whose side are you on

whose side are you on

Friday, March 24, 2017

BOOKS OF DESCARTES == COGITO ERGO SUM, OWHHH REALLY?? ((SAMBIL NGUPIL)) ==


どうもありがとうミスターロボット (domo arigato misuta Roboto)
また会う日まで (mata au-oo hima de)
どうもありがとうミスターロボット (domo arigato misuta Roboto)
秘密を知りたい (himitsu wo shiri tai)

Hidup itu hanya tentang Allah.

KH(?) Dr(?) Ahmad Ishomuddin bilang, Alquran Surah Almaidah 51, sudah tak relevan lagi. Sudah tak berlaku jaman sekarang. Sudah expired. Cuma terjadi di Indonesia.
Sudah berjalan gue ke pelosok negeri Islam. Hingga ke Suriah, Iraq, dan Libya, sebelum negara2 itu dibelah konflik yg dicipta blok Barat. Tak sekalipun gue denger ada orang yg bilang, ada surah Alquran yg expired, hingga tak berlaku lagi. Hedeehhh puyeenngg.....

Loe pernah dengar istilah "Gentleman's Agreement" tidak? Istilah yg sangat sering digunakan dalam dunia bisnis. Istilah yg menggambarkan suatu kesepakatan yg hanya berdasarkan saling percaya, atas omongan pihak yg berjanji. Cuma omongon, tak lebih. Kita sepakat akan melakukan ini dan itu, bla bla bla....
HANYA OMONGAN. Tanpa ikatan hitam di atas putih.
Omongan itu melekat atas pribadi yang mengucapkan. Apapun itu. Loe berkata sesuatu. Perkataan loe itu melekat kepada loe. Apakah itu dusta atau kebenaran, kebohongan atau kebenaran itu melekat kepada loe. Bukan kepada orang lain. Itulah "Gentleman's Agreement". Yang dijadikan pegangan itu OMONGAN loe.
Omongan loe melekat pada diri loe. Loe berkata bla bla bla..., wartawan akan mengutip "si Anu bilang bla bla bla..." Tidak akan dikatakan, "si badu bilang bla bla bla..." Omongan si Anu akan melekat kpd si Anu, bukan kpd si Badu.

Begitu pula dengan Alquran. Kalau loe mengaku Islam, loe HARUS percaya bahwa Alquran itu adalah OMONGAN ALLAH. SABDA SANG KHALIQ. UCAPAN SANG PENCIPTA. Kalau loe mengaku Islam, loe harus percaya itu. Kecuali Islam loe Islam abal-abal. Islam made in Nusantara. Bukan Islam Agama Allah, risalah yg disampaikan pada Rasul Muhammad. Tapi Islam Nusantara buatan Mustofa Bisri, dan Gus Durian, beserta pengikut-pengikutnya, semacam Ahmad Ishomuddin.
Kalau loe Islam pengikut Rasulallah, loe HARUS percaya Alquran itu adalah SABDA ALLAH SANG PENCIPTA. sebab jika tidak loe sudah bukan Islam lagi faktanya. Walaupun loe ngaku2 Islam, kalau loe tak percaya Alquran itu perkataan Allah. Islam loe sudah tak jelas Islam apa.
Nahhh... sama seperti istilah "Gentleman's Agreement" di atas. Omongan/perkataan/sabda itu melekat pada pribadi/oknum/dzat yang mengucapkannya. Sabda/ucapan Allah itu melekat kepada Allah juga. Ucapan Allah itu tidak mungkin melekat pada Jibril yang menyampaikan, atau pada Rasul yg menerima sabda, atau bahkan pada semesta raya yg menjadi saksi. Ucapan Allah itu melekat hanya pada Allah dan hanya pada Allah semata. Dan karena ucapanNYA itu hanya melekat padaNYA juga, maka DIA (SABDANYA ITU) JUGA AKAN MEMILIKI SIFAT-SIFATNYA. ALQURAN ITU BUKAN MAHLUK. SEBAB DIA MELEKAT PADA ALLAH SEBAGAI DZAT YANG MENGUCAPKAN. Bayangkan, Alam semesta, Surga, dan Neraka yang begitu dahsyat, yg tak terbayangkan oleh akal manusia, mereka itu tetap Mahluk. Ciptaan Sang Maha Pencipta. Namun Alquran yang loe dengar setiap hari itu lebih dahsyat dari itu. Sebab dia (Alquran) bukan mahluk. Alquran sebagai sabdaNYA melekat pada Allah. Dan karena dia (Alquran) melekat pada Allah, dia mustahil salah, sebab yang mengucapkan adalah yang Maha Benar. Dia mustahil membohongi dan membodohi, sebab yang mengucapkan adalah yang Maha Suci dan Maha Cerdas.
Dan jangan menjadi bodoh dan gagal paham, bahwa yg namanya Alquran itu adalah kitab yang loe baca tiap hari. Tulisan Arab yang ada di HP dan gadget loe. Alquran itu adalah "content" nya. "Isinya". "Jiwanya". Jangan samakan "content-nya" dengan tulisan Arab yang ada di kertas, di kain, di dinding Masjid, di computer, di gadget, dan lain sebagainya. Kertas, Kain, Batu, Logam, Computer, Gadget, itu adalah medianya, itu semua mahluk. Tulisan arab dan aplikasi dalam gadget dan komputer, itu adalah softwarenya. Itu semua mahluk. Namun Alquran itu adalah "content-nya". Sesuatu yang membuat loe merasa tentram dan bahagia tiap kali membacanya. Membuat loe menangis bila merenunginya. Itulah Alquran. Dan itu bukan mahluk yang bisa loe ganti-ganti seenak jidat. Jiwa Sang Kitab. Sempurna, sebagaimana yang mengucapkan. MAHA SEMPURNA.

Undang-undang buatan/ucapan manusia/mahluk saja ada aturan/protokolnya. Undang-undang tidak boleh bertentangan dengan Undang-undang yg diatasnya. Undang-undang hanya dapat dibatalkan dengan undang-undang juga. Keputusan Presiden, hanya dapat dibatalkan dengan undang-undang atau dengan keputusan Presiden pula.
Dan siapa luuuuuu.... Camat membatalkan keputusan Presiden????
Siapa luuuuu.... Pengedar Narkoba di Penjara Nusa Kambangan, membatalkan keputusan Hakim???????
Siapa luuuuu.... seorang mahluk membatalkan yg bukan mahluk??? Dzat yg menciptakan seluruh mahluk????
Siapa luuuu...??? Wooyyyy... siapa luuuu..???? Tak tau diri!!! Lu kira karena loe bisa berpikir, seperti kata Rene Descartes, cogito ergo sum, gue berpikir maka gue ada... lantas loe bisa seenak jidat melangkahi yg menciptakan pikiran loe itu???? Ngupil dolo aaahhhh......


*****************************


Hidup itu hanya tentang Allah.

Loe percaya pada Tuhan yang bodoh? Kalau Tuhan loe itu bodoh, apakah loe masih mau percaya pada agama yang diciptakanNYA? Kalau ada yang bilang Tuhannya bodoh, tapi dia tetap percaya pada agam yg punya Tuhan bodoh seperti itu, adakah orang yang lebih bodoh lagi dari manusia-manusia seperti itu?
Kalau gue, ada agama yang punya Tuhan bodoh, gak usah pake cogito ergo sum, gak usah pake mikir, capsusss langsung gue balik kanan gerak bubbaayyy bebeehhh, selamat tinggal agama seperti itu.
Nah lho ini, ngejek-ngejek agama Tuhannya bodoh... Tapi teteeeeppp ngotot agamanya sama. Begok goblok gak itu namanya cuy? Manusia apa itu namanya?
Kalau otaknya yg memang gak nyampe, atau memang begonya gak ketulungan, yaaa jangan bilang Tuhannya yang bodoh dong.... Ngaku aja dirinya emang bodoh. Gampang kan? Gak usah ngajak-ngajak orang lain jadi ikutan bego....

Anak kelas 3 SD itu, cuma tahu angka sampe 100.
Anak kelas 4 SD itu, cuma tahu angka sampe 1000.
Baca angka jutaan saja sudah pusing mereka. Apalagi dikasih tau, kalau bilangan itu ada yang tak terhingga besarannya. Wuiiihhh jebol tuh otak. Menceret tuh anak kelas 3 dan 4 SD.
Tapi nanti di pendidikan tingkat lanjut. Logika mereka baru bisa menerima kenyataan, ada bilangan yang negativ (minus), ada bilangan imajiner, dan ada angka yang besarannya tak terhingga.

14 Abad yang lalu, Allah bersabda dalam Alquran, mengenai relativitas waktu dan api mendingin pada Ibrahim. Dan semua itu diketawain para bebek JILers. Dikatain sebagai dongeng.
Mana mungkin Alquran yg melekat pada YANG MAHA BENAR, menceritakan kisah bohong? Dongeng? Kalau mau bego sih, bego aja sendiri, jangan ditunjukin sama orang-orang. Apalagi orang-orang yg belajar tentang relativitas waktu dan enerji? Loe yg ngejek dan ngetawain Alquran itu malah yang diketawain.

Coba deh loe masuk ke kelas Fisika Quantum. Loe yg mentertawakan Surah Al Kahfi mengenai relativitas waktu, kalau enggak loe yang malah balik akan ditertawakan karena loe bego banget gak ngerti relativitas waktu.
Kalau Teori Termo Nuklir mungkin loe sudah sering dengar yak.... Itu semua pembangkit listrik tenaga atom menggunakan teori Termonuclear. Tapi loe para bebek JILers, pernah belajar Teori Cold Fusion (Fusi Dingin) tidak? Jika Termonuclear meniru reaksi matahari secara real, maka Fusi Dingin mencoba menciptakan reaksi fusi Matahari dalam suhu kamar. Jika Termonuklir menghasilkan panas hingga jutaan derajat seperti di Matahari, Fusi dingin menghasilkan enerji seperti Matahari, sebanyak itu pula dalam suhu kamar. Dan secara teori itu dapat dilakukan. Jadi api yang hanya 6000 derajat celcius pada kisah pembakaran Ibrahin itu seperti upil jika dibandingkan Teori Fusi Dingin. Bandingkan dengan suhu api Matahari yg jutaan derajat Celcius. Teori itu seperti menyimpan "Matahari Keil" dalam rumah loe. Jadi loe para JILers otak udang mau gue kasih upil bilang kisah Ibrahim itu dongeng? Otak loe yg tak pernah belajar fisika Quantum lanjutan, jangan bilang Allah yg mendongeng. Kalau gue terangin di sini teorinya, bisa gempor kali otak loe semua. Jadi kalau mau pinter, belajar aja yaa sendiri tentang Teori Cold Fusion. Jangan sok kepinteran bilang Allah mendongeng soal pembakaran Ibrahim. Otak loe yang belum nyampe, masih otak kelas 3 SD, Allah yg dibilang mendongeng.... Gue ngupil dulu yaaaa cooyyy.....

Allah yang menciptakan waktu. Sebagai orang yg mengaku Islam, loe harus percaya itu. Jadi mungkinkah yang menciptakan waktu itu kalah oleh ciptaanNYA sendiri? Tuhan bodoh apa seperti itu?
Pada akhirnya kelak, semua mahluk akan musnah, termasuk waktu itu sendiri. Waktu itu juga akan musnah. Setelah Yaumil Akhir, segala mahluk akan musnah, termasuk waktu. Setelah itu yang tinggal hanyalah keabadian. Yang tinggal hanyalah Allah beserta segala yang melekat kepadaNYA. Termasuk Alquran. Sebab sebagai sabdaNYA, Alquran itu bukan mahluk, Alquran akan ikut bersama sang Pengucapnya. Alquran tidak akan musnah. Sementara waktu sebagai mahluk akan musnah.
Jadi orang bodoh macam apa yang mengatakan Alquran itu ada masa expirednya? Alquran itu tidak sesuai lagi dengan jaman? Orang yang mengaku Islam apa yg mengucapkan itu?

Banyak konsekuensi yang saling berkaitan jika loe mengaku Islam. Islam turutan Risalah Rasul yaaaa cuuyy.... bukan Islam abal-abal made in Nusantara brojolan Gus Durian yg gak belajar Fisika Quantum ya cooyyyy.....
Banyak konsekuensi yg saling mengikat. Bila loe mengaku Islam, loe harus percaya Alquran itu sabda Allah. Melekat pada pengucapNYA, melekat pada Allah. Karena dia (Alquran) melekat pada Allah, dia mustahil salah. Karena Allah Maha Benar. Dia mustahil kalah oleh waktu, sebab dia (Alquran) bukan mahluk, sementara waktu itu mahluk, ciptaan Allah. Alquran akan ada hingga Yaumil Akhir, sebab dia bukan mahluk. Sementara masa/waktu itu akan turut musnah. Jadi bagaimana mungkin yang abadi itu kalah oleh yang temporer? Tuhan bodoh apa yang kalah oleh waktu, yang merupakan ciptaanNYA?
Jadi Alquran itu tidak mungkin kalah oleh waktu. Tidak mungkin memiliki expiry date, Seperti susu kambing aja, ada expiry datenya.
So loe masih perlu cogito ergo sum, buat tahu kebenaran Alquran, yang kata si Ahmad Ishomuddin ada expiry datenya? Gue ngupil aja langsung tau dimana gue berdiri. Kalo loe termasuk golongan Islam made in Nusantara golongan kehormatan pulaaakk...Islam gak sunat yg dapat gelas Islam kehormatan made in Nusantara, runtuhan pohon Durian wali para bebek Liberal... yaaaa gue ngupil dulu aja deehhh gookk....

Eeehhh... Jangan lupa belajar teori Cold Fusion ya bebek-bebek Nusantara Liberal, biar gak bego-bego amat bilang kisah pembakaran Ibrahim itu dongeng yaaa cuuyyy.... dduuhhh pinterrnyaaa....
Ngupil dulu aaaahhhh...... assyyeeekkk.....


***********************


Hidup itu segalanya tentang Allah.

Sewaktu anak gue yang paling gede umur 3 tahun, sudah mulai mengerti kalau dilarang. Sudah mulai bertanya kenapa ini boleh, itu tidak boleh, gue sama bini gue mulai mengajarkannya bertasbih dan Istigfar kalau kaget, kalau merasa sakit, kalau merasa takut, dan sebagainya.
Kalau dia menjatuhkan mainannya kita ajarin dia mengucapkan Allahu Akbar atau Astag'firullah.
Dan kita sering main "kaget-kagetan". Hati gue masih terenyuh sampe sekarang kalau lihat video yang kita buat, anak gue "mengagetkan" gue, dan gue "pura-pura" kaget sambil berucap "Allahu Akbar" atau "Astag'firullahal 'Adzim". Sambil pura-pura ngejatuhin koran atau buku yang gue baca. Atau bini gue yg pura-pura ngelus dada, ketika dikagetin anak gue dengan teriakan cadelnya... Duuaaannnnn.....
Hati gue masih sangat terharu melihat video dia kaget, meskipun ucapannya masih tak sempuran... ollowakban... bila mengucapkan Allahu Akbar, atau... astafilollohazim... bila mengucapkan Astag'firullahal 'adzim.

Pernah dia jatuh, dan keningnya sobek, harus dijahit. Dan gue hampir menangis menahan haru, ketika sambil menangis menahan sakit, dia berdzikir Subanalloh, subahanalloh, subahanalloh, ollowakban, ollowakban, sambil memegangi jari gue dan bini gue, ketika dokter menjahit keningnya.
Gue ingin menanamkan sedari kecil, bahwa segala-galanya di alam ini hanya tentang Allah. Dan siapa gue berani-beraninya "menyuruh" Allah menjaga kegaketan anak gue?

Para penggagas Liberalisme dan Nusantaraisme itu percaya banget pada cogito ergo sum nya Rene Descartes. Sampai-sampai mereka bilang "Agama itu membawa kebodohan kepada akal". Akal itu diatas agama. Mereka sok menjadi ilmuwan. Padahal teori relativitas dan Cold Fusion aja kagak nyampe otaknya, sampe bilang kisah 3 pemuda dalam Al Kahfi dan kisah pembakaran Nabi Ibrahim itu dongeng, termasuk kisah pengorbanan Ismail. Jadi perjalanan Haji yg mengikuti pengalaman Nabi Ibrahim itu juga dongeng, tak perlu dikerjakan. Lha yang bodoh dan sok ilmiah itu sebenarnya siapa coy? Mau debat Matematika Alquran sama gue? Sebelum belajar Teori relativitas waktu dan Cold Fusion, jangan sok bilang kisah yg diriwayatkan Allah itu dongeng deh. Ngupil dulu giiihhh....

Cogito ergo sum, gue berpikir maka gue ada. Katanya. Jadi menurut mereka, eksistensi/realitas diri lu itu "berwujud" karena lu berpikir, karena lu menggunakan akal lu. Itu kata mereka.
Premis dan konklusi Descartes tentang cogito ergo sum melalui bukunya "Principia Philosophieae (Principles of Phylosohy)", menutup sampe orang tidur, tapi tidak menjawab tentang pikiran bayi dan anak batita (bawah tiga tahun) yg masih belum punya pikiran. Dan bagaimana pula realitas setelah kematian? Sudah barang tentu tidak ada premisnya, sebab ini bukan buku agama, tapi buku filsafat. Dan lagi-lagi sebagai orang yg mengaku Islam, loe harus percaya kpd hidup sesudah mati. Awaaayyy beyond cogito ergo sum yg lu gadang-gadang itu.

Dalam Islam, loe harus percaya, eksistensi/realitas diri loe ada karena Allah yang "meminjamkannya" kepada loe. Loe ada karena Allah. Jika Allah berkenan, DIA tarik kembali eksistensi diri loe yang mauwujud itu. Dan loe tak akan pernah bisa menolak atau menahannya. Itu keimanan dasar Islam. Jadi loe ada karena Allah "menginginkan" loe ada. Bukan sebaliknya, Allah ada karena loe sedang bercogito ergo sum. Itu pikiran orang kafir turunan pohon Durian, Mustofa Biri-Biri, dan Aqil Siradj.

Realitas yg loe alami itu hanya sebuah "ilusi". Fatamorgana indra materialistic yang "dipinjamkan" sang Maha Mutlak, yang Maha Hidup. Yang loe rasakan sebagai "hidup" itu hanya rangkaian "perpindahan" enerji dalam ruang dan waktu. Sementara sumber enerji bagi seluruh mahluk adalah SANG PEMILIK ENERJI itu, Allah. Jadi tanpa SUMBER ENERJI KEHIDUPAN ITU, realitas kehidupan loe tak akan mungkin ada, meski loe mau bercogito ergo sum setengah mampus. Semua yang loe jalani dalam realitas yg loe sebut eksistensi itu, hanya pinjaman dari NYA. Jadi segalanya memang tentang DIA. Itu kalau loe mengaku Islam.

Dari mulai loe bangun tidur, sampai loe tidur lagi, setiap hari, semua tentang Allah. Loe tidur loe berdoa, Bismika Allahumma dan seterusnya...Loe serahkan jiwa loe untuk dijaga oleh Allah. Siapa loe berani-berani menyuruh Allah menjaga jiwa loe? Loe berangkat kerja, dan loe berdoa Bismika Allumma Majrehe... dan seterusnya, loe serahkan keselamatan diri loe untuk dijaga oleh Allah. Dan siapa loe berani-berani menjadikan Allah Satpam buat jiwa loe? Kata Mustofa Biri-Biri.

Loe mulai meeting dengan rekanan bisnis loe, dan loe masuk ruang meeting dengan mengucapkan Lahaula Wala kuata... dan seterusnya. Kalo menurut Preiden Ikan Tongkol, ucapannya La wala katakata ila billah, dan siapa loe berani-berani menyuruh Allah menjaga business meeting lo yg gak penting itu? Kata Mustofa Biri-Biri yang Maha bijaksana itu.

Loe ikutan Aksi Bela Islam 212, dan loe ikutan berteriak Allahu Akbar.... Siapa loe berani-berani menyuruh Allah menjaga "aksi intoleran" loe itu. Kata Mustofa Biri-Biri yang super bijaksana dan sangat pluralis dan toleran itu, hingga semua agama sama dan sebangun seperti segi tiga sama sisi.

Gue "bersetubuh" dengan bini gue, seperti yang diajarkan Baginda Rasul, mulai dengan Subhanallah Walhamdulillah wala ila Ha Illalah Allahu Akbar, dan diakhiri dengan ucapan yang sama, mensyukuri kenikmatan yang dilimpahkan Allah pada kami berdua, dan berharap keturunan kami akan menjadi anak-anak soleh dan soleha. Jorookkkk luuuu... siapa elu berani-beraninya menyuruh Allah menjaga loe lagi setubuh dengan bini loe? Tak tahu malu loe.... Kata Mustofa Biri-Biri yang teramat tinggi Ilmu agamanya itu.

Sebelum memilih dalam PIlkada, gue shalat Istiqarah dulu, menyerahkan pada Allah agar pilihan gue mendapat ridhaNYA, dan berdoa, Allahumma arinal haqqa haqqaw warzuqnat tiba'ah.. dan seterusnya... Dan Mustofa Biri-Biri bilang, siapa loe berani-beraninya menyuruh Allah memilihkan pilihan Pilkada terbaik bagi loe. Lihat nih gue, katanya, super pluralis jadi Pemimpin Kafir itu monggo ajaaaa.....

Dari mulai Umi Pipik, Almarhum Uje, Umi Irena Handono, Ustadz Arifin Ilham, AA Gym, sampai Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Salim A Fillah, Kyai Ma'ruf Amin... dan semua guru-guru kami, yang banyak mengajari kami, semua berkata hidup itu hanya tentang Allah. Tidak ada tentang loe. Belajarlah menghilangkan ego diri. Eksistensi loe tak pernah ada, semuanya hanya tentang Allah.

Belajarlah menghilangkan ego loe yang selalu menuntut riya, dipuji, dan diperhatikan itu. Semua hanya tentang Allah. Itu mungkin sebabnya dikalangan para artis, selebriti, dan politisi, yang sudah terbiasa memupuk ego sendiri. Dunia penuh ego sentris narsis hedonis. Semuanya tentang gue, gue, dan gue. Sangat sulit untuk mengajarkan semuanya bukan tentang diri loe yang ego-sentris itu. Semuanya tentang Allah. Akan sangat sulit merobah sikap itu. Dikalangan politisi dan artis dengan ego-sentris tinggi, akan sangat sulit merobahnya. Artis dan politisi yg bisa lolos dari godaan dan cobaan ego maniac, self-centered seperrti itu, pasti memang orang2 pilihan.
Makanya sangat banyak artis dan selebriti yang percaya pada kebodohan seperti Ahmad Ishomuddin dan kecairan toleransi semacam ajaran Pohon Durian dan Biri-Biri. Yg seperti nabi itu.

Dan semua mereka yang kami anggap guru-guru kami yg sangat kami hormati, semuanya lewwaatttt oleh Mustofa Biri-Biri, yang bilang kampanye itu jangan bawa-bawa Allah. Kafir boleh kampanye bawa-bawa Tuhan mereka. Dan boleh menghina Islam dan Alquran. Tapi klo Islam jangan berani-berani bawa Allah. Kata beliau yang sangat super duper maha bijaksana itu. Karena buat dia, hidup bukan tentang Allah. Tapi menurut Mustofa Biri-Biri, hidup adalah tentang sok paling toleran dan paling plural. Bukan tentang Allah. Meskipun semua ulama lain guru kami mengatakan sebaliknya, Mereka semua lewwwaatttt oleh Ustada maha toleran dan pluralis Mustofa Biri-Biri.

Menurut Mustofa Bisri, ehhh Bukan Ustadz hebat itu yaaa... tapi Mustofa Biri-Biri yang lain, Allah itu hanya "dipake" kalo lagi shalat dan baca puisi. Selain itu jangan bawa-bawa Allah.
Kampanye kok bawa-bawa Allah, seharusnya kampanye dan pengajian yang bawa-bawa nama Allah seperti itu harus dibubarkan. Panggil GP Ansor..... Ceppaaattttt..!!!! Hidup ini harus cogito ergo sum. Baca dan nulis puisi boleh pake-pake Allah. Yang lain??? Noooo waayyy joseee....
Siapkan GP Ansor, untuk mentungin yang pake-pake Allah selain buat baca dan nulis puisi.
Jadi orang harus maha super bijaksana toleransi dan pluralisnya. Semua agama benar kecuali Islam.
Alquran itu bukan sabda Allah. Jadi bisa dibuat expired dan tak berlaku sesuai puisi yg ditulis...
Hebat kan cooyy.... Ustadz maha toleran dan pluralis. Siap graaakkkk GP Ansor....
Kwawkakwkakakwakk.... loe islam? Loe percaya mana? Ustaz Ma'ruf Amin? Ato Mustofa Biri-Biri yg jago nulis puisi itu? Hayooooo.....
Halo GP Ansor, Sesudah Almaidah:51 yg sudah sampai expiry datenya, mau tanya lagi dong... Surat mana lagi dalam Alquran yg akan segera jatuh masa expired nya?
Hebat dehhh GP Ansor.... Sudah belajar Teori relativitas dan Fisika Quantum sampe mana GP Ansor???
Duhhhh jadi pengen ngupil duuwweehhhh......






No comments:

Post a Comment