aktif lagi....
Ya maklum aja ya jeung, namanya juga chatting, jadi yg dipake banyakan juga nomer gombal chatting...
Kakakakakaka...
I've been waiting all daaayyyy.....
For you to call me beeebbbeeehhhhh.....
Kakakakakakaka..... OOhhh nostalgia kuhhh...
Saturday, September 21, 2013
For #IndonesiaTanpaJIL...ALWAYS.
Now I'm floating like A BUTTERFLY...
Stinging like a bee, I earned my stripes...
I WENT FROM ZERO TO MY OWN HERO...
You held me down, but I got up,
Already brushing off the dust.
You hear my voice
You hear that sound like thunder gonna shake the ground...
You held me down, but I got up
GET READY 'COZ I'VE HAD ENOUGH!!!!!
I see it all, I see it now...
I GOT THE EYE OF THE TIGER, A FIGHTER, DANCING THROUGH THE FIRE...
'COZ I AM A CHAMPION, AND YOU'RE GONNA HEAR ME ROAR...!!!!!!!!!!
SEMANGAT..... #INDONESIATANPAJIL...
Daripada sirik dan dengki sama teman sendiri,
Biarin aja sih mau kangen sama kecoak kek, kangen sama kadal kek, kangen sama marmut kek... biarin aja sih. Dengki aja luuu... En for your info, Bhaiya Imran emang pantes dikangenin. Emangnya kenapa kalo kangen sama teman? Gak boleh? Sapa yg larang?
Kangen sama teman2 di #INDONESIATANPAJIL juga boleh kan? Sapa yg larang?
C'mon #INDONESIATANPAJIL.... YOU ROCK!!!!!
Buku tentang kematian hati nurani dan akal sehat.
Melihat segala tayangan infotainment, dan rekamannya di Youtube mengenai Vicky Prasetyo, mantan tunangan pedangdut Zaskia Gotik, buntu logika gue brok. Buntu sebuntu-buntunya.
Secara statusisasi diri gue yang 32 my age, sangat mengapresiasi labil logika, yang secara berkonspirasi kemakmuran dengan menjunjung tinggi kecerdasan berpikir, lalu mengkudeta yang mengharmonisasi ketatanegaraan, yang mempertakut dan memperlemah entah apalah namanya itu, sampai menjadi keterpurukan yang mendesah bergelimpangan tak menentu arah rimbanya dengan sosialisasi bermartabat, penuh kudeta lagi, hancur lebur berantakan, menjadikan labil ekonomi lagi yang membingungkan....**capek ya bwok**
Inilah potret sebuah budaya yang sudah lebih mengedepankan pencitraan dan materialisme, daripada hati nurani dan akal sehat. Menjadikan orang sedemikian gampang disilaukan, ditipu dan dibodohi hal-hal yang kelihatannya "wah" dan "cerdas", namun sebenarnya "kosong" dan "tak berarti".
Gue tidak tahu perasaan gue, antara merasa lucu atau kasihan. Suatu ironi yang sangat mengganjal hati.
Korban-korban Vicky Prasetyo, Orang-orang yang mengaku cerdas, sedemikian gampang tertipu. SEDEMIKIAN GAMPANG TERTIPU. Padahal melihat cara berbicaranya dalam tayangan salah satu infotainment, yang tak lebih dari 3 menit itu, sudah cukup menggambarkan, orang seperti apa Vicky itu.
Tapi kembali lagi pertanyaannya, kenapa orang seperti itu bisa menipu sedemikian banyak orang? Dan yg mengaku dirinya cerdas-cerdas? Mengapa masbrok?
Dan, menangislah hai manusia.... inilah budaya populer itu, budaya yang sedang kita kunyah dan nikmati, budaya yang lebih mementingkan tampilan luar, pencitraan, dan materi. Budaya makanan cepat saji. Semua serba instan. Ingin kaya? Korupsi. Ingin pinter? Nyontek. Ingin menang? Bunuh. Ingin mendapat pacar cantik terkenal? Menipu.
Tujuan menjadi lebih penting dari harga diri. Kata hati dan logika diinjak-injak.
Inilah budaya penuh pencitraan. Inilah pop culture itu. Dan sedikit sekali orang yang mau bertahan dengan idealisme. Bagi mereka, ideaisme dan hati nurani, hanya absurditas dari sebuah fatamorgana.
Ingin menangis dipermalukan hati nurani sendiri? Atau ingin tertawa dibodohi pencitraan kosong?
Rasa-rasanya.... gue lebih memilih untuk tertawa..... Dan gue pun terbahak-bahak menangisi kebodohan diri sendiri...
Subscribe to:
Posts (Atom)